
'' Kenan... aku kayak nya demam deh..'' ucap Kiara dengan nada manja
Kenan yang pokus dengan buku pelajaran nya menoleh sejenak ke arah Kiara, lalu ia mendekat kan telapak tangan nya ke kening Kiara
'' iya.. kamu demam..'' ucap Kenan cukup terkejut dengan kondisi tubuh Kiara yang panas tinggi
Kenan melirik jam dinding yang ada di ruang tamu, ini cukup malam, jika ia harus membawa Kiara kerumah sakit,
''' udah jam sepuluh, apa mau ke rumah sakit aja...'' tanya Kenan sedikit khawatir dengan kondisi tubuh Kiara yang berubah-ubah
'' gak mau,,, aku mau tidur aja...'' ucap Kiara lesu
'' ya.. sudah,, ayo tidur biar aku temani..'' ajak Kenan membenahi buku pelajaran nya, memasuk kan. nya ke dalam tas m
setelah membenahi buku nya, Kenan pun mulai membawa Kiara ke dalam kamar mereka, ia membantu Kiara untuk berbari di atas ranjang
melihat Kiara yang menahan rasa panas, membuat Kenan iba, ingin rasa nya Kenan mengganti kan posisi Kiara saat ini, namun apa boleh buat, mana mungkin itu bisa terjadi
setelah memasti kan Kiara tertidur pulas, Kenan perlahan menuruni ranjang, ia berlalu ke dapur untuk mengambil mangkuk dan handuk kecil, ia akan mencoba mengompres dahi Kiara
'' cepat sehat ya..sayang .'' ujar Kenan sembari mengganti air kompresan nya
sampai jam dua pagi, Kenan masih setia mengompres kiara, namun sayang, bukan nya mereda, membuat kenan bertambah khawatir
kenan mencoba memberikan Kiara pelukan hangat nya, menukar suhu tubuh nya kepada Kiara, berharap suhu tubuh Kiara menurun
pagi hari, ketika Kenan membuka mata, ia melirik ke samping, di mana Kiara masih tertidur di samping nya
perlahan Kenan mencoba memegang kening Kiara namun demam nya tak kunjung mereda, membuat Kenan panik, ia pun bergegas ke kamar mandi membersih kan diri
setelah itu, Kenan perlahan membangun kan kiara, di rumah ini hanya mereka berdua saja yang ada, tidak ada art atau pun yang lain
'' sayang bangun,, ayo aku antar ke rumah sakit..'' ujar Kenan lembut membangun kan Kiara dari tidur nya
'' hhmmmm.....'' Kiara bersehem sambil menggeliat kan tubuh nya yang terasa sakit
'' bangun sebentar, ayo biar di antar ke rumah sakit..'' ucap Kenan lagi
membuat Kiara perlahan membuka mata nya menatap Kenan yang ada di samping nya,
__ADS_1
'' aku gak mau ke rumah sakit, mau minum obat nya aja..'' ujar Kiara
'' gak ada penolakan, kamu harus ke dokter pagi ini juga..'' tegas Kenan yang melihat Kiara begitu kasian menahan rasa panas di tubuh nya
kenan pun memaksa Kiara ke kamar mandi hanya untuk sekedar membasuh wajah nya saja, dan setelah itu ia pun memapah Kiara ke mobil
tak butuh waktu lama, kini kenan menunggu antrian, walau pun tidak terlalu banyak, karena masih pagi
'' kepala ku sakit banget..'' keluh Kiara pada Kenan
kenen yang mendengar itu pun membawa kepala Kiara agar bersandar di bahu nya, namun tak berapa lama, nama Kiara pun di panggil
'' urutan lima, ibu Kiara Tasya..'' ujar suster menyebut kan nomer urutan Kiara
'' ayo Yang... nama kamu sudah di panggil tuh..'' ujar Kenan membantu Kiara berdiri
'' hmm...''
