
'' pagi sayang nya papa..'' ucap Kenan menciumi seluruh wajah hanum
entah apa alasan Kenan dan Kiara memilih nama itu, Hanum Salsabila Al Fatih, nama yang cukup panjang dan berarti
senyum Hanum adalah hari di mana kebahagian Kenan dan Kiara terukir, walau pun ke dua nya masih berusia belia, namun Kenan dan Kiara merasa bersyukur memilik Hanum
'' jangan cium papa... Hanum baru siap mandi, nanti bedak nya hilang..'' lerai Kiara kepada Kenan
'' kalau hilang,, ya.. kasih lagi..'' ujar Kenan tak menghirau kan larangan Kiara
'' iiss.. dasar menyebal kan..'' ucap Kiara bersedekap tangan menatap Kenan sinis
'' apa sih.. ma,, apa gak boleh papa pegang Hanum, papa ini juga ayah nya sendiri loh...'' sungut Kenan sedikit kesal, karena Kiara terus melarang nya
'' gak boleh, nanti Hanum tidak wangi lagi..'' ucap Kiara membuat Kenan menghela nafas panjang
'' mama mu pelit Hanum, biar nanti papa kasih Beby lagi mama, agar mama tidak pelit dengan papa..''' ujar Kenan kesal
'' apa sih..?. yang ini aja baru beberapa Bulan, sudah mau main buat lagi aja..'' ujar Kiara menatap Kenan sinis
'' gak pa.pa, biar nanti rumah sederhana kita ini ramai dan penuh dengan canda tawa..'' ucap Kenan penuh harap
'' aku gak mau ya.. Yang,, . melahirkan itu sangat sakit loh Yang..'' keluh Kiara, yang masih merasa kan sakit nya sehabis melahir kan
'' tapi kan nama nya juga istri Yang, kalau melahirkan kan terus meninggal, itu nama nya mati syahid Yang...'' ujar Kenan
'' kalau setiap tahun nya begitu terus, bengek dong aku nya..'' sungut Kiara
membuat Kenan terkekeh kecil, ia hanya bergurau saja, tidak mungkin, Kenan setega itu, melihat Kiara yang melahir kan di depan mata nya saja sudah membuat Kenan panik
apa lagi, kalau sampai Kenan harus melihat setiap tahun nya Kiara melahir kan, entah seperti apa lah diri nya kelak,
***
malam hari seperti biasa, kenan dan Kiara menjaga Hanum secara bergantian sedang kan pagi nya, Kenan harus berangkat kuliah, setelah nya kerja
sedang kan kiara, ia selalu kuliah online, tidak pernah masuk, setelah lepas melahir kan, Kiara selalu di sibuk kan oleh Hanum,
__ADS_1
apa lagi, akhir-akhir ini, Kiara selalu di repot kan oleh Hanum yang sangat rewel, membuat Kiara terkadang Tress sendiri menghadapi Hanum
'' sarapan dulu Yang, aku mau berangkat kuliah bentar lagi..'' ujar Kenan berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisikan nasi dan lauk
'' masih repot dengan Hanum Kenan..'' ujar Kiara menoleh sejenak ke arah kenan
'' sini, biar aku ganti kan..'' ucap Kenan meletak kan nampan tersebut ke meja di dekat ranjang
'' memang nya bisa..'' tanya Kiara sedikit ragu
'' bisa, kamu tenang aja, sekalian aku nya belajar..'' ucapan Kenan sedikit membuat Kiara ragu
namun Kenan tetap memaksa, membuat Kiara memberikan Hanum ke tangan Kenan, dengan popok yang ada di tangan Kiara
'' Hanum pup...'' tanya Kenan menoleh ke arah Kiara
'' iya... maka nya mau aku ganti..'' ucap Kiara
'' ya..udah, biar aku aja, kamu makan aja sana..'' ucap Kenan mantap
membuat Kiara mengangguk kan kepala, ia pun berjalan mengambil nampan membawa nya ke sofa, meninggal kan Kenan dengan hanum
'' kenapa Yang..'' tanya Kiara menahan tawa
'' ternyata sulit juga ya.. aku sampai kewalahan..'' ucap Kenan menyeka keringat nya sekali lagi
membuat Kiara mendekat, dan melihat ke adaan Hanum, apa kah Hanum sudah benar-benar bersih, atau masih kotor seperti semula
'' bersih juga... ternyata kamu pinter juga ya..'' puji Kiara pada Kenan
'' ya.. jelas dong, buat nya aja pinter, masak membersih kan nya gak pinter..'' ujar Kenan membangga kan diri nya
'' iya..iya deh... yang pinter itu..'' ucap Kiara sambil cekiki kan
'' aku mau berangkat kuliah Yang,, kamu gak apa kan, di tinggal sendiri di rumah..'' ucap Kenan menatap ke arah Kiara
'' gak pa.pa, seperti biasa kan, jam makan siang selalu pulang..''. tanya Kiara pada Kenan.
