Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 113


__ADS_3

'' kau menolak ku leya..'' ujar Angga sedikit lesu dengan penolakan leya pada nya


'' kau yang sudah membuang ku Angga,, dan sekarang apa lagi yang kau harap ka. dari ku.. berharap aku akan menerima mu seperti dulu lagi, atau berharap seperti apa Angga,..''


'' aku sudah cukup tersakiti Angga, aku tak mau kecewa untuk kesekian kali nya, kau membuat ku sakit dan terluka, dan kau berharap aku mau menerima mu lagi,, tidak akan pernah Angga..'' tandas leya sesunggukan


'' tapi aku hanya ingin kita bersama leya, mengurus anak kita, dan menjadi keluarga yang bahagia..'' ujar Angga lagi mencoba membujuk leya agar mau


'' tidak bisa,, aku dulu pernah meminta hal itu dari mu, tapi apa? apa hah...? kau kecewa kan aku, kau campak kan aku, sehingga aku menanggung malu sedemikian rupa,, sekarang pergi lah dari rumah ku, aku ingin hidup tenang bersama dengan anak ku..'' ucap leya tegas kepada Angga


'' kenapa kau menolak ku hah.. apa karena dia..'' ujar Angga menunjuk ke arah Daren


membuat semua mata tertuju kepada Daren, yang sedang berada di depan Angga,


'' kenapa dengan dia..'' tanya leya sedikit bingung apa yang di ucap kan oleh Angga


'' kau telah bertunangan dengan nya kan,, kau menghiyanati ku kan..'' ucap Angga kepada leya


'' siapa yang menghiyanati mu, bukan kah kau sudah lama mencampak kan ku,, lolucon macam apa ini..'' ujar leya terkekeh kecil, tak percaya atas tudingan Angga kepada nya


'' sudah lah Angga,, jelas-jelas kau bersalah disini, jangan kau buat seolah-olah leya yang bersalah di sini, kau sadar lah dulu,, apa perlu ku sadar kan kau..'' ujar Kenan tersulut emosi


'' kau sama saja kan,, karena dia teman mu kan..'' ujar Angga pada Kenan


'' terserah kau mau beranggapan apa,, yang penting aku sudah muak dengan drama mu,, kau sudahi saja drama mu ini,, tidak bagus di lihat..'' ujar Kenan santai


'' kau..'' ujar Angga geram kepada Kenan


ia pun melepas kan diri, dan pergi dari hadapan semua orang yang ada di ambang pintu kamar, dan menatap leya dengan tajam


'' awas saja kalian,, ini semua belum selesai..'' ujar Angga yang tak berhasil membawa anak nya pergi dari leya


sedang kan di ruang tamu, Fikri sudah harap-harap cemas, ia takut terjadi perkelahian di kamar leya

__ADS_1


'' ayo kita pulang pa..'' ajak Angga kepada ke dua orang tua nya


sedang kan Fikri dan Yudis menatap heran Angga yang berlalu tanpa ada sopan santun nya, ia menganggap tidak ada orang yang ia lewati


'' eh.. kenapa seperti itu Angga..'' ujar papa Angga mengejar sang anak begitu juga sang istri


melihat kepergian tamu yang tidak ada sopan nya, membuat Fikri hanya bisa geleng kepala menatap nya, ia pun sejenak menoleh ke arah Yudis dan Dania


'' Abang dan sekeluarga ada hal penting apa kemari, sehingga meluang kan waktu nya untuk bertamu ke rumah saya ini..'' ujar Fikri kepada Yudis dan Dania


'' ya.. seperti yang kamu dengar tadi,, anak ku Daren, ingin menyampaikan niat baik nya, namun yaahh.. begitu lah,, ternyata ada masalah di sini..'' ucap Yudis menghela nafas panjang


'' maaf kan saya,, jika membuat kalian tidak nyaman berada di sini,, saya pun tidak menyangka akan seperti ini jadi nya..' ujar Fikri terkekeh kecil


'' ada apa sebenar nya, kenapa mereka kekeh untuk membawa leya dan anak nya ke keluarga mereka..'' tanya Yudis serius


' hhaaahh.....


