
'' apa sih.. aku hanya ingin lebih dekat saja dengan nya.. kau ini siapa sih.. datang-datang bikin kacau saja..'' ujar Winda menatap Kiara dengan wajah kesal nya
'' tidak boleh.. dia hanya boleh dekat dengan ku, kau jangan coba merayu? kau tidak ada hak sama sekali dengan nya..'' dengan sadis, Kiara menancap kan garpu nya ke salah satu bulatan bakso yang ada di mangkok milik Kiara
membuat Kenan membuang muka, ia sedari tadi ingin menertawa kan sikap posesif Kiara kepada nya, ada rasa bangga di hati Kenan, karena Kiara mulai membuka kan hati untuk nya
sedang kan winda? tentu saja ia terkejut denga. garpu yang menancap kuat di bakso milik Kiara, bukan tancapan bakso nya yang membuat Winda terkejut, namun cara Kiara yang membuat Winda terkejut
'' kau seperti bukan gadis saja..'' komentar Winda menatap aneh Kiara
'' lalu? kalau aku bukan gadis, apa nama nya..'' lirikan mata Kiara tertuju pada Winda
berlama-lama di satu bangku dengan Kiara membuat Winda kesal, sedang ka Kiara berusaha untuk tetap tenang, sebenar nya Kiara sudah ingin meluap kan emosi nya sedari tadi, namun Kiara masih menutupi nya dengan senyum o
palsu yang ia miliki
'' ayo pulang..'' ajak Kiara seketika kepada Kenan
Kenan yang di ajak pulang pun memaling kan wajah nya ke arah Kiara, yang tampak terlihat kesal dan marah,
'' yakin mau pulang ini..'' gurau Kenan
membuat mata Kiara membola langsung, ingin rasa nya Kiara menelan hidup-hidup Kenan sekarang juga, kalau tidak memikir kan ia akan menjadi janda, mungkin saat ini Kenan sudah menjadi bulan-bulanan Kiara
"' jadi? kau mau tetap bersama dia nya... begitu.?" sentak Kiara, tepat di wajah Kenan, membuat Kenan kaget seketika
" iya.. oke.. kita pulang..?" ajak kenan cepat
marah nya Kiara membuat Kenan sedikit takut dan sekaligus senang, seperti ada bunga yang beterbangan di hati kenan, ketika Kiara cemburu pada nya
" besok kalau ada waktu.. boleh lah.. Kita belajar bersama.." Winda menyempat kan diri untuk berkata demikian di hadapan Kiara
" dia nya tidak ada waktu, belajar lah.. sendiri, agar kau lebih pintar lagi..? ujar Kiara membuat Winda kesal setengah mati
__ADS_1
" yang cepat jalan nya, lama sekali... sengaja ya.. menunggu gadis ganjen itu..?" ucapan Kiara begitu pedas di dengar,
membuat Kenan menghela nafas dalam, ketika Kiara akan marah, maka dampak nya, seisi rumah akan kena imbas nya
apa lagi, entah akan sampai kapan Kiara akan begini, kenan sudah cukup Pasih dalam hal Kiara yang marah tidak jelas
" ngomong apa sih yang.. seneng kali apa kalau aku berdua dengan nya..?" ucapan kenan me.buat Kiara semakin murka
" apa? coba di ulang lagi..?" Kiara berbalik badan menghadap ke arah Kenan, sambil melotot kan mata nya
" gak ada yang.. kamu cantik... imut lagi.. makin tambah cinta deh..?'' ujar Kenan mengambil hati sang istri, agar Kiara tidak melanjut kan sesi marah nya pada nya
''ayo pulang, aku mau melihat pembukuan kafe hari ini, ada yang tidak. beres dengan pembuan nya..?'' ketus Kiara
membuat Kenan hanya bisa geleng kepala saja, melihat Kiara yang sudah terlanjur emosi,. mau di apa kan pun, Kiara akan tetap emosi sendiri, sampai emosi nya. anti mereda
Dengan cepat kenan mengeluar kan mobil nya yang terparkir di parkiran kampus, kini ia melaju kan mobil nya ke rumah mereka yang berjarak beberapa meter saja dari kafe,
'' tidak? aku mau ke kafe, ada yang aneh dengan pembukuan nya..?''
