
'' selamat ya..pak, anak bapak terlahir sehat dan berjenis kelamin laki-laki..? ujar dokter yang membantu Kenan
Kenan tersenyum senang, ketika menyambut keluarga baru nya, ia tidak menyangka, akan di beri kepercayaan lagi pada yang kuasa
'' terima kasih sayang, telah memberikan aku pangeran kecil, harta ku telah lengkap sudah..'' ujar Kenan mengecup kening Kiara
tak ada hal yang paling bahagia bagi Kenan, ketika mendapat kan kabar tentang kelahiran hang lancar,
anak yang sehat, istri selamat dari berjuang nya, melewati masa-masa sulit, antar hidup dan mati, mempertaruh kan nyawa
demi si buah hati tercinta mereka berdua, yang telah di amanah kan untuk mereka,
'' aku tak akan membuat mu hamil lagi, ini saja sudah cukup bagiku...'' ujar Kenan sedikit takut akan perjuangan Kiara
Kiara hanya bisa tersenyum lemah saja, ketika Kenan berucap demikian,
bagi Kiara, tak ada wanita yang paling bahagia di dunia ini, selain suami yang menyayangi istri nya,
suami yang pengertian pada istri nya, dan suami yang memberikan kasih sayang penuh kepada istri nya, dan mau membantu kesulitan sang istri
bukan melulu menjadi kan babu di dapur, dan menjadi kan tukang laundry atau sebagai Beby sister di rumah, atau juga, tukang klening serpis di rumah
bagi Kiara, Kenan adalah suami yang sangat menyayangi nya, walau pun terkadang sikap dan sifat Kiara di luar nalar,
namun Kenan selalu meminta maaf lebih dulu, walau Kiara tau, Kenan tak bersalah sama sekali
'' kalau aku nanti hamil lagi, bagai mana?'' ujar Kiara lirih
'' tidak akan,, aku menjamin itu..?'' janji Kenan bersungguh-sungguh
'' hemm.. aku pegang janji mu..?'' ucap Kiara menatap ke arah Kenan
setelah semua nya berjalan lancar, baru lah keluarga Kenan dan juga Kiara di perboleh kan masuk,
walau hanya ada opa dan Oma nya saja, karena kedua orang tua mereka sedang dalam perjalanan
setelah Kenan mengazan kan putra nya, membantu Kiara membersih kan diri, dan membenahi Hanum
kenan kembali ke sisi Kiara yang masih terbaring lemas,
__ADS_1
'' makan yang banyak, biar bisa buat anak lagi..?'' celetuk Oma Ella
'' Oma.. ini ngomong apa sih,, baru aja keluar, di suruh buat anak lagi.. masih sakit Oma.?'' sungut Kiara
membuat Oma dan opa yang lain nya menertawa kan Kiara, yang besengut, karena ulah Oma Ella, yang menjahili Kiara
****
beberapa hari telah berlalu, tak terasa,nkini Kiara sudah berada di rumah, menjalani rutinitas nya seperti biasa
menyandang status ibu dua anak, membuat Kiara sedikit kewalahan menghadapi ke dua anak nya
'' Yang,, Hanum nya ini, aku mau menyusui Kahfi ini..?'' ujar kiara, menyuruh Kenan mengambil alih Hanum
'' bidadari cantik papa, main sama papa yok.. mama lagi kasih adek nya makan..?'' bujuk Kenan
'' nggak mau,, buang aja adek nya, Hanum nggak mau punya adek..?'' ujar Hanum tak mau beranjak dari sisi Kiara
'' ada aja, kenapa adek nya di buang, papa capek loh itu buat nya..?'' ucap Kenan kepada Hanum
'' apa sih kamu Kenan, ucapan mu itu tak pantas di dengar anak kecil..'' tegur Hani yang baru masuk membawa makanan untuk Kiara
'' lebih baik kamu bawa itu Hanum, kasih kan sama bunda, sama eyang nya..?'' perintah Hani pada Kenan
'' di mana eyang nya ma, bukan nyabtasi sama mama..?'' ujar Kenan kepada Hani
karena setau nya, bunda dania tadi bersama dengan Hani, berada di dapur
