
'' kenapa dengan Kiara ma..'' Aldo bertanya di kala Kenan memapah Kiara keluar dari dalam rumah
'' gak tau mas, tiba-tiba saja seperti orang lemas dan tak berdaya, padahal tadi lagi baik-baik saja..'' ujar Hani kepada Aldo yang baru saja pulang dari ladang
'' apa mau di bawa ke dokter aja..'' ucap Aldo menatap ke arah Hani dan Kenan secara bergantian
'' minta pulang pa..'' saut Kenan cepat
'' loh.. kok? pulang, baru aja Dateng, udah mau pulang aja..'' heran Aldo
'' gak tau pa, Kiara nya minta pulang..'' saut Hani
membuat Aldo tak bisa menahan Kiara dan kena. lagi, ia hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan membuat kan Kenan membawa Kiara ke luar dari dalam rumah
sepanjang perjalanan Kiara hanya bisa terdiam, membayang kan betapa sakit nya jatuh dari tangga berguling kebawah
sebenar nya Kiara tak ingin lagi mengingat masa kelam yang pernah ia alami, namun semua itu berputar begitu saja di kepala Kiara
membuat ia hampir hilang kesadarna, untung saja Kenan cepat datang menolong nya, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada nya,
'' ayo turun Yang, sudah sampai di rumah ini..'' ajak Kenan ketika mereka sudah sampai di rumah,
walau pun jalanan begitu macet, namun Kenan tetap bersabar, karena ia harus di hadap kan dengan ke adaan Kiara yang kurang stabil
'' hhmm..'' saut kiara hanya bersehem saja, ia pun turun dari mobil mengikuti tarikan tangan Kenan
'' tunggu di sini sebentar, biar ku ambil kan minum..'' ucap Kenan pada Kiara
'' aku mau ke kamar aja..'' ucap Kiara pelan
'' biar ku bantu..'' Kenan putar arah ke arah Kiara
'' gak usah, biar aku saja..aku bisa sendiri..'' tolak Kiara pelan
membuat Kenan diam di tempat, ia tak membantu Kiara, namun ia memperhati kan Kiara yang mencoba untuk bangun sendiri
Kiara pun lebih memilih pindah ke kamar, ia ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya yang tengah kacau entah karena apa
__ADS_1
'' ini minum nya Yang..'' ucap Kenan meletakan minum Kiara di atas naskar
'' kamu sebenar nya kenapa Kiara..'' tanya Kenan lembut seraya duduk di sebelah Kiara
'' entah lah, setiap aku hendak naik ke tangga, selalu teringat ke jadian di mana aku kehilangan bayi ku dan harus menerima kenyataan pahit itu..'' ucap Kiara sendih
Kenan pun mencoba menenang kan Kiara yang terlihat, sedih, bukan hanya Kiara saja yang sedih, sedangbkan diri nya pun merasa kan hal yang sama
'' mau ke dokter kah.. untuk menghilang kan trauma mu itu..'' tanya kenan dengan nada lembut
'' aku takut kenan, aku tak ingin ke dokter itu..'' tolak Kiara langsung
'' coba lah untuk menerima kenyataan yang ada Kiara, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahan kan nya, namun apa lah daya kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha..'' ucap Kenan menasehati Kiara dengan lembut penuh kasih sayang
'' kalau kau rindu dengan anak kita, cukup panjat kan doa dan kirim kan ayat pendek, mungkin itu akan melepas kan rasa rindu mu,, kita hanya manusia biasa, tak boleh meratapi apa yang sudah menjadi kehendak Allah..''
'' semua itu milik Allah, pasti akan kembali kepada Allah juga, hidup tak perlu meratapi yang sudah berpulang kepada nya, membuat nya di sana tak tenang dan tersiksa dengan air mata mu ini..'' ucap kenan menyeka air mata Kiara yang mengalir deras di pelupuk mata
'' tidak semudah yang di ucap kan Kenan, aku masih tidak menyangka, akan secepat itu ia pergi meninggal kan ku..'' ucap Kiara meratapi nasibnya
'' apa aku salah menangisi anak ku sendiri Kenan .'' tanya Kiara lirih
'' jelas itu salah sayang,, air mata mu ini menghambat semua apa pun yang di lakukan nya di sana..'' ujar Kenan menghapus air mata Kiara kembali
'' sudah bisa kamu menjadi pak ustad Kenan..'' ucap Kiara terkekeh kecil
membuat Kenan tersenyum senang, jika Kiara sudah bisa tersenyum, berarti pertanda bagus untuk Kenan
'' kamu seriusan nih, mau aku jadi ustad..'' ucap Kenan mencolek pipi Kiara
'' serius, ustad untuk anak kita kelak.'' sambung Kiara
'' aku pikir ustad yang di mimbar itu, setiap ada tablik Akbar selalu tampil..'' ucap Kenan mengetuk dagu nya dengan jari
'' sekolah kamu gak jurusan itu, kamu sih, ambil nya pakultas ekonomi, bukan nya pakultas keagamaan..'' ucap Kiara terkeh kecil
melihat Kiara yang mulai aktif, bertanya dan berbicara, membuat kenan tersenyum senang, ia bersyukur, karena trauma Kiara saja baru hilang
__ADS_1
'' mau aku temani tidur tidak..'' tanya Kenan dengan suara lembut dan manis
'' gak mau aku, kamu kata nya mau kuliah, kenapa masih ada di rumah..'' ucap Kiara sedikit ke heranan
'' sudah ketinggalan jam pelajaran, sudah tidak ada lagi jam pelajaran ku yang tersisa..'' saut Kenan kepada Kiara
'' maaf,, gara-gara aku, kamu tidak jadi ke kampus..'' sesal Yuna yan memaksa untuk ikut kena. pulang
'' seharus nya aku yang minta maaf dengan mu, karena mas, lah, kamu menjadi seperti ini..'' sesal Kenan merasa bersalah
'' gak apa , sudah lewat juga..'' ucap kenan mengelus pipi Kiara dengan lembut
'' aku mau tidur,, mata ku rasa nya mengantuk sekali..'' ucap Kiara pada Kenan
'' aku juga mau tidur,, tunggu sebentar, aku mau kunci pintu depan..'' ujar kenan turun dari atas ranjang mereka
'' Hem..'' saut Kiara menatap Kenan yang berlalu pergi meninggal kan nya,
sesudah mengunci pintu, ia pun masuk ke dalam kamar, mencari tempat yang paling nyaman di dekat Kiara
kini Kiara adalah candu bagi nya, tak ada waktu tanpa Kenan, walau awal nya ia tidak menyukai Kenan,
namun sampai detik ini, Kiara tak pernah meninggal kan Kenan, karena bagi Kiara, kenan adalah milik nya, tak boleh ada orang lain yang memiliki Kenan
'' cepat tidur, kata nya tadi mau tidur..'' ujar kenan melirik ke arah Kiara yang malah memain kan pu**Ng Kenan dengan kuat
'' hilang ngantuk nya, tadi sangat mengantuk sekali, tapi gak tau entah kenapa ngantuk ku hilang..'' ujar Kiara apa ada nya
membuat kenan menghela nafas panjang menghadapi perubahan sikap Kiara yang hampir setiap hari nya
'' duh.. yang,, sakit..'' ucap Kenan meringis, menahan sakit, karena ulah Kiara memilin pu**Ng Kenan dengat sangat erat
'' hehehe.. maaf yang..'' saut Kiara tanpa dosa
membuat Kenan hanya bisa mengacak rambut kiara dengan gemas,
...****************...
__ADS_1