
Nara hanya mengangguk mengerti , tapi tujuan Nara menyusup kemari dan menyamar adalah untuk mencari tahu di mana keberadaan saudara kembarnya
" apa kamu mau ke kota Z" tanya Nara
anak yang berusia sepuluh tahun itu berbinar kala mendengar kota Z
" aku ingin ka, tapi" mengangguk dan bicara pelan dengan wajah sendu
" tapi apa??"
" tapi ,,, " masih berfikir untuk mengucapkan kata kata dan keinginannya menuju kota Z dari dia kecil
" ada apa, apa tidak boleh pergi kesana"
anak itu hanya menggeleng " bukan, hanya saja kami tidak bisa kesana jika kami tidak bersama kakakku juga" dengan wajah yang menunduk sedih
Nara pun menangkap raut wajah anak yang masih berusia sepuluh tahun itu.
tidak ingin meninggalkan kakak nya, tapi ingin mendatangi kota Z
" apa kamu tahu di mana tempat orang jahat itu" anak tersebu mengangguk
" oke, mmmhhhh tapi kita belom kenalan, nama kamu siapa?" menjulurkan tangannya untuk berjabat sebagai tanda bahwa ia mengenalkan namanya
" kenalin aku Rara" sambil tersenyum kepada anak kecil tersebut
" naa--ma aa--ku Aldi" merasa gugup saat ditanyai namanya,
__ADS_1
" tidak buruk" bergumam pelan bahkan yang menyebut nama Aldi pun tak akan mendengar nya karena sangkin pelannya
seorang wanita paruh baya itu pun akhirnya bangun setelah sehari sehari tidak sadarkan diri
mengerjapkan matanya dan mengedarkan pandangannya pada sekeliling gubug nya yang masih sama dan sepi, wanita tersebut pun hanya menunduk sedih, air mata yang sedari tadi di bendungnya jatuh tak permisi
" hiks hiks hiks, kenapa nasibmu malang non hiks, kemana harus aku membawamu lagi, ibu tua ini sudah tidak sanggup berlari lagi" menangisi orang yang telah di bawa oleh para pemberontak
tapi di balik gubuk yang di sekat hanya selembar kain yang menutupi dirinya dari orang yang ada di dalam yang sedang menangis sesegukan
" non" ucap Nara dalan hati, dan hatinya merasa sangat familiar saat mendengar suara tersebut
Aldi yang notabene nya adalah anak wanita tersebut pun mendatangi ibunya yang sedang menangis, Nara hanya diam di balik kain
" ibu,, jangan sedih ya, nanti kita cari cara lagi agar kakak bisa keluar dari sana" ucapnya untuk menenangkan wanita tua itu
" itu pasti Bu, " menggenggam tangan ibunya dan saling menguatkan satu sama lain agar tidak ada yang merasa sedih
wanita tersebut pun mengusap air mata yang mengalir di pipi nya dan bertanya pada ank laki laki yang ada di hadapannya yang sedang menggenggam erat tangan kirinya
" oy, ko ibu bisa disini, " bertanya
" ada orang yang menolong kita Bu, mungkin orang itu juga sama seperti kita" ujarnya
wanita itu pun hanya mengerutkan alisnya , dan berfikir(apakah ada orang lain lagi disini)
segera mengubah wajah yang tadi habis menangis sekarang menjadi wajah yang agak panik dan khawatir
__ADS_1
" ada apa Bu, "
"ah, tidak ada apa apa"jawabnya dengan gugup
" kenapa ibu terlihat khawatir dan panik"
" ah itu ibu takut orang jahat itu yang menolong " kilahnya
" dia bukan orang orang mereka Bu, tapi seperti orang baru datang kesini"
wanita itu pun hanya mengangguk kecil, tidak mau berpikir lebih jauh lagi sebelum dia bisa mengembalikan dan menyampaikannya pada seseorang
" apa ibu mau bertemu dengan kakak tadi yang menolong kami Bu"
" MMM" mengangguk dan tersenyum" panggilkan"
Aldi bangun dari kursi yang reot dan berjalan menuju keluar untuk memanggil orang yang tadi telah menolongnya, baru Inging mengucap kata, melihat tempat duduknya kosong tidak ada orang
" kemana si kakak tadi,"? berjalan mencari nya tapi belom juga jauh dri gubuk melihat orang yang tadi menolong datang membawa roti dan air minum, tidak lua ia menyeret kakinya
" kakak dari mana" Aldi berjalan dan membawakan bawaan yang di bawa oleh Nara dan membantu agar bisa mengimbangi jalannya
" terimakasih" tersenyum cerah saat mendengar orang yang mengucapkan terimakasih padanya
" Sama sama kak"
dua orang yang berbeda gender dan beda usia itu berjalan beriringan menuju gubuk dan langsung masuk kedalam untuk menyapa wanita tua yang berada di kasur kapuk yang sudah lumayan mengeras
__ADS_1
bersambung