
" tapi aku ayah dari anak itu om.." ujar Angga tak mau mengalah
" Ya.. memang kamu ayah nya, tapi kamu tidak akan pernah di butuh kan di saat ia menikah nanti, dan kamu tidak berhak mewaris kan harta mu pada nya, dia tetap anak leya, mau sampai kapan pun.." ujar Fikri mencoba untuk tenang
Sedang kan Daren sedari penasaran apa sebenar nya yang terjadi, apa yang sedang di debat kan,
" Kalau begitu, bagai mana kalau Angga menikahi leya... Agar peran ayah ada di saat nanti anak leya besar.." ujar bapak Angga
" Aku menolak dengan sadar sesadar sadar nya.. karena aku sudah cukup menanggung malu sekian bulan, dan sekarang kalian tinggal enak bilang mau menikah kan anak mu,, di mana pikiran mu waktu itu,,.." tuding Fikri
" Ini sebenar nya ada apa sih,, sedari tadi saya bingung dalam hal pembahasan ini.." akdlhir nya Yudis angkat bicara ketika ia kebingungan dengan masalah di depan mata
" Gini bang,, dulu ketika leya minta pertanggung jawaban dari mereka, tapi mereka sama sekali tak menghirau kan tangis leya, bahkan mereka memalu kan leya di depan umum, di mana kafe Aldo itu tengah ramai nya, dan leya menjadi tontonan orang, tapi apa yang di buat lelaki bajingan ini, ia tetap tidak mau bertanggung jawab.. jadi menurut pendapat mu bagai mana Bang.." ujar Fikri sedikit emosi
" Lelaki macam apa seperti itu, bukan nya bertanggung jawab malah memalukan diri sendiri seperti itu.." ucap Yudis mengerut kan kening nya
Ia heran, ada anak lelaki seperti itu, sedang kan anak nya saja, baru saja mengenal cinta, sudah minta lamar kan saja,
Di tambah lagi permintaan Daren sungguh membuat nya pusing, ia tak habis pikir dengan permintaan Daren
" Dan sekarang, setalah anak leya lahir, mereka ingin merawat nya, dan menarik leya kembali kepada mereka,, apa masuk di akal seperti itu, entah rencana apa yang telah mereka buat..,'' ujar Fikri geram
'' tidak bisa,, aku tidak mau calon menantu ku di bawa oleh mereka, jika ingin membawa, mereka sudah terlambat, apa-apaan kalian..'' ucap Yudis tegas, membuat Fikri dan yang lain nya seketika menoleh ke arah Yudis
'' tidak bisa gitu om... dia itu pacar aku, dan dia itu telah melahir kan anak aku om..'' ucap Angga ketika ia tersadar dari bengong nya
'' hei.. anak muda,, kau sudah mencampak kan nya sejak lama,, lagian, lebih berhak mana, tunangan atau pacar, mungkin lebih berhak tunangan nya, walau sekali pun kau mempunyai seribu anak dengan leya, tapi? anak ku lah tunangan nya,, kau telah mencampak kan nya, ingat itu..?'' ucap Yudis menunjuk ke arah Angga
__ADS_1
'' CK.. kalian memang tidak tau malu,, memaksa kan kehendak setelah kalian mencampakan nya..'' ujar Fikri geleng kepala
'' kalau begitu,, aku akan tetap membawa anak ku pergi..dari sini..'' ucap Angga berdiri dari duduk nya, ia berjalan ke arah kamar leya
Daren yang melihat itu, tentu tidak tinggal diam, ia mengejar langkah kaki Angga yang menuju ke kamar leya
Yudis dan Fikri pun ikut panik, ketika Angga begitu nekad melakukan aksi nya, tanpa pikir panjang, Kenan juga membantu Daren, karena bagai mana pun, keluarga Angga tak punya hak atas apa pun di rumah ayah Fikri
'' imut ya.. aku mau juga anak seperti ini..'' ujar Kiara menatap kagum ke arah anak leya
'' aku gak sabar nunggu keponakan ku lahir..'' gemas bunga pada anak leya
sedang kan leya hanya bisa tersenyum menatap ke dua kakak beradik menatap kagum ke arah anak nya, ia senang, karena anak nya di sambut hangat dalam keluarga nya
braaakkkk.....
'' bawa kemari anak ku,, jangan kalian sentuh..'' ujar Angga lantang
'' siapa... dimana anak mu..'' ujar Kiara cepat dan menoleh ke kana dan kiri
'' hei.. kau jangan asal sembarangan memasuki kamar nya, kau memang tidak punya sopan santun..'' ujar Daren berhasil menyeimbangi langkah kaki Daren
'' keluar kalian dari kamar ku, jangan merusak kebahagian ku kalian..'' ucap leya lirih
'' awas,, kau minggir,, aku mau membawa anak ku..'' ucap Angga berusaha menyingkir kan Daren dari hadapan nya
'' kau terlalu banyak bermimpi kawan,. kalau kau masihnekad membawa anak leya,, ingat, aku akan cepat melapor kan mu ke polisi,, karena kau telah menculik anak..'' ucap Daren menatap sinis ke arah Angga
__ADS_1
'' menculik bagai mana,, aku ini ayah nya,, kau jangan halangi aku..'' ucap Angga tak mau kalah
'' baik lah, jika itu mau mu,, aku akan segera menelpon pihak kepolisian, untuk menangkap kalian sekeluarga, karena kalian telah berbuat kriminal di sini..'' ujar Daren Santai
mendengar hal itu, Angga terdiam sejenak, ia menatap tidak suka kepada Daren, dan juga ia sejenak menatap ke arah dalam,
'' aku ingin menikahi mu leya,, aku berharap kau mau melepas kan tunangan brengsek mu ini..'' ujar Angga menunjuk ke arah Daren
'' tunangan apa..'' ucap leya lirih, tentu saja tidak ada yang mendengar selain bunga, sedang kan Kiara sibuk melindungi anak mungil milik leya
kemudian bunga menyikut leya oelan, agar leya paham akan kode dari diri nya, sejenak leya menoleh ke arah bunga dengan tatapan bingung
namun lama ke laman, leya paham apa yang di ucap kan oleh Angga barusan, kemudian ia menatap ke arah Daren
'' siapa yang breksek di sini,, kau apa tunangan ku,, mungkin tunangan ku tidak bersalah, melain kan kau yang breksek di sini,,'' ujar leya menatap tidak suka ke arah Angga
'' maaf kan aku leya,, aku salah,, tapi aku mohon pada mu untuk tidak meninggal kan ku..''' ujar Angga mengiba pada leya
'' tidak bisa, kami sebentar lagi akan menikah, jadi? ku harap kau tidak merusak suasana bahagia kami berdua nanti nya..'' ucap leya dengan nada tegas
'' kenapa kau begitu leya,, apa kah kau tidak mencintai ku lagi,, apa kau sudah melupakan apa yang terjadi pada kita berdua..'' ucap Angga berusaha membujuk leya dengan perkataan halus dan lembut
leya geleng kepala berulang kali, bahwa ia tak ingin melanjut kan kisah cinta mereka yang penuh dengan hina
'' aku begini juga karena mu Angga,, aku terlanjur kecewa pada mu, dan mungkin jodoh kita sampai di sini, kalau kita berjodoh, Allah akan mendekat kan kita kembali,, tapi aku berharap, kita tidak berjodoh lagi..'' tandas leya menolak ajakan Angga
Daren menghembus nafas panjang, Kenan menatap ke arah dalam, di mana Kiara tengah mendekap anak leya dengan erat nya
__ADS_1
...****************...