__ADS_1
'' tentu dong, kan sekalian bawa makan siang kamu, apa nanti mau di masak sendiri aja..'' tanya Kenan kepada Kiara
'' aku bosan makanan luar terus, sesekali aku pengen makan masakan sendiri, aku lebih baik masak saja nanti nya..'' ucap Kiara pada kenan
membuat Kenan menoleh cepat ke arah Kiara, dengan tatapan tajam, membuat Kiara bergidik ngeri melihat nya
'' apa sih Yang,,, tatapan nya itu membuat ku sedikit takut...? jujur Kiara kepada Kenan
'' gak ada masak sendiri, kamu belum sehat sepenuh nya, biar siang nanti, kalau kamu mau masakan sendiri, aku akan pulang lebih awal, agar aku bisa memasak untuk mu..'' bantah Kenan cepat
'' apa kamu gak capek Kenan..' tanya Kiara menoleh ke arah Kenan
'' kalau untuk kamu, gak ada kata capek, lagian kamu juga capek di rumah, mengurusi Hanum yang terkadang rewel, dan menangis, kamu aja gak sempat mengurus diri kamu, sampai gak pernah memakai bedak di wajah mu...'' ucap Kenan, seraya bangkit dari duduk nya, mendekat ke arah kiara
membuat Kiara sejenak menatap Kenan, dengan tatapan sendu, tidak pernah ia menyangka, bahwa Kenan seperhatian ini pada diri nya
'' untuk apa pakai bedak, toh aku nya kan tetap jelek..?''' saut Kiara
'' is.. kamu ini ya.. selalu aja ada jawaban nya, buat aku kesal aja..'' ujar Kenan menduduk kan bo**Ng nya di samping Kiara
'' besok kita pergi jalan-jalan ya... lagian, Hanum udah bisa kayak nya di bawa jalan-jalan..' ucap Kenan menatap Hanum yang tertidur pulas
'' tapi kamu besok kuliah, bagai mana nanti kuliah kamu kalau kita pergi jalan-jalan ..'' tanya Kiara menoleh ke samping kiri nya
'' besok jadwal aku kosong, palingan sore kita mampir sebentar ke pabrik sawit mengambil berkas-berkas di laci kantor ku..'' ucap Kenan merangkul Kiara
'' cerita aja terus kapan mau berangkat ke kampus nya..'' ucap Kiara melepas kan rangkulan Kenan secara perlahan
'' baik lah,, aku mau berangkat sekarang, hati-hati di rumah ya... yang sabar menghadapi Hanum..'' pesan Kenan menyodor kan tangan nya ke arah kiara
'' itu sudah pasti, mana mungkin gak sabar menghadapi anak sendiri..'' ujar Kiara seraya menatap ke arah Hanum yang masih tertidur pulas setelah usai mandi
Kenan berjalan ke arah mejs belajar nya, di mana ada peralatan kerja dan juga peralatan kampus milik Kenan
setelah berpamitan dengan Kiara sambil mengecup singkat kening Hani, dan berpamitan kepada putri nya, ia pun berlalu pergi meninggal kan rumah
ia akan pergi menimbah ilmu dan juga mencari rupiah untuk keluarga kecil nya, yang sedang menunggu nya di rumah
__ADS_1
...****************...