Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 149


__ADS_3

'' cih dasar... alesan aja kamu,, memang dasar nya tukang tidur aja kamu iya..'' ujar Kiara .enatap leya sinis


'' tau aja kakak ini,, mau gimana lagi, gak bisa di ubah betul, kalau udah ngantuk itu,, aduuhh... mata nya empet banget..'' ucap leya


membuat Kiara geleng kepala mendengar adik ipar nya tersebut, sekaligus adik sepupu nya tersebut,


'' untung ibu mertua kamu bunda, kalau orang lain, udah deh, gak tau lagi aku ini mau ngomong apa..'' ucap Kiara menatap ke arah leya yang menyendokan Nasih ke piring


'' hemm.. kakak bener,, aku kadang suka bersyukur, dapat mertua yang baik banget, mau urus tentang Sammy walau pun Sammy bukan cucu kandung mereka, ibu aja, yang nenek nya sendiri, gak sesayang bunda gak serius bunda, kata ibu, kalau lihat Sammy, selalu teringat akan penyesalan ibu yang tidak bisa mendidik anak nya.. aku sampai sedih hati. padahal bukan ibu yang salah, tapi aku yang salah, aku yang kurang menjaga diri ku,..'' ungkap leya sendu


'' kakak aja gak habis pikir sama kamu, bisa-bisa nya kamu begitu..'' ujar Kiara menghela nafas panjang


'' mau bagai mana lagi, andai waktu bisa di putar kembali, aku gak akan mau jadi seperti ini, jadi wanita rusak. jadi gadis yang menghilang kan kepercayaan ke dua orang tua..''


'' kok bisa sih,, apa mungkin ayah dan ibu terlalu membebas kan mu, dan tidak memberi mu ruang waktu yang membuat mereka memperketat penjagaan mu..''tanya Kiara lagi penasaran


'' mungkin bukan itu, kurasa karena aku terpengaruh dengan dunia luar, dunia yang bebas, ayah dan ibu, tidak kurang-kurang nya mengajar kan ku tentang agama, tak kurang-kurang nya menasehati ku, tapi? apa lah daya ku, yang iman nya tak sekuat mereka, aku menjadi salah arah karena salah ku sendiri, karena di perbudak cinta yang membuat ku buta,, buta akan segala nya, tidak memperdulikan peringatan ke dua orang tua ku, tidak mendengar kan nasehat ayah dan ibu, jadi.. ini lah yang ku dapat, bukan bahagia yang ku dapat dari cinta buta ku itu, malah kesedihan dan membuat ke dua orang tua ku menanggung malu atas diri ku..'' ucap leya panjang lebar


semua penyesalan selalu datang di kemudian hari, bukan di depan hari, ini lah yang nama nya penyesalan, setelah kita mendapat kan sakit, baru lah menyesal kemudian hari


'' tapi? aku bersyukur banget dengan semua ini, aku dapat belajar dengan semua ini, dari yang awal nya aku di hina di caci orang di permalu kan di depan umum, walau sepenuh nya salah ku, sampai Rangga tidak mau bertanggung jawab, tapi kini Allah telah memberikan ku hidayah, dan memberikan ku kebahagian yang cukup, Allah itu baik ya..kak,, aku terkadang malu sendiri dengan semua tingkah laku yang udah ku perbuat, Allah masih mau memberikan aku kebahagian..''' ucap leya tersenyum senang


'' ya.. dan kamu harus lebih banyak mendekat kan diri, jangan tidur muluk, tuh.. mertua baik jangan di sia-siakan, di luaran sana, banyak menantu di jahatin mertua nya, terkadang tidak dengan mertua, dengan ipar, terkadang dengan adik sendiri atau Abang sendiri malah..'' ucap Kiara apa ada nya


'' betul... seperti aku sekarang ini,, bunda terlalu baik sama aku, ayah juga begitu, tapi...hemm.. tidak dengan bunga..'' ucap leya sendu


