
Pria itu pun bangun dari duduknya dan langsung melenggang keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang datar dan dinginnya. tapi tidak dengan hatinya yang masih memikirkan seorang gadis yang entah siapa itu masih ia ingat gadis tersebut walau sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu dan pertama bertemu pun di perbatasan saat dirinya terluka
ya pria yang sedang mencari bantuan pada tregek adalah pria yang pernah di tolong oleh queenara saat itu, tapi kenapa pria itu masih mencari nya padahal sudah pernah bertemu. dan adiknya pun sudah mengetahuinya tapi yang nama nya hati belum pasti , dan kenapa pula harus meminta bantuan seorang pemberontak bernama tregek itu
setelah selesai dengan pria yang secara mendadak datang ketempat nya yang tanpa di undang ketempatnya , untungnya saja ia akan pergi setelah pukul 7 malam nanti di sebuah desa kecil yang tidak jauh dari perbatasan atau biasa di sebut orang desa kumuh
desa yang dimana seorang gadis yang harus turun tangan sendiri menghadapi musuh dan para pemberontak. meski tidak langsung dengan sang pemimpin yang sesungguh nya
cakrawala pun sudah mulai nampak di bagian barat berarti Sore pun telah terlewati dengan tidur yang panjang tanpa ada gangguan orang satu pun, kini Nara bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya agar terlihat lebih fresh lagi
setelah selesai mandi queenara memilah baju yang akan ia gunakan untuk bertemu dengan teman lama, memilih baju dengan celana jeans berwarna hitam yang hanya nyampe selutut, dan memakai sinlet yang ia pakai, tidak lupa Hoodie berwana hitam pula ia pakai yang lumayan agak besar untuk menutupi tubuh yang kecilnya dan senjata yang menempel rapih di seluruh tubuh gadis tersebut
setelah di rasa sudah selesai dengan apa yang ia pilih untuk di pakai kan nya hari ini agar mempermudah ia untuk bertarung jika ada musuh yang tahu.
keluar dari kamar yang bernuansa hitam gold Nara berjalan dengan anggun dan tegasnya meski hanya memakai Hoodie dan celana selutut
" kak, !!" teriak si kembar saat masih terlihat jauh dari lorong yang akan menuju ruang dapur,
dua gadis remaja berlari menuju seorang gadis yang masih berjalan menuju dua gadis tersebut, memang ruang makan tidak jauh dari tempat yang akan mereka tuju
" hos bos," napas dua gadis remaja yang ngos ngosan
" kenapa berlari " tanya Nara yang masih tetap berjalan membelok untuk menuju ruang makan
" gak apa kak, " hanya cengiran yang mereka perlihatkan pada Nara
" ayo, makan dulu "
" oke " jawab kompak si kembar
saat memasuki ruang makan sudah ada pemuda yang bernama Rai sedang menyiapkan makan untuk sang Nara dan si kembar yang ia anggap adalah adik nya meski dirinya seorang pengawal sang tuan
__ADS_1
" sudah datang "
" hhmm " membalas dengan anggukan tiga gadis yang di anggap adik itu
" ayo kita makan malam dulu, sebelum kita pergi "
" bang Rai , "
" ya " orang yang di panggil masih aktif menyajikan makanan
" duduk dulu " dengan suara yang dingin, karena Nara tidak suka jika orang yang ia sayangi masih saja mengerjakan pekerjaan yang seharusnya para pelayan dan koki
" sudah berapa kali aku katakan bang, ! memasak adalah urusan koki . kenpa Abang keras Kapala sekali " dengan mendecih kala orang yang ia bicarakan hanya menunduk saja sedangkan si kembar masih memperhatikan perkataan dua orang dewasa menurut si kembar
" sudah duduk "
" maaf tuan. "
" jangan panggil tuan ! kita tidak di luar ! " dengan dinginnya menjawab
" haahh. sudahlah . ayo kita makan " mereka pun mengangguk
empat orang yang berada di ruang makan sedang menikmati makan malam untuk k sekian kali mereka bisa makan bersama lagi, terakhir Nara datang saat beberapa bulan yang lalu tapi tidak sempat datang ke markas nya sendiri
gadis yang di lihat orang hanya gadis biasa yang lemah lembut, dan sedikit bar bar kala sudah berkumpul dengan teman temannya
selesai makan empat orang yang berjalan beriring iringan yang di mana Nara yang paling depan menuju mobil Jeep yang ia pakai untuk melewati jalan yang lumayan rusak serta jarak yang ia tempuh pun tidak lah mudah
melewati jalanan yang terjal dan bebatuan , jalanan yang hanya mampu di lewati sepeda motor tapi dengan mudah nya pula mereka biasa mengendarainya dengan mudah melewati jalanan tersebut
" kita sudah sampai " Rai memberitahu bahwa sudah sampai pada tujuannya, tujuan untuk menaruh mobil jeepnya mereka akan keluar dengan berjalan kaki menuju desa kumuh tersebut
__ADS_1
" hhmm " setelah sekian detik Nara pun akhirnya turun dari mobil
melihat sekeliling di mana mobil yang ia pakai terparkir di semak belukar yang berada di tepian jalan. meski jalan tersebut tidak seperti jalanan kota yang beraspal tapi mudah untuk di lewati beberapa kendaraan
Nara menutupi kepalanya dan menutupi kepalanya dan wajah. hanya bagian mata yang terlihat dan yang lainnya pun sama menutupi wajahnya hanya terlihat mata yang tajam empat orang tersebut
" jalan. "setelah mengintruksikan pada pengawal bayangannya tiga orang tersebut sudah melesat duluan untuk bersembunyi agar tidak ada yang tahu
Nara berjalan dengan santainya menuju desa kumuh tersebut, tapi belum sampai pada desa tersebut ada bayangan dua orang yang sedang mengitari desa tersebut , dari pakaian yang Nara lihat pun bukan seorang pemberontak, dua orang tersebut memakai pakaian resmi dari kemiliteran tapi dari tim mana , pikir Nara
belum juga sampai pada tempat tersebut sudah ada yang lebih dulu datang , tapi saat di lihat dari lambang yang bertengger di lengan yang dijahit rapi,
" lambang macan " berseru sendiri di balik pohon besar untuk menyembunyikan tubuhnya
krek
saat tidak sengaja Nara menginjakkan kakinya pada ranting kering yang di bawah kakinya
" sial !!" umpatnya. segera ia naik pohon tersebut
dan benar saja dua orang yang tadi Nara lihat sudah berada di bawahnya untuk melihat ada apa
" tidak ada apa apa "
" iya, tapi tadi seperti suara injakan orang, " dua orang yang memang sudah di latih dengan pendengar yang baik dan tajam. suara suara apa saja mereka harus mengetahuinya
" mungkin saja hanya orang lewat. "
" Hem. kita balik lagi ke pos penjaga saja "
gadis yang masih anteng duduk bersila di atas pohon yang orang tidak akan mengetahuinya
__ADS_1
" siapa mereka. ? dari tim mana ? " Nara masih memikirkan kiriman dari mana orang orang yang memakai seragam tersebut, dan bukan kah ia sudah membebaskannya
bersambung