
'' ada apa Yang..'' ucap Kenan muncul di ambang pintu kamar mereka
'' hu..hu..hu.. aku hamil lagi Kenan..'' ujar Kiara sambil menangis kencang
membuat Kenan yang berada di ambang pintu, menjadi terbengong, atas apa yang di ucap kan oleh Kiara
'' aku tidak salah dengar kan yang.'' tanya Kenan sekali lagi, memasti kan, apa kah pendengaran nya bermasalah.
'' tidak sama sekali, lihat ini..'' Kiara melempar kan tespek ke hadapan Kenan
membuat Kenan gelagapan, mengambil tespek yang di lempar kan oleh Kiara kepada nya
'' ya..Allah,, rezeki lagi..'' ujar Kenan mengelus dada nya
ia tidak menyangka, di usia muda begini, anak nya sudah bertambah lagi, dan akan menambah satu lagi
'' gimana ini, kamu udah janji, nggak akan buat aku hamil lagi,, nyata nya apa, aku hamil lagi.. hiks..hiks..'' ujar Kiara sambil menangis
membuat Kenan seketika mendekat ke arah Kiara yang menangis di tepian ranjang mereka
'' maaf Yang, aku nggak ada niat buat kamu hamil lagi, mana Kahfi masih setahun lagi..'' ujar kenan merasa bersalah pada Kiara
'' hu..hu..hu.. ini bagai mana, mana Kahfi dan Hanum sering bertengkar lagi..'' keluh Kiara pada Kenan
'' yang sabar ya sayang,, setelah lulus kuliah nanti, aku bakal bantu kamu di rumah, sampai kamu siapan di rumah, baru deh, aku berangkat kerja..'' ucap Kenan,
mencoba menenang kan kiara yang menangis tersedu-sedu, karena kehamilan ke empat nya
'' huuaaa....''
suara tangis kencang Kahfi menggema ke seluruh penjuru, sampai Kenan terkejut begitu juga dengan Kiara
'' ada apa hanum..'' kenan berlari mengejar suara Kahfi yang menangis
'' adek jatuh..'' saut Hanum singkat
sedang kan Kenan, hanya bisa geleng kepala mendengar pengakuan Hanum barusan kepada nya
'' apa nggak bisa jaga adek nya Hanum, sebentar aja deh.. tapi ini, kok? aduh.. adek nya sampai jatuh gitu sih..'' sungut Kenan menarik lengan Hanum bersama nya
Kenan membawa ke dua anak nya ke arah nya, dan masuk ke dalam kamar, semenjak Kiara memiliki dua bayi, Kenan selalu menyempat kan diri, membantu Kiara
seperti saat ini, Kenan membantu Kiara memandi kan ke dua bayi nya, walau pun kini Kahfi berusia satu tahun,
dan Hanum, berusia tiga tahun, namun, bagi Kenan, ke dua nya tetap lah bayi di mata Kenan,
hal yang paling sulit bagi Kenan, adalah, ketika anak mereka menangis secara bersamaan, membuat Kenan semakin pusing saja di buat ke dua nya
__ADS_1
terkadang Kenan, harus membawa Hanum ke kantor pabrik, untuk meringan kan beban Kiara di rumah
seperti hari ini, setelah Kenan kerepotan memandi kan ke dua nya, kini Kiara lah yang bertugas membajui dan memberi makan,
'' mana baju nya Yang, biar ku bantu..'' tanya Kenan, kepada Kiara
'' kamu mandi aja Yang, biar aku saja yang menyelesai kan nya..'' saut Kiara menoleh sejenak ke arah Kenan
'' gak apa ini, kamu nggak kesulitan kan..'' tanya kenan berhati-hati
'' udah.. kamu mandi aja, tinggal memakai kan baju aja kan..'' saut Kiara
membuat Kenan hanya mengangguk saja, ketika Kiara menyanggupi semua nya, kena pun menyambar handuk, lalu ke kamar mandi
seperti apa yang di ucap kan Kiara tadi, kini ke dua anak nya telah rapih dan harum, kini ke dua nya sudah terlapisi bedak yang sangat tebal
'' ayo.. sekarang giliran kalian berdua makan..'' ajak Kiara kepada ke dua nya
untung saja, saat ini Kahfi sudah bisa berjalan dengan lancar, Kiara tak lagi mengangkat dan menggendong nya seperti bayi lagi
