Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 6


__ADS_3

" kemana pergi nya Hanum.." imam masuk ke dalam rumah membuka kunci yang ia pegang


tadi siang saat ia bertatap muka dengan Hanum ketika mengantar kan Karin ke tokoh emas ada rasa takut di hati imam ketika melihat Hanum juga ada di sana


" kemana dia pergi nya, apa dia marah kepada ku.." ucap imam kembali menelusuri penjuru rumah, namun nihil


imam tak menemukan siapa pun di dalam rumah yang biasa mereka tempati, membuat imam kebingungan harus mencari Hanum kemana


apa lagi saat ini sudah menunjuk kan pukul sembilan malam, imam tetap menunggu kedatangan Hanum,


namun sayang, tanda-tanda akan kedatangan Hanum tidak ada sama sekali,


" coba ku lihat ke kamar nya, apa kah ia pergi dari rumah ini ." imam pun bangkit dari duduk nya berjalan ke arah kamar Hanum


ia ingin memeriksa kamar Hanum, apa kah pakaian Hanum masih ada di dalam lemari apa kah sudah kosong di bawa Hanum semua


tapi ketika imam memeriksa lemari milik Hanum, semua pakaian Hanum masih tersusun rapih di sana


tidak ada yang berkurang sama sekali, apa lagi melihat jejeran sepatu koleksi milik Hanum masih banyak bertengger di tempat nya membuat imam mengerut kan kening nya bingung


" apa Hanum pulang ke rumah orang tua nya ya.." sejenak 8mam berpikir keras akan keberadaan Hanum saat ini


" coba ku telpon papa nya saja.." ujar imam merogoh ponsel nya yang ada di saku jas yang ia kenakan saat ini


****


sedang kan Hanum saat ini, ia sedang bersanda gurau dengan semua sepupu nya, dan tak lupa, kini ia tengah berbaur dengan para onti dan saudara yang lain nya


" pa... kak Hanum ini, cium terus.." adu goufor pada Kenan


" Hanum .. jangan ." saut Kenan tanpa menoleh ke arah anak-anak yang sedang tertawa bercanda ria


" mana ada apa, adik kecil aja yang cengeng ini.." ujar Hanum


membuat Kenan menghela nafas panjang, ia tau bagai mana Hanum kepada adik-adik nya, ia selalu saja menjahili kelima adik nya


Kenan tau Persis, walau usia Hanum saat ini sudah menginjak dua puluh lima tahun, tapi sipat dan sikap jahil nya tidak pernah hilang dari kecil


" aku sudah besar kak.." ujar goufor tidak terima dengan perkataan ku barusan yang mengatakan bahwa goufor adik kecil

__ADS_1


" mana nya yang besar, masih besaran kakak sih.." ucap ku sambil menyambar pipi nya sekali lagi


" mamaaaa..." teriakan lantang goufor membuat ku semakin tertawa lepas


di sini lah hiburan ku, tidak seperti di rumah, pikiran ku selalu kacau dan tertelan sepi, tidak ada yang bisa ku ajak berbicara dan tidak ada yang bisa ku ajak bersanda gurau seperti ini


" Ya..ampun Hanum, kasian adik mu itu.." ujar mama geleng kepala melihat kelakuan ku yang menjahili goufor


walau pun usia goufor tidak muda lagi, dan tidak kecil lagi, namun bagi ku menjahili goufor itu sangat seru,


walau pun mulut nya yang suka mengadu ke pada mama dan papa, tapi aku tidak pernah jera untuk menjahili nya.


" cuma di cium aja kok ma? gak di apa-apa kan kok? saut ku sambil terkekeh geli melihat wajah goufor merah padam


" sudah kak, jangan di jahili terus, entar kekasih nya marah, kakak sosor terus tuh pipi nya.." ucap Ihsan menimpali perkataanku


seketika aku langsung menoleh ke arah Ihsan yang tidak jauh dari ku, aku ingin memastikan pendengaran ku barusan tidak salah dengar


" apaaa.... goufor punya kekasih.." ucap ku kaget


" ih.. mana ada ya.." elak goufor cepat


" mana ada, dia cuman temen kok?" elak goufor lagi


'' temen apa temen...'' saut Ihsan sambil menggoda goufor


'' beneran temen bang, mana ada aku pacaran, masih sekolah aku nya tuh..'' elak goufor masih berusaha meyakin kan kami


" jangan pacaran dulu, sekolah yang bener aja dulu, lihat kakak dan Abang mu, masih banyak yang belum menikah.." ujar ku sambil menempeleng kepala nya pelan


" apa sih kak, sakit tau.." ujar goufor mengelus kepala nya


saat kami sedang bersanda gurau, dan saling mengejek tentang goufor yang sudah memiliki tambatan hati


tiba-tiba saja papa datang ke dapur mencari ku yang sedang duduk bersandar manja berbantal kan Kahfi, dan beralas kaki kan Ihsan yang ada di bawa ku


" kak, ada telpon dari suami mu.." ucap papa menyerah kan ponsel ke tangan ku


" angkat aja sih pa, kan nelpon nya di ponsel papa.." saut ku cuek akan suami ku

__ADS_1


" papa udah angkat ini, suami mu ingin berbicara langsung pada mu, kata nya rindu kamu.." ujar papa sambil tersenyum mengejek ke arah ku


'' apa sih pa..'' ujar ku mencarikan bibir ku sedikit kesal


dengan malas-malasan aku bangkit dari tempat ternyaman ku meraih ponsel milik papa yang sejak tadi di sodor kan kepadaku


" sana tuh, suami nya lagi nelpon." suruh Kahfi menyorong kan tubuh ku agar berdiri


" jangan kemana-mana nanti aku kembali lagi.." ujar ku pada Ihsan dan kahfi


mereka berdua hanya menganggukan kepala nya saja, ketika aku menuding kan tangan ku ke arah ke dua nya


sedang kan ke dua adik perempuan ku, hanya menatap malas ke arah ku yang mengancam dua adik laki-laki ku


'' kakak tuh, kalau gak ngancam gak bisa hidup kali ya..'' celetuk Aisyah


'' diem deh kamu..'' sarkas ku


'' eh.. Malah debat, itu di ladeni dulu suami nya..'' ujar papa menyodor kan ponsel nya kembali kepada ku


dengan malas, aku pun meraih nya dari genggaman papa, membawa nya sedikit menjauhi keluarga ku yang tengah berkumpul ramai


'' hallo assalamualaikum..mas .'' ucap ku menempel kan ponsel papa ke daun telingaku


Dan kurasa sudah jlcukup jauh aku berjalan meninggal kan sekumpulan keluarga ku dan mencari tempat yang sepi


'' waalaikumsallam..'' saut mas imam dari seberang sana


'' ada apa mas..'' tanya ku sedikit malas


'' kamu di rumah papa gak ngabarin saya..'' ujar mas imam membuat ku mendengus sebal kepada nya


'' gak sempat, lagian kenapa mesti mengabari kamu mas .'' tanya ku tanpa berbasa basi terlebih dahulu


'' heh... Aku ini masih suami mu, seharus nya kamu pergi dari rumah pamit terlebih dahulu sama saya dan kenapa kamu tidak memberi kabar ke saya kalau kamu pulang ke rumah orang tua mu..'' aku di berondong pertanyaan yang sangat memuaskan bagiku


'' oh... Ternyata aku masih punya suami, ku pikir aku sudah tidak memiliki suami .'' saut ku terkekeh kecil menanggapi kemarahan mas 8mam pada ku


...****************...

__ADS_1


__ADS_2