
malam ini, benar-benar menjadi malam panjang bagi Kenan dan Kiara, bukan karena malam panjang untuk bercinta
melain kan mereka harus urus dengan Hanum 6ang tetap menangis sepanjang malam, entah apa yang tengah di rasa kan oleh Hanum, sehingga ia menangis lepas ketika di taruh di atas ranjang
'' aduh.. ngantuk nya mama ini Hanum .'' keluh Kiara menatap Hanum yang tetap melotot kan mata nya tanpa terpejam sedikit pun
'' papa juga sudah lelah sekali Hanum... tidur ya.. nak,, bidadari papa kenapa tidak tidur..'' ucap Kenan menatap sayu ke arah Hanum
sedang kan Hanum malah terkekeh kecil melihat ke arah papa dan mama nya, tanpa merasa kan bagai mana letih nya kedua orang tua nya sejak tadi mengurus nya
'' besok ke rumah opa saja, minta saran mereka, kenapa Hanum menangis sepanjang malam..'' saran Kenan bertopang dagu melihat Kiara yang juga tengah lelah
'' menikah muda ternyata tidak enak ya..'' saut Kiara menatap kosong ke arah depan
membuat Kenan mendongak ke arah Kiara yang barusan berucap demikian, membuat Kenan mengerut kan kening nya bingun dengan ucapan ambigu Kiara
'' ngomong apa barusan..'' tanya Kenan cepat
'' menikah muda itu tidak enak,, awal nya saja yang enak, ketika hamil dan memiliki anak begini tidak ada enak nya, enak nya di saat anak sedang tertawa dan tertidur saja, di kala anak menangis begini jadi bingung sendiri... mana tak ada pengalaman sama sekali lagi..'' ucap Kiara sendu
ia sudah hampir mau menangis di hadapan Kenan, pasal nya, Kenan lah yang seja awal memaksa ia menikah muda,
'' kenapa berbicara seperti itu, bukan kan nanti dan sekarang itu sama saja, sama-sama akan merasa kan akan anak yang akan menangis..'' ucap Kenan menatap ke arah Kiara
'' iya.. sama saja,, tapi setidak nya, aku masih bebas di usia ku saat ini, di mana teman-teman ku semua sedang asik menyelesai kan pekerjaan dan tugas sekolah nya, sedang kan aku harus mengurus anak, dan tugas sekolah ku terlantu-lantu tak jelas..'' ucap Kiara
'' jadi kau menyesal menikah dengan ku Yang..'' tanya Kenan pada Kiara
'' menyesal sih.. enggak,, hanya saja, seperti apa ya..'' ucap Kiara bingung menjelas kan nya kepada Kenan
'' kalau memang menyesal bilang saja, aku tidak keberatan, apa kau mau lepas dari ku..'' ujar Kenan sudah mulai emosi
sudah lelah badan, di tambah Kiara mengucap kan hal yang tidak seharus nya di ucap kan, membuat kena. semakin merasa lelah segala nya
__ADS_1
'' kau ini bicara apa,, jangan asal bicara, kalau ujung-ujungnya membuat mu akan menyesal Kenan..'' ucap Kiara
'' kau sendiri tadi yang berucap, nikah muda itu tidak enak, apa lagi kalau bukan ke arah situ jalan pembicaraan mu..'' ujar kenan menatap marah ke arah Kiara
'' aku hanya berkata seperti itu, tidak seharus nya kau lanjut kan perkataan ku ke arah lain nya..'' ucap Kiara yang ikut emosi
yang awal nya Hanum sudah mulai tenang, kini harus melotot kembali mendengar suara ke dua orang tua nya yang beradu mulut
'' jangan pikir aku tidak sanggup mengurus Hanum sendiri Kiara,, aku sanggup mengurus nya..? jika kau ingin bebas seperti anak gadis lain nya..'' ujar Kenan lagi
'' susah memang berbicara pada mu, terlalu kaku, tidak mengerti bagai mana perasaan ku saat ini,..'' Sulut Kiara terbawa emosi dengan ucapan Kenan
