Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#40


__ADS_3

Perusahaan yang dipegang oleh Willie sedang mengalami penurunan saat ini dan membutuhkan investor untuk menyuntikan dana pada perusahaan nya agar tetap berdiri kokoh


entah orang mana yang sengaja menggoyang kan perusahaan besar tersebut, yang masih di pegang oleh keluarga Nugraha


dua gadis yang berlarian setelah sampai di kota M dengan penerbangan cepat, mereka pun sampai tidak memberi kabar pada Queenara bahwa mereka kembali untuk melihat butik yang mereka amanahkan terbakar, entah karena apa penyebab kebakaran tersebut terjadi hingga menghanguskan sebagian yang tidak bisa terselamatkan oleh para karyawan di butik tersebut


Alexa dan lussy sampai pada butik dan mereka tercengang ketika melihat butiknya sudah hangus terbakar hanya tersisa papan tulis bernama butik jelly Bean


" bagaimana ini Lex , aku gak sanggup memberi kabar ini pada princess" Alexa pun sama tidak berani memberitahu kannya


,,


gadis yang sedang melakukan olahraga saat ini berhenti sejenak ketika melihat no id yang di percaya untuk memantau segala macam, seperti perusahaan, restoran, mall dan butik yang kini sedang mengalami kebakaran,


dret


dret


dret


bunyi ponsel yang ada di lengan kiri Nara yang sengaja di pasang di sana untuk memudahkan saat ada yang terdesak, pernah ia tak membawa ponsel ketika latihan atau olah raga,


" hallo tuan "


" Hem "


" butik tuan terbakar "


" apa penyebabnya "


" seseorang dengan sengaja memutuskan kabel listrik dan memberinya air, hingga mengakibatkan konsleting listrik tuan "


" dapatkan dia "


" sudah tuan "


" baik, aku segera kembali "


panggilan pun terputus, Nara langsung keluar dari tempat olahraga, saat keluar ia melihat mommy nya sedang menuju kearahnya


" morning sayang "


" morning too mom " tidak lupa nyonya sland mendaratkan kecupan pada dahi Nara dan juga pipinya


" udah selesai "

__ADS_1


" udah mom, Ara akan kembali ke kota Ara "


" kenapa , apa Ara sudah bosan disini " Queenara menggeleng,


" tidak mom, tapi ada masalah di sana "


" baik lah , kapan Ara kembali, "


" sekarang " nyonya sland dengan wajah sendunya tidak merelakan putri angkatnya kembali dengan cepat ,


dua orang wanita berbeda generasi pun berjalan beriringan,


" mommy kan bisa maen kesana "


" tapi mommy gak mau bikin mereka sedih "


" siapa "


" nyonya Sinta "


" hah" Nara menghela nafasnya, kenapa mommy nya jadi begini, biasanya juga antusias kalo di suruh kesana


" tidak akan mom, mereka orang baik , sama seperti mommy dan juga Daddy,"


Nara mengangguk memberi pengertian pada wanita yang sudah setengah baya ini, yang gampang sedih ketika di tinggalkan


" Ara bersiap dulu mom "


" baik lah, mommy keluar dulu " baru sampai pintu untuk keluar nyonya sland baru ingat, ia datang ke tempat adanya untuk memanggil mengajak sarapan bersama, malah di ajak kekamar dan pamit ingin pulang


" ya ampun " menepuk kening sendiri


" kenapa mom, jangan suka memukul kepala mommy sendiri, nanti kegeser otak mommy "


" hah " memelototi Nara yang mengejeknya" dasar anak ini ya " nyonya salon pun kembali dan menjewer kuping Nara


" aduh mom ampun " sampai tertawa


" anak siapa sih ini "


" anak orang mom "


ha


ha

__ADS_1


ha


" mommy udah, udah mom ha ha ha mommy stop ha ha ha, " setelah mendapat jeweran dari ibu angkatnya , berlanjut Nara di gelitikin hingga mengeluarkan air mata nya


" udah iya udah , ampun Ara minta ampun " dengan nafas yang sudah ngos-ngosan


" sini , kasian anak mommy " membangunkan Nara dari atas kasur dan memeluk Nara kembali mengusap air mata yang berada di ujung mata Nara yang hampir tumpah


" mommy sih " dengan cemberut


" maaf kan mommy " memegang kedua wajah Nara dengan air mata yang sudah mengambang di pelupuk matanya


" kita sarapan dulu, biar sehat, jaga keseimbangan"


Nara tersenyum lembut pada wanita yang berada di hadapannya


akhirnya dua orang beda generasi itu pun menyelesaikan acara bermainnya dan menuju ruang makan yang sudah tertata rapih makanan diatas meja, dan tempat duduk yang lengkap di tambah gadis berwajah tirus


" good morning Daddy, kak " mengecup pipi para lelaki


" morning too sayang " ucap setempat Demian dan juga tuan sland


gadis yang sedari tadi duduk di bangku yang berdekatan dengan wanita tua dan juga anak kecil, sedang memandang Nara dengan tatapan rasa irinya dan juga kesedihannya


" pagi bibi, Ardi ,kak " dengan lancarnya Nara mengucapkan kata kak pada nira, biasanya hanya dia, yang di pakai memanggilnya


" pagi juga Kakak cantik " jawab Ardi yang terpesona dengan mata yang ada di kelopak Nara" kakak pakai softlens lagi "


" ini bukan softlens, tapi memang warna mata kakak begini "


" kok beda ya sama kak Ira " Nara hanya tersenyum tidak ingin melanjutkan atau menjawab pertanyaan bocah yang hampir mirip wartawan kalo sudah bertanya


" makan dulu Ardi " ucap wanita tua tersebut


akhirnya mereka pun makan dengan khidmat dan hanya suara dentingan sendok yang beradu pada piring


bersambung


assalamualaikum warahmatullahi πŸ™


mohon dukungannya untuk author ya, supaya bisa up terus


biar otak author bisa bikin yang lebih seru lagiπŸ€—πŸ€—


terimakasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2