'' aneh bagai mana sih..'' ujian Kenan menatap Kiara sedikit heran
'' pembukuan nya tak sama, dengan yang ada sama papa.. kayak nya ada yang mencoba main-main dengan kafe itu..?''
'' wah.. gak bisa di biar kan itu yang.. ya.. sudah.. lah.. kamu urusin itu lebih dulu, nanti setelah itu, kita cek pembukuan pabrik dan hotel juga,
'' sedari semalam, perasaan saya tidak enak, apa yang akan terjadi ya.. ?'' ungkap kiara tiba-tiba
'' tadi marah? sekarang malah seperti orang yang hendak menangis..?'' komentar Kenan
'' aku mau berangkat ke kafe Kenan, kau masih lama akan ke pabrik nya..?' merasa tidak dapat jawaban nya, Kiara menoleh ke arah Kenan
'' ah.. sudah lah.. lebih baik aku pergi sekarang juga..?'' mengabai kan Kenan yang sedang melihat ponsel nya, Kiara berjalan ke arah depan dan berjalan ke arah pintu samping yang langsung terhubung ke arah kefe
__ADS_1
'' kenapa..?'' tanya Kiara begitu tiba di area kafe.. melihat banyak orang yang tengah berkumpul,
bukan nya mendapat kan jawaban, Kiara malah di abai kan begitu saja oleh para karyawan yang tengah mengepung meja kasir
namun bukan nya pengunjung yang sedang berkumpul, melain kan para pekerja kafe yang sedang berkumpul di kasir dan saling berbisik satu sama lain
lama Kiara berdiri di belakang mereka sambil menunggu jawaban dari salah satu dari mereka, namun Kiara tetap tidak mendapat kan apa pun, membuat Kiara menghela nafas panjang
'' kenapa tidak bekerja, apa jam kerja sudah habis..?'' tanya Kiara menatap satu persatu karyawan kafe sang papa
'' eh..buk bos muda..?'' betapa terkejut nya mereka ketika melihat wajah Kiara tengah menatap mereka satu persatu
'' tidak ada yang bisa menjelas kan ini dengan saya..?'' ucap Kiara menatap semua nya jengah
" anu.. buk bos muda.." dengan gugup salah satu karyawan untuk menjelas kan apa yang ingin ia sampai kan
" anu apa.? kalau berbicara itu Yang benar jangan sepotong-sepotong begitu.." ucap Kiara menatap tajam ke arah karyawan yang seperti orang yang tidak tau apa pun
" itu buk bos,, tadi ada peristiwa, ada orang yang keracunan meminum kopi buk bos, sekarang lagi di bawa ke rumah sakit terdekat, agar mendapat kan pertolongan pertama.." dengan rasa gugup setengah mati, pelayan pria itu berucap
" jadi bagai mana, aduh.. mana gelap lagi..?
" apa nya yang gelap mbak.. semua nya terasa terang begini juga... loh.."
Sofi menatap Kiara ke bingungan. sendiri, padahal Kiara hanya bergurau saja, karena ia telah di abai kan sejak tadi
" kau yang gelap, sejak tadi aku mengajak kalian berbicara, namun kalian hanya diam saja.. membuat ku kesal dan pegal..? ucap Kiara menatap sinis ke pada semua nya
" maaf buk bos, kami tidak mengetahui jika ibu ada di sekitar kami.." ujar mereka semua serempak, Kiara hanya bisa menghela nafas dalam-dalam menghadapi karyawan sang papa
" sudah lah, abai kan saja, sekarang kalian kembali bekerja seperti semula.. oh iya Dimas, saya mau pembukuan dari dua tahun terakhir ini ya..?" pinta Kiara pada dimas
...****************...
__ADS_1