Kiara menggandeng kedua nya keluar dari dalam kamar, menuju ke ruang makan, yang berada di dapur
'' aku mau ayam goreng mama..'' ucap Hanum mendongak kan wajah nya ke arah Kiara
'' oke.. tapi ada rasa pedas nya..'' ucap Kiara pada Hanum
dan mengambil kan satu potong untuk Hanum, Kiara memang membiasakan anak-anak nya makan dengan rasa pedas,
'' Kahfi juga mau..'' tanya Kiara menoleh ke kiri nya
'' mau mam..mam..'' ujar Kahfi,
dengan tersenyum, Kiara pun, mengambil kan Nasih ke pada Kahfi, dan membiar kan nya memakan makanan nya sendiri
Kiara tak pernah memanjakan ke dua nya, Kiara membiar kan ke dua nya makan sendiri, Kiara sudah mengajar kan ke dua anak nya untuk mandiri
dan tidak ke ketergantungan dengan orang lain, walau pun itu ke dua orang tua nya,
'' jatah makan papa mama nih..'' tanya Kenan sambil tersenyum ke pada kedua anak nya
'' papa ndak usah makan..'' saut Hanum
sedang kan Kahfi hanya mengangguk saja, ketika menyahuti perkataan sang kakak kepada nya
'' bagi papa nya sayang, gak boleh di makan sendiri..'' ucap Kiara mengajar kan ke dua nya
'' aku punya sedikit papa, sikit aja ya..'' ujar Hanum menawar kan kepunyaan nya pada Kenan
__ADS_1
'' papa mau banyak, gak mau sedikit .'' ujar Kenan terkekeh kecil
'' gak mau, ini punya Hanum..'' ucap Hanum, menyembunyikan piring nya ke samping, akan Kenan tak mengambil nya
'' Yang..'' peringat Kiara dengan nada tegas
'' cuma bercanda kok? yang? gak serius aku nya..'' ujar kenan cengengesan
'' cepat makan, jangan banyak tingkah, nanti keburu siang, mau ke kantor atau ke kampus..'' tanya Kiara melirik ke arah Kenan, yang menarik kursi tepat di depan Kiara
'' mau ke kantor Yang, mau cari pulus, biar bisa membuat semua keluarga kecil ku bahagia..'' ucap Kenan bergurau
'' bagus lah, aku senang banyak uang..'' ucap Kiara terkekeh kecil
membuat kena geleng kepala melihat tingkah Kiara,
'' Hem.. giliran duit aja, cepat?'' saut Kenan
'' biasa kali,, semua perempuan juga gitu..'' ujar Kiara sambil terkekeh
Kenan hanya mendengus kecil saja, begini lah keluarga mereka, hari-hari di jalani dengan ikhlas dan sabar
apa lagi kini Kiara tengah mengandung kembali, membuat pergerakan Kiara tak bisa terbentang jauh,
Kiara tidak mempermasalah kan hal itu, ia cukup bahagia melakukan rutinitas nya sebagai seorang ibu rumah tangga
bagai mana tak bahagia, mendapat kan suami yang selalu me ratu kan nya, bukan membuat nya seperti pembantu
Kiara, putri asuh atau putri angkat Hani dan juga Aldo, anak kandung Yudis dan Dania yang hilang, berujung menjadi menantu di keluarga Al Fatih
mendapat kan mertua yang sudah mengasuh nya sejak bayi, tak membuat Kiara kewalahan menyeimbangi dalam hal, menantu dan mertua
dan keluarga yang baik, membuat Kiara ketercukupan, menikah muda itu bukan lah hal yang paling menakut kan,
tapi, asal kan kita di tangan lelaki yang tepat, sedang kan menikah dengan usia matang, baru saja menikah, konflik sudah banyak berdatangan
dari keluarga sendiri, sampai ke ipar sampai ke mertua yang tak pada kita, dan ipar yang selalu ingin menguras isi kantong kita
namun Kiara tidak berada di posisi itu, Kiara cukup bahagia di buat oleh kenan,
pernikahan di usia muda, membuat Kiara bahagia, walau banyak rintangan yang menerpa rumah tangga nya,
namun semua itu, sudah terlalu, kini Kiara dan Kenan hidup.bahagia dengan anak mereka
dan sampai di sini perjalanan putri yang hilang,
jangan lupa bahagia semua....
__ADS_1
'' TAMAT ''
...****************...