'' leya.. bunga itu, orang nya enak di akrabin. kamu nya aja, tinggal memantau kan diri dengan bunga, maklum saja, dia kan anak paling kecil, jadi? mungkin sebelum nya, dia lah yang paling di sayang, jadi ? ketika ada Sammy di rumah nya, mungkin dia kurang di perhatikan oleh bunda, dan perhatian bunda beralih pada Sammy..'' ucap Kiara

__ADS_1


'' mungkin saja, kurasa karena aku juga yang tak pernah memiliki adik, jadi? ketika bunga lebih manja,, aku juga merasa iri..'' ucap leya terkekeh kecil


'' sudah... sudah,, ayo makan, kata nya belum sempat sarapan tadi..'' ujar Kiara


'' jadi kurang selera makan..'' ucap leya


'' maka nya,, kalau mau makan jangan banyak cerita,, ya.. begini jadi nya..'' saut Kiara


'' lah.. kakak yang ngajak aku cerita sih..'' dengus leya


bukan nya menjawab, Kiara malah tertawa kecil, melihat leya yang manyun kepada nya, membuat leya semakin mendengus sebal ke pada nya


selesai makan, leya pun membawa Sammy ke dekat nya untuk di beri makan, tak lupa juga dengan Daren,


'' assalamualaikum...'' ucap bunga dengan suara keras bercampur senang bersama Hanum


'' eh... bang,, sudah datang..'' ujar bunga menatap Daren dan Sammy


'' sudah dari tadi,, kau dari mana,, kenapa kau seperti nya senang sekali...'' tanya beruntun Daren kepada bunga


'' senang aja,, lihat ini aku punya sekongkolan, bisa di ajak kerja sama, gak kayak Sammy.. aku di ajak gelut terus, di ajak main, aku malah yang di pukul..'' sewot bunga,


Daren yang mendengar hal itu, hanya terkekeh kecil, karena benar apa ada nya yang di ucap kan oleh bunga, Sammy dan bunga itu seperti musuh bebuyutan yang tak pernah ada akur nya


'' nama nya juga anak kecil bunga,, kamu aja yang terlalu cengeng, di pukul sedikit langsung mewek..'' ejek Daren


'' huu... gak mau lihat kalian.. aku mau sama Hanum aja..'' ucap Hanum berlalu ke arah ruangan pojok, yang masih terlihat oleh mata

__ADS_1


bunga membawa Hanum duduk di pojokan, dan membuka semua apa yang mereka beli, Kenan membiar kan hal itu, selagi tidak membahayakan ke dua nya, Kenan tidak akan melarang nya


'' ini Sammy nya di ajak dong..'' suruh Kenan pada bunga


'' gak mau ah,, Sammy jahat sama onti..'' saut bunga menoelh ke arah Sammy yang menatap mereka berdua


'' ya..ampun bunga,, nama nya juga anak kecil, ya jelas nya begitu, kamu aja dulu pas masih kecil begitu..'' sungut Daren tak terima jika Sammy di singkirkan oleh bunga


'' anak dan ayah sama saja, bikin kesal, padahal bukan anak nya..'' celetuk bunga membuat Daren semakin berang di buat oleh bunga


'' sabar Daren,, jangan seperti itu, yang ada kamu nanti darah tinggian..'' ucap Kenan menatap ke arah yang sama dengan Daren


'' kelewatan ini mah bang,, bunga itu harus di kasih paham,, sudah besar? tapi tingkah nya seperti anak kecil..'' sungut Daren


'' Sammy beli sama papa saja yuk..'' ajak Kenan lembut pada Sammy


Sammy seketika menoleh ke arah Kenan, dengan mata yang berbinar, kesenangan


'' beli sama papa,, beli di mana..'' tanya Sammy penasaran


'' ada deh,, Sammy tinggal ikut saja... ayo.. jangan sampai kehabisan kita..'' ujar Kenan dengan semangat, agar Sammy juga semangat seperti diri nya


'' let's go...'' saut sammy begitu antusias


'' papaaaa......


...****************...

__ADS_1


__ADS_2