Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#43


__ADS_3

pagi menjelang sinar mentari yang menyinari bumi meski dengan malu malu menampakan indahnya karena terhalang awan hitam yan menyelimutinya , dengan perdebatan yang dilakukan Rara dan juga pembantu baru ya yang di kirim untuk mengawasi nya dan juga orang tuannya


kriiiing


kriiiing


kriiiing


bunyi alarm yang mengganggu tidur gadis bermata biru ke abuan itu, dengan tangan mengulur mencari dimana keberadaan jam yang berbunyi mengganggu mimpinya ,


tangan masih mencari di mana jam nya hingga ia pun bangun dari tidur


" astaga,, masih ngantuk begini kenapa masih berbunyi aja, kemana kamu jam " bergumam lantas turun dari ranjang dengan mata masih tertutup, sedangkan jam yang berbunyi kini sudah tidak bersuara lagi, hingga mata Rara membuka nya


" hahaha"


suara tawa yang di iring kembali dering alarm yang dari ponsel milik orang yang entah sejak kapan ada di kamarnya


queenara memicingkan matanya dan menelisik siapa orang ini, kenapa masuk ke kamar tanpa ketuk bahkan dengan santainya dia duduk di kursi singel miliknya


" siapa anda " ucap Nara dengan wajah dinginnya ,


" wow, aku suka itu , jawaban yang sangat sangat singkat "


hihihi dengan berpura-pura terkejut lantar cekikikan sendiri


" kamu sangat mirip dengannya, tapi sayang kakak ipar tidak menyambutku dengan baik "


" apa maksud mu "

__ADS_1


" tidak ada , hanya ingin melihat kakak ipar ku dan bagaimana kegiatannya dan maaf tadi saya menjahilimu "


" the points "


" ah ,,, gak asik kalo langsung points nya, " dengan cemberut wajah yang di miliki gadis remaja yang memakai pakaian seragam sekolah serta rambut yang di kuncir satu kini dengan wajah di tekuk nya hingga membuat Nara memutar bola matanya


" kamu siapa, dan kenapa bisa berada di kamarku, jangan bilang kamu masuk lewat jendela "


" waaaw tebakan kakak ipar tepat sekali " dengan binar nya dan bertepuk tangan,


" langsung aja, ada urusan apa kamu kesini, sampai membangunkan tidurku "


sudah kembali dengan wajah biasa yang sedikit memiliki raut wajah datarnya


" keren,,,, " bertepuk tangan dengan apa yang di jawab queenara


" heey, kau " teriak queenara pada anak gadis remaja yang berlari melalui jendela kamar


" dasar aneh, " mendengus kesal pada gadis remaja yang kabur


akhirnya queenara pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya agar lebih fresh kembali hanya butuh waktu dua puluh menit dalam kamar mandi,


Queenara keluar dengan gelungan handuk yang berada di rambut yang basah dengan memakai pakaian santai menuju cermin , mengeluarkan pengering rambut yang berada dilaci


setelah dirasa sudah kering rambutnya lantas ia beri vitamin agar tetap terjaga rambut yang tidak terlalu panjang dengan warna coklat dark , tidak lupa mengoleskan lip glos di bibir mungilnya hanya dengan lipstik seperti itu yang ia pakai


keluar dari kamar langsung menuju dapur yang sudah berisikan orang tua angkat yang mengurus nya sedari kecil hingga sekarang,


__ADS_1


" pagi mah, pagi pah. cup cup " mengecup satu persatu pipi mereka


" pagi juga sayang, cup " membalas kecupan anak gadisnya


" bagai mana tidurnya, nyenyak "


" lumayan mah, " masih dengan mengoleskan roti tawar dengan selai kacang


" loh kok sarapannya roti, mama masak banyak sayang "



" belum terlalu lapar mah, ini cuma buat ganjel ajj " memperlihatkan deretan gigi putihnya



" tapi kamu belum makan sedari pulang sayang, " masih dengan protes pada anak gadisnya yang kadang susah untuk di suruh makan



," Rara pergi dulu ya mah, " belum juga kelar protes dari sang mamah sudah kabur,



" huh,,, selamet, " berada di luar pintu menuju motor matic yang selalu ia pakai untuk berangkat sewaktu masih sekolah, sekarang hanya membuat pendaftaran baru untuk kuliah yang sebenarnya ia sudah selesai dari kuliahnya



berjalan keluar dari rumah milik keluarga kecil pranata yang jauh dari rumah orang dan hanya keluarga itu saja yang tinggal di pinggiran hutan dekat jalan yang biasa di lalui oleh pengendara yang lewat

__ADS_1


__ADS_2