
" oh " Nara berjalan membawa piring kotor milik nya dan milik yang lain ke wastafel,
" biar kan saja, nanti aku yang bereskan "
" tidak apa , aku sudah biasa, kasian bibi yang disini sudah pada cape masakin, kamu lanjutin ajj makannya , sayang nanti nasi nya nangis hi hi hi " berjalan kembali ke wastafel untuk mencuci piringnya sembari cekikikan,
" kamu kenapa ketawa gitu "
" ah , gak apa apa " padahal Nara sedang membayangkan bagaimana jika ia mengucapkan nasi bisa nangis , kan aneh pikir Nara sedari tadi makanya tertawa pelan seperti orang gila saja
" aku udah selesai, "
" udah habis "
" nih " nira menunjukan piring yang sudah kosong , memang saat tadi sebelum habis hanya tinggal berapa sendok lagi jadi gak butuh waktu lama buat ngabisin makanan nya
Nara mengambil piring kosong dari tangan nira yang sudah berdiri di samping wastafel untuk mencuci piring bekas sendiri, tapi malah di ambil sama nira
" Loh loh ,kok di ambil "
" biar sekalian basah tangan nya " sembari tersenyum manis pada nira , sedang kan nira melongo melihat senyum manis milik Nara yang hanya cekung sebelah, kok bisa ya ,pikirnya
" hello ,,," sedari tadi Nara memanggil manggil nama nira tapi tidak di jawab
" kenapa kau "
" ah apa " baru tersadar ketika di toel pundaknya oleh sang adik
" Oya aku pergi dulu ya, nanti bilangin ke bang wilLie sama yang lain, aku pulang kerumah "
" tadi kamu bilang mau ke temu temen " bertanya dengan kebingungan, pasalnya memang tadi mau bertemu teman, kok sekarang berbeda, padahal itu hanya alasan Nara agar tidak di cari oleh Abang nya yang terlalu posesif jika sudah ada di hadapannya apa lagi tau pergi gak bilang
" udah, bilang ajj begitu, nanti aku bawain sesuatu "
" apa itu " dengan antusias nira merespon ketika akan di bawakan sesuatu
" iihh, giliran itu ajj nomor satu " dengan lirikan seperti musuh yang sinis, tapi bukan maksud Nara begitu ya, tapi Nara memang wataknya begitu jika sudah bersama orang yang tersayang, jangan sampe ada yang tersinggung dengan sikap Nara
__ADS_1
" he he he , kan gak tau apa yang mau kamu bawain "
" nanti kalo mau pulang , tak tlp biar nanti enak mau apa ap nya"
" emang mau kemana "
" kota Z"
" mau ke mommy". Nara menggeleng " terus kemana kalo tidak ke mommy "
" di bilangin mau bertemu teman lama , ish sebel deh " mendengus kesal pada Kakak nya yang sebelas dua belas dengan diri nya yang sedikit rada kalo di tanya,
semenjak Nara meninggalkan nira di mansion bawah tanah milik keluarga sland, ia memang sudah di anggap anak oleh nyonya slan dan tuan sland meski berbeda dengan Demian yang hanya biasa saja,
" aku pergi dulu, jangan lupa bilang ke Abang begitu "
" iya " dua anak gadis yang berbeda penampilan yang saling sahut menyahut dengan teriakan, pelayan dan para bodyguard yang sedang bekerja hanya mampu melongo, ketika melihat orang yang sama tapi berbeda penampilan
Nara yang tidak jauh dari pakaian kebesarannya yang hanya memakai Holdie dan celana street yang sobek di bagian paha dan lututnya saat keluar, berbeda dengan nira yang hanya memakai pakaian feminim yang memakai dress panjang selutut dengan rambut yang lurus , menampilkan gadis yang benar benar polos, meski Nara sama polosnya tapi berbeda sedikit dari nira sama Nara
***
data nama milik Queenara memang di sembunyikan dari kecil oleh keluarganya, sehingga orang tidak akan tahu siapa queenara sebenarnya hanya orang yang mampu menembus pertahanan data milik Queenara adalah yang memiliki hacker yang benar benar bisa membobol data tersebut,
saat pria itu pulang dari rumah singgah milik Queenara ia hanya mampu uring uring-uringan, ketika mengingat orang yang sudah menjahit luka tembak dan sayatan saat dulu di tolongin
tok
tok
tok
" tuan " sang asisten memanggil nama sang tuan yang masih betah di alam mimpi,
pria yang di panggil tidak mendengar kan ketukan yang sudah berkali kali di ketuk oleh sang asisten
" tuan "
__ADS_1
tok
tok
tok
asisten tersebut tidak berani jika memasuki kamar milik sang tuan, asisten tersebut pun akhirnya mendesah berat
" mending lihat berkas dulu. sebelum tuan bangun "
sudah berminggu Minggu mereka tinggal di kota tersebut hanya untuk mencari seseorang yang ia ingat dan tahu hanya nama dan matanya, tidak dengan wajahnya
akhirnya asisten tersebut kembali keruang kerja dimana berkas berkas menumpuk kala mereka meninggalkan kota M dengan setumpuk berkas yang belum di tanda tangani oleh tuannya
**
gadi berwajah Chaby sudah mendarat dengan sempurna di kota Z, saat keluar dari bandara sudah di sambut oleh bawahannya yang memang selalu menjadi orang lain, ketika mereka tahu sang tuan akan kembali ke kota tersebut mereka pun berkumpul dan membagi tugas mereka untuk berjaga dan lain sebagainya
" selamat datang kembali tua " sang pengawal bayangan datang menghampiri tuannya
" hhmm, dengan memakai kacamata hitam dan baju kebesaran , Nara berjalan dengan anggun seperti model tapi memiliki aura pemimpin yang sangat sangat tegas
meski Nara masih berusia baru genap 20 tahun tapi sudah memiliki usaha sendiri di berbagai bidang yang di kelola oleh para bawahannya
pengawal bayangan tersebut membukakan pintu mobil dan Nara masuk kedalam saat baru memasuki ia terkejut kala melihat dua gadis remaja anteng duduk di belakang mobil dan hanya cengiran yang di dapat oleh Nara
" kenapa kalian ikut "
" kami hanya ingin menjemput mu ka "
" bukan berarti kalian ikut satu mobil juga " dua gadis remaja tersebut mengerucut kala dapat Omelan dari sang tuan
" kita kemana tuan "
" markas Sili "
" baik "
__ADS_1
mereka pun pergi dari bandara dengan mengendarai mobil Jeep anti peluru dan tahan jika untuk menanjak ke pegunungan
bersambung