
Sedangkan Nara menatap jijik, hanya karena menarik perhatian para penjaga tak ingin Nara bersusah payah menggoda seperti anak kecil
" turun lah lady, kita bermain bersama" tersenyum genit
" bagaimana saya bisa turun tuan" ucap Nara pada dua lelaki yang sedang berpatroli untuk mengontrol
" biarkan saya yang menangkapmu lady" ucap lelaki yang satunya
" bisakah tuan menangkap ku" masih menggunakan tatapan polos nya
dua orang yang berdiri tidak jauh dari tembok pun mendekat pada nya, dua lelaki tersebut pun membuka lengannya untuk menangkapnya
sebelum Nara turun dari atas tembok ia sudah menyelipkan dua senjatanya yang ia genggam, senjata yang di pakai Nara berupa pisau kecil yang guna untuk membedah, masing masing lengan Nara sudah tersimpan berbagai benda tajam
Nara pun turun dengan ke dua tangan yang melebar, Nara turun tepat di belakang dua lelaki tersebut dan langsung mengarahkan pisau pada leher masing masing,
sreet
sreet
suara pisau bersamaan seketika dua orang tersebut pun terkejut dan tidak mengingat bahwa wanita yang di panggil lady adalah penyusup, dua orang tersebut pun ambruk bersamaan dengan darah yang mengalir di lehernya
belom juga mereka memberi tahu pada yang lainnya bahwa ada seorang penyusup masuk ke markas, tapi sudah di tumbangkan terlebih dulu tanpa perkelahian
Nara yang melihat dua orang sudah tewas seketika pun tersenyum miring
" ingin menyentuhku, jangan harap" dengan wajah yang kembali datar dan dingin, berjalan menuju samping lorong yang tidak di lewati oleh Rai
" gedung macam apa ini"
" hanya memeras pada orang yang tidak berdaya"
masih menyusuri berbagai tempat, tiba tiba Rai datang menghadap nya
" ada apa" dengan wajah dingin yang penuh dengan ketegasan
" saya sudah menemukan di mana tepat para tahanan tuan"
" hmm"
" tapi,," belom melanjutkan perkataannya ada orang yang melihat mereka berdua yang dengan memakai pakaian berwarna hitam dengan penutup wajah
__ADS_1
" penyusup, penyusup ada penyusup"
segerombolan orang datang menghampiri dua orang yang sedang berdiri dengan santainya tidak merasa panik dan khawatir
" siapa kalian,"
" kami pencabut nyawa mu!!" berkata dengan penuh tekanan
orang yang berlarian menghampiri dua orang yang mereka anggap penyusup pun memasang kuda kuda untuk melawan dua orang tersebut,
" Serang"
Rai melawan lima orang yang membawa pedang, Rai pun mengeluarkan pedang kesayangan nya yang haus darah itu
sringg
sringg
sreet
" aaaaahhhhh" suara yang menggema , musuh yang terkena luka oleh pedang milik Rai
Trangg
tringg
trangg
tringg
sreek
sreek
dua kepala menggelinding tepat sekali tebasan oleh pedang milik Rai yang haus akan darah sedari tadi
orang yang melihat temannya tewas pun marah dan membabi buta serangan tersebut
sedangkan Nara hanya menghindar terlebih dulu, ia hanya ingin bermain sebentar dengan orang orang ini,
" kemana kemampuan kalian" Nara menghina dan meremehkan nya
__ADS_1
" hiaaaaa, mati kau
syuus
syuus
pukulan yang di berikan oleh tiga orang yang melawan satu perempuan pun tidak ada yang bisa mengenai atau melukai seinci pun
" apa kau takut, sehingga kau menghindari serangan kami" tiga orang sudang ngos-ngosan setelah berkelahi hanya mengenai angin saja
" kalian yang kurang tangkas melawannya hhh"" mengejeknya
" dasar wanita sialan, hiiaaa,,,," satu orang yang berbadan kecil yang sedari tadi tidak bisa mengontrol emosi nya, siap menyerang gadis berbaju hitam kembali
belum sampai tangannya pada wajahnya sudah di kunci oleh gadis itu
" sial!!" marah nya dan mengarahkan satu tangan kiri yang tidak di pegang nya
" jangan macam macam" dua tangan yang di kunci oleh Nara pun di patahkan dengan suara yang nyaring
krak
krak
" aaaaahhh"
ketua mereka tidak ada di tempat sehingga beliau tidak ikut turun bertarung melawan dua orang yang sudah berani menyusup markasnya
beberapa orang sudah tewas oleh pedang Rai, hanya tiga orang yang belum di habisi oleh tuannya yang masih menatap dengan syok nya mereka pun tak sanggup bergerak
" hubungi tuan cepat!!!" teriak orang yang tangannya di patahkan oleh nara
sedangkan dua orang yang masih berdiri dengan gaya masih berkuda pun segera mengeluarkan ponselnya, belum juga menekan nomor yang tuan tangannya sudah di tebas oleh pedang yang tajam
" aaahh"!! teriak kesakitan saat tangan nya di potong, darah yang mengalir deras di ujung tangan kanan yang buntung dipotong oleh pedang
" hhmmm" dengan sinis nya Nara mencibir dengan wajah polosnya, "ingin menghubungi ya,?? mimpi!!" lalu menendang punggung orang yang di pegang sedari tadi
orang tersebut pun tersungkur dan mengeluarkan darah dari mulutnya , sangkin keras tentangan Nara hingga orang tersebut pun perlahan menghentikan nafasnya
bersambung
__ADS_1