'' ada di halaman belakang, biar si kecil mama yang pegang, selagi Kiara makan.?'' ucap Hani lagi
Kenan hanya mengangguk mengiyakan apa yang di ucap kan oleh Hani, Kenan memaksa Hanum untuk pergi bersama nya, karena Kenan takut, Hanum akan memukul sang adek
Kiara sejenak terpaku melihat Hani, betapa sayang nya Hani kepada diri nya, tidak seperti mertua pada umum nya,
dan tidak seperti mama angkat pada umum nya juga, yang terkadang membenci anak angkat nya, atau membenci perilaku menantu nya
'' ma.. terima kasih ya.. telah merawat ku dari kecil, sehingga aku sudah punyak anak pun, mama masih mau merawat ku, aku.. aku tidak bisa membalas semua jasa mama yang telah membesar kan ku hingga saat ini..?'' ujar Kiara sendu
'' ngomong apa sih kak,, kamu itu anak mama, walau apa pun status nya, kamu tetap anak mama..'' kekeh Hani
__ADS_1
'' aku bukan anak kandung mama, tapi? kenapa mama begitu baik dan sayang pada Kiara,, Kiara tidak pantas sebenar nya menerima ini semua,.? ujar Kiara sambil menahan air mata nya, agar tidak terjatuh
'' eh.. ada keharuan apa ini, apa kah bunda kurang tepat waktu, di kala masuk..?'' ujar Dania melihat kiara dan Hani sedang berpelukan satu sama lain
'' bunda..?'' panggil Kiara pada Dania
'' eh.. ada apa sayang.?' saut Dania mendekat ke arah Kiara
'' terima kasih juga bunda, atas kasih sayang nya..?'' ucap Kiara pada Dania
'' seharus nya, bunda yang berterima kasih pada mu, telah menerima bunda di kehidupan mu, karena bunda dulu teledor, sampai bunda kehilangan mu..?'' ujar Dania menghapus air mata nya yang sudah mengalir tanpa di minta
'' bunda tidak tau, kalau sampai kamu berada di tangan orang lain, mungkin bunda akan terus kehilangan putri bunda, kamu adalah putri yang hilang bunda..'' ujar Dania sendu
'' terima kasih ya.. mbak, telah merawat putri ku sampai besar begini, aku saja bagai kan mimpi, ketika Yudis mengatakan, bahwa putri kami masih hidup, bagai tersambar petir hati ini, ketika mendengar putri kami telah di temukan... serasa mimpi, tapi nyata, dan aku sangat berterima kasih, kepada keluarga mbak Hani, yang telah menyayangi Kiara melebihi apa pun..?'' ucap Dania
membuat ketiga wanita yang ada di kamar, saling memeluk satu sama lain dan menangis haru
***
Hari-hari telah berlalu, kini bayi Kahfi, telah tumbuh menjadi seorang pemuda kecil yang tampan
.bagai mana tidak, wajah yang tampan, kulit yang putih bibir yang mungil, perpaduan antara kena dan Kiara, namun, lebih banyak ke arah Kiara,
membuat Kahfi, begitu tampan dan rupawan,
'' adek sana, kakak gak mau dekat sama adek..'' usir Hanum pada Kahfi
membuat Kahfi terdorong ke samping, dan terjungkal jatuh ke lantai
'' Hanum,, jangan sayang, kasian adek nya, adek nya masih kecil loh itu, kalau gak ada adek, Hanum Main nya sama siapa..?'' tegur Kenan lembut
'' ada Mbak Nina kok? pa..'' sautan enteng Hanum, membuat Kenan menghela nafas panjang
'' ya..ampun Hanum, ini adek nya loh, nggak boleh gitu sama adek nya, yang sayang sama adek nya itu loh..?'' ujar Kenan menasehati Hanum
'' kenaaan....'' teriak Kiara dari dalam kamar, mengejut kan ketiga orang yang ada di ruang tamu
'' eh... ada apa dengan mama mu itu, kalian tunggu di sini, papa mau melihat mama mu sebentar ya.. Hanum, jaga adek nya dengan benar ya..'' pinta Kenan, berharap Hanum mau menjaga Kahfi dengan benar
__ADS_1
...****************...