Fikri membuang nafas kasar, sambil menyugar rambut nya sedikit prustasi, ia tak tau harus berucap seperti apa, namun ini lah resiko nya jika ia berbuat demikian


'' jadi,, apa motivasi nya mereka Kemabli kemari, dengan iming-iming mau bertanggung jawab pada leya..?'' tanya Yudis lagi


'' mungkin mereka tidak mau hidup susah, jadi? kalau Angga menikah dengan leya, pasti nya kan, anak mereka bisa bekerja dan menikmati hasil jerih payah anak nya, tanpa susah bekerja, mereka pikir aku tidak tau apa maksud dan tujuan mereka..'' ucap Fikri


'' dasar tidak tau malu keluarga mereka..'' ujar Yudis ikut kesal dengan perbuatan keluarga Angga


sedang kan di dalam kamar, mereka semua sedang menatap penuh bahagia melihat anak leya yang begitu imut nya, tak tau pikiran orang tua mereka sedang kacau


'' Yang.. aku mau anak seperti ini..'' ujar Kiara kepada Kenan


'' ini kan sedang dalam proses sayang..'' ucap Kenan menanggapi perkataan Kenan


'' kita besok periksa ya.. Kenan,, aku mau lihat, anak kita sama seperti ana leya atau bukan..'' ajak Kiara begitu semangat nya

__ADS_1


'' untuk apa Kiara,, apa pun jenis nya, tetap di terima kok? nama nya anak bayi itu? pasti nya imut..'' ujar Kenan menatap aneh Kiara


'' iya.. kak,, aku mau keponakan cewek,, masak yang ini cowok.. dari kakak cowok juga.. gak asik dong,, nanti keponakan aku gak sepasang lagi..'' sungut bunga yang tau mau jenis gender keponakan nya sama


'' siapa yang keponakan kamu,, ini kan anak aku..'' ujar leya kepada bunga


'' iya.. kan bakal jadi keponakan aku..'' celetuk bunga


''dari mana jalan nya,, aku gak setuju..'' ucap leya menolak perkataan bunga


'' lihat saja nanti,, ini bakal jadi keponakan aku..'' ucap leya percaya diri


sedang kan Daren hanya tersenyum melihat sang adik bahagia, ia pun ingin membenar kan perkataan bunga, namun belum waktu nya Daren buka suara di saat baru saja leya mengalami kericuhan


'' terserah kau saja bunga,, yang penting ini anak aku, tak akan mungkin jadi keponakan mu..'' ucap leya ngotot


'' bisa aja,, kalau kak leya menikah dengan bang Daren.. apa ini tidak akan jadi keponakan ku..'' ucap bunga tak mau kalah dengan leya


seketika leya terbengong dengan ucapan yang di ucap kan oleh bunga barusan, membuat leya berdengus kecil kepada bunga


'' kau ini bicara apa sih..'' ujar leya terkikik kecil menatap kepada bunga


'' lihat aja nanti..'' ujar bunga percaya diri


membuat leya dan Kiara terkekeh kecil dengan sikap tak mau kalah bunga, sedang kan Daren hanya bisa tersenyum simpul, sedang kan Kenan asik menoel-noel pipi anak leya


'' jangan Abang,, nanti pipi nya bisa merah..'' ujar leya tak terima dengan tangan Kenan yang menoel pipi anak nya


'' pelit amat,, bentahblagi, juga! Abang punya..'' ucap Kenan sedikit tak suka dengan sikap leya


'' masih lama kali bang..'' ujar leya seraya terkekeh kecil


'' siapa nama nya,, aku penasaran sejak tadi..'' ucap Kiara kepada leya

__ADS_1


...****************...


__ADS_2