Kiara pun ikut apa yang Kenan ucap kan, ia mengikuti langkah kaki Kenan yang membawa nya masuk ke ruang dokter
'' apa keluhan nya dek..'' tanya dokter muda yang menangani Kiara
dokter pun menganjur kan Kiara untuk berbaring di ranjang pasien, dokter tersebut pun memeriksa kondisi Kiara, ia sejenak terdiam, lalu ia menatap Kenan sebentar, lalu memeriksa Kiara kembali
'' apa kah ini istri anda, atau kakak nya..'' tanya dokter tersebut setelah memeriksa Kiara kepada Kenan
'' istri saya dok... ada penyakit yang membahaya kan kah..'' ujar Kenan menatap serius ke arah dokter yang menangani Kiara
'' oh.. istri nya.. selamat ya..pak,, anda akan menjadi seorang ayah..'' ujar dokter muda tersebut sambil tersenyum menatap Kenan
'' maksud nya giman ini dok,, istri saya sedang hamil begitu..'' ujar Kenan melebar kan mata nya
'' tapi.. istri anda harus di rawat inap, karena kondisi nya yang sedang demam tinggi..'' ujar dokter menyaran kan kepada Kenan
'' bagai mana baik nya saja dok,, saya akan ikut apa yang dokter saran kan..'' ujar Kenan cepat
ia tak mau membuat calon anak dan istri nya kenapa-kenapa,
begitu Kenan menyetujui nya, dokter dan perawat tersebut pun memasang kan infus kepada Kiara, kini Kiara terlihat lemah dan lemas
__ADS_1
***
sore hari, ketika Kiara sudah mendapat kan kamar inap nya, kini ia tengah di temani Kenan, sedang kan Kenan tidak pergi kuliah hati ini, ia mengabai kan kuliah nya hanya untuk menjaga kiara yang terbaring lemas di ranjang rumah sakit
'' mau makan apa.. biar ku belikan..'' tanya Kenan lembut menatap Kiara yang sejak tadi tidak mau makan sama sekali
'' aku mau masakan mama..'' ujar Kiara mengingin kan masakan Hani
'' mama nanti malam baru sampai di sini,, makan yang lain saja biar ku belikan untuk mu..'' ujar Kenan mencoba membujuk Kiara
'' tak ada yang selera Kenan,,..'' ucap Kiara merajuk
'' hhemmm... kumat lagi..'' gumam Kenan ketika melihat Kiara merajuk
'' baik lah,, aku akan mencoba menghubungi papa, agar kemari memalbawakan mu makanan yang kau ingin kan..'' ujar Kenan mengikuti apa yang di ingini Kiara
'' Oma kemana lagi, tadi sudah ada di sini..'' tanya Kiara, ia tadi sempat melihat ke dua Oma nya berada di ruang rawat inap nya
'' Oma lagi sholat ashar, sedang kan opa.. mereka memilih pulang, mandi..dan nanti malam kembali lagi kemari..'' ucap Kenan seraya mengelus kepala Kiara dengan lebut
mungkin ini lah jawaban nya, kenapa Kiara akhir-akhir ini selalu marah tidak jelas pada nya, di tambah lagi ia selalu saja salah di mata Kiara
mengingat akhir ini yang terjadi pada nya, membuat Kenan tersenyum sekilas, mengingat Kiara selalu saja marah tidak jelas pada nya
ternyata ada buah hati nya yang sedang mehuni perut Kiara, ini lah yang Kenan tunggu, setelah satu tahun yang lalu anak mereka kembali kehadapan yang ilahi
'' assalamualaikum..'' ucap salam ke dua Oma yang baru saja selesai menunai kan sholat
'' waalaikumsallam Oma ..'' saut Kenan dan Kiara bersamaan
'' sudah bangun sayang..'' tanya Ella mendekat ke arah Kiara
'' iya.. Oma,, bangun tidur.. langsung minta masakan mama..aneh kan..'' ujar Kenan terkekeh geli mendengar permintaan Kiara
'' jadi gimana... sudah di pesan sama Hani,, biar nanti mama kemari langsung membawa masakan nya..'' tanya ana pada Kenan
'' sudah Oma... baru saja Kenan kirim kan pesan pada mama..'' ucap kenan pada ke dua Oma nya
...****************...
__ADS_1