
" maaf kan aku, mungkin agak lama jika aku keluar dari sini "
" ( memang kau sedang apa hah!! jangan bilang kamu lagi bersama wanita jalanan itu !! jawab aku pria ganjen ) " Omelan demi Omelan yang di terima pria tinggi yang bernama Leon
" tidak tidak tidak, a aku aku sedang dapat masalah " paniknya ketika di katakan bersama wanita jalanan, terpaksa pria tinggi itu mengaku dapat masalah
" ( masalah apa ,) " orang yang di seberang telpon sudah berkacak pinggang padahal tidak ada orang lain
" ada orang tua nona princess " berbisik pada ponselnya agar orang yang sedang memandanginya tidak mendengarnya
" ( apa !! )" teriakan lussy membuat telinga Leon si pria tinggi terlonjak kaget dan telinga nya berdengung
" apa apa an sih kamu " rutuk nya mengusap telinganya yang berdengung
" ( di mana kamu bertemu ) " bukannya minta maaf Mala menanyakan dimana mereka bertemu
" masih di sekitar "
" ( benarkah .!! omaygot !! bagai mana ini ) " terkejut sekaligus panik sendiri. padahal kan yang bertemu orang tua angkat Nara itu si Leon kenpa si lussy yang jadi panik sampai ngajak ngajak rambut nya yang sudah rapi dan mau pergi keluar
" apa kita bawa masuk, kasian mereka , dan waktu pun hampir petang lus " bertanya dengan pelan agar teman nya tidak terkena imbas dan Omelan lagi
" ( bagai mana ini ,)" masih mondar mandir meski tak terlihat oleh Leon atau pun orang lain, memang tempat itu di peruntukan hanya sebagian yang mengetahui nya agar musuh yang sebenarnya bisa terkecoh di mana keberadaan markas yang sebenarnya. dan empat orang bawahan Nara pun tidak tahu di mana letak markas yang sebenarnya
__ADS_1
**
" egh. .. " lengguhnya ketika baru tersadar dari masa kritis nya yang beberapa hari sempat drop lagi
" kau sudah bangun " seorang gadis menghampiri anak kecil yang baru berusia tujuh tahun itu
" hhmmm, aku di mana " tanya nya
" kamu sedang ada di rumah sakit R P hospital. "
anak kecil tersebut mengernyit kan alisnya ketika mendengar nama R P hospital. rumah sakit yang tidak sembarangan orang luar biasa masuk, kecuali orang tersebut masih memiliki dunia bawah
" siapa yang membawaku kemari kak El "
" siapa dia "
" tidak tahu " berjalan kembali menuju kursinya untuk mendudukkan bokongnya dan meluruskan kakinya yang tadi sempat kelelahan setelah berlari dari luar,
diri ya mendapatkan sang adik yang sudah tersadar dari masa kritis nya langsung berlari menuju ruang rawat nya , sedangkan dirinya berada di bawa sedang ingin memesan makanan untuk dirinya nikmati
" seperti nya kau kelelahan kak "
" ya ! memang "
__ADS_1
" apa kakak tidak memberitahu paman saja "
" tidak "
" jangan bawa bawa dia lagi dalam pembicaraan "
" hah,. iya kak " menghela dengan malas,
kenpa sangat sulit meminta bantuan pada orang terdekat atau minimal kembali pada rumah nