Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 99


__ADS_3

Tentu saja Kenan terkejut, sekaligus panik, ia telah menyakiti hati seseorang yang tengah rapuh dan pata hati,


mendengar perkataan leya, kenan pun langsung memiring kan kepala nya agar lebih mudah melihat ke arah leya, yang sudah berlinang air mata, kenan merasa bersalah atas apa yang di ucap kan nya barusan,


" Yang, aduh.. salah bicara ini.." ucap Kenan pelan, tentu saja ucapan nya di dengar oleh Kiara,


" Kamu sih.." kata Kiara pelan sambil menyikut perut Kenan pelan


" Abang gak nyindir kamu kok? Abang kan cuma bercanda.." ucap Kenan nyengir kuda di depan leya sambil mengacuh kan dua jari nya


" Iya.. juga gak apa kok bang? Memang leya seperti apa yang Abang bilang, leya gak bisa jaga diri leya dari halal, leya terpengaruh dengan bisikan setan, iman leya lemah bang,," ucap leya sambil mengahapus jejak air mata yang ada di kedua pipi nya


" Abang minta maaf, jika perkataan Abang menyinggung mu, tapi? Abang gak ada niat sedikit pun menyindir mu leya, maaf kan Abang kalau perkataan Abang menyakiti hati mu.." ujar Kenan tulus


" Enggak kok bang, mungkin leya yang terlalu sensitif saja.." ucap leya seraya tersenyum


" Leya kau kenapa.." tiba-tiba saja kiano datang dan melihat leya yang sedang menangis


Membuat leya gelagapan, Karena malu, di lihat oleh yang lain sedang menangis tidak jelas seperti saat ini


" Leya gak apa bang, cuma kelilipan aja kok? Alibi leya membuat kiano tak percaya dengan perkataan leya berusan


" Kenapa dia Kenan.." tanya kiano menatap ke arah Kenan


" Seharus nya kan? Kau yang memanggang ikan nya, bukan nya leya,, kau ini tidak malu ya.. tidak mau membantu sama sekali, malah membiar kan wanita yang mengerjakan nya.." omel Kenan


" Eh.. kenapa jadi aku yang kena omel ini, di sini kan ada kau juga.." ujar kiano tak terima dengan Omelan Kenan


Sedang kan Kiara hanya bisa cekikikan saja, melihat dua kembar yang memiliki hobi yang berbeda dan sipat yang berbeda pula


" Aku baru datang kiano, kau dari mana saja rupa nya.." tanya Kenan menatap ke arah kiano


" Sedari tadi aku di sini, kau saja yang tidak melihat ku.." semprot kiano gantian

__ADS_1


" Sudah-sudah, malah berdebat pula, bukan nya membantu ini agar cepat selesai, malah bertengkar di sini.." ucap Kiara menengahi ke dua nya, agar tidak berdebat lagi


" Maaf Yang.." ucap Kenan menoleh ke arah Kiara


Kini mereka berdua pun mengerjakan semua, dengan kiano yang membantu, sedang kan bunga dan Kania sedang menata tempat duduk dan piring nya


Jangan tanya kan Daren, setelah percakapan mereka berdua dengan Kenan, membuat Daren menghindari perkumpulan itu,


Entah mengapa hati Daren menjadi sakit, baru saja ia merasa kan jatuh cinta, harapan Daren terpurus begitu saja dengan kenyataan bahwa wanita yang ia taksir telah mengandung


" Di mana Daren bunga.." tanya Kenan menyadari bahwa Daren tidak bersama bunga dan Kania


" Bukan kah dia tadi sedang bersama mu.." ucap kiano menatap ke arah Kenan


" Bukan kah tadi dia mengikuti ku, kemana anak itu pergi nya.." Kenan berdecak kesal, ketika tau, bahwa Daren tidak mengikuti nya kembali ke halaman belakang


" Mungkin ada di dalam, coba lihat ke dalam, dan bawa kan ini pada orang yang ada di dalam.." kata Kiara sambil menyodor kan nampan besar kepada kenan


Begitu Kenan pergi, Kiara pun mulai membagi hasil panggangan mereka kepada yang lain, sedang kan para orang tua, memilih di dalam, karena angin malam tak bagus untuk kesehatan mereka


Kesehatan mereka tida seperti dulu lagi, mereka kini sudah sering konsultasi ke dokter kesehatan milik keluarga mereka


Walau terkadang harus merogoh kocek yang cukup besar, namun semua itu mereka lakukan demi kesehatan mereka,


" Kenapa bagian ku sedikit sekali.." protes kiano pada Kiara


" Iss.. kau ini, tidak malu ya,, sedang kan mereka berdua saja tidak terlalu protes seperti mu.." Kiara menatap sinis ke arah kiano yang ada di hadapan nya


" Kenapa aku harus malu, perut ku ini lebih besar di banding kan mereka berdua kak, tambah kan lagi lah untuk ku.." pinta kiano, tak terima bagian nya hanya sedikit


" Ya..ampun kiano, ini Kenan dan Daren saja belum ada, kau sudah minta lebih, habis kan dulu yang ada di piring mu, kalau kau habis, baru kau boleh ambil lagi yang ada di sini ." Omel Kiara menatap sinis kiano


" Lihat lah, mereka sudah pada makan, kau malah pergi begitu saja.." gerutu Kenan ketika ia duduk di samping Kiara

__ADS_1


" Abang saja yang mengganggu tidur ku,, padahal aku sudah tertidur sangat nyenyak sekali.." ucap Daren berbohong


" Mana ada kau tidur, aku tau itu Daren, kau jangan mencoba menipu ku.." tegas Kenan


" Kalian berdua mau makan atau mau berdebat.." ucap Kiara menatap secara bergantian antara Kenan dan Daren


" Mau makan lah, sudah duduk juga.." kata Kenan pada Kiara


" Kalau mau makan, yang tenang, jangan pada ribut, sekarang mana piring milik kalian berdua, biar aku membagi bagian kalian.." ucap Kiara lagi


Mereka berdua pun kompak menyodor kan piring meraka pada Kiara agar di isi, sedang kan bunga dan Kania hanya geleng kepala saja melihat para yang lebih tua dari mereka malah berdebat


Setelah selesai makan, mereka kini duduk bergabung dengan keluarga, menambah keramaian malam di rumah Kenan,


Sesekali, mata Daren menatap ke arah leya, yang sedang bersanda gurau dengan bunga dan Kania juga Kiara,


Terkadang Daren tersenyum kecil melihat ke arah leya yang bersanda gurau, Kenan yang menangkap gejolak aneh yang di timbul kan oleh Daren hanya bisa menghela nafas panjang


" Sudah malam, lebih baik kita semua pergi tidur.." ucap Alan


" Kamar hanya ada dua pa.. mau tidur di mana kita ini.." ucap Aldo menatap sang papa mertua


" Kalian para yang masih muda, tidur di sini, Kenan sudah menyedia kan kasur angin tuh.." tunjuk Adam pada tumpukan kasur angin yang ada di sudut ruangan


" Oh.. kenapa tidak dari tadi di pasang, aku sudah ingin rebahan.." ucap Fikri berjalan mengambil kasur lipat untuk nya dan Dina


" Aku tidur di mana yah.." tanya leya menatap sang ayah


" Tunggu? Biar ayah ambil kan, ini pasang untuk mu saja.." ucap Fikri memberikan kasur angin yang ia bawa


Sedang kan yang lain pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Fikri, sedang kan para sepuh, mereka sudah masuk ke dalam kamar Kenan dan kamar tamu,


...****************...

__ADS_1


__ADS_2