'' jadi? kau mau cari yang tidak susah di ajak bicara begitu..? iya.. begitu maksud mu.?'' ucap Kenan menyudut kan Kiara
'' terserah kau saja Kenan,, bukan nya hilang strees ku, semakin bertambah stres saja aku ini, lama-lama aku nanti gantung diri.. biar kau tau rasa..'' ujar Kiara kesal kepada Kenan
bukan nya mendapat kan ketenangan berbicara kepada Kenan, malah sebalik nya, ia bertambah stres dan semakin kesal kepada Kenan
membuat Hanum semakin kencang menangis nya, bukan semakin diam, ia semakin kecang menangis di hadapan ke dua orang tua nya
'' biar kan saja, biar kau puas sekalian.. biar tidak ada lagi yang kau kekang..'' ucap Kiara meninggal kan Kenan begitu saja di ruang tamu
Kiara memilih untuk masuk ke kamar dan berbaring di kamar sekalian memberi asi kepada Hanum, agar Hanum tidak menangis kencang lagi
sedang kan Kenan, sangkin kesal nya iankepada Kiara, ia pun merebah kan tubuh nya di atas sofa, membuat kan pikiran nya berkecamuk di kepala
sedang kan Kiara kini menitih kan air mata sedih, di saat seperti ini, di saat ia sedang menahan kesal menahan segala beban pikiran nya, ia memilih menidur kan Hanum di sebelah nya
untung saja, Hanum dapat terdiam dan memilih menyusu pada Kiara, lama kelamaan karena lelah menangis ke dua nya pun tertidur,
pukul sembilan pagi, Kiara baru terbangun dari tidur nya, dan melihat Hanum masih terlelap di samping nya
'' anak mama masih tidur ya..'' ucap Kiara lirih
__ADS_1
ia pun memilih untuk membersih kan diri dan mengisi perut sebelum Hanum terbangun dari tidur nya
'' sini sarapan.. aku belikan Nasih Padang di depan sana tadi..'' ujar Kenan memberikan sebungkus Nasih di hadapan Kiara
Kiara hanya diam saja, ia berlalu ke dapur, mengambil piring dan juga sendok, tak lupa mengisi gelas minum nya
setelah semua ia bawa, dengan cepat ia mengambil Nasih pada di dekat Kenan, dan membawa nya ke kamar
'' mau kemana Yang..'' tanya Kenan ketika Kiara berlalu pergi dari dekat nya
Kiara tak menjawab sama sekali, ia masih kesal kepada Kenan, ia akan makan di dekat Hanum saja di dalam kamar
'' hemmm .... masih marah ternyata..'' ucap kena. menghela nafas panjang ketika Kiara memilih diam
sedang kan Kiara kini duduk di sofa kamar, ia memilih untuk tidak berkata sepatah kata pun pada Kenan, ia memilih diam seribu bahasa untuk memperluas sabar yang ia miliki
'' Alhamdulillah terisi juga perut ku..'' ucap Kiara meletakan sendok dan juga piring bekas makan nya di atas meja
" Yang.. aku mau berangkat ke kampus dan kerja seperti biasa nya, yang baik-baik di rumah ya..'' ucap Kenan mendekat ke arah Kiara
kiara hanya diam saja di saat Kenan berucap, ia memilih untuk tetap diam seribu bahasa kepada Kenan, kesal nya masih mengepul di kepala dan hati nya
'' salam dulu Yang..'' pinta Kenan kepada Kiara sambil menyodor kan tangan nya
Kiara tetap mengambil uluran tangan tersebut, namun Kiara tetap diam saja, Kenan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang, ia pun membiar kan Kiara tetap seperti itu
'' assalamualaikum..'' ucap Kenan
setelah kepergian Kenan, barulah Kiara menjawab salam dari Kenan
" waalaikumsallam... '' saut Kiara pelan setelah Kenan menjauh
...****************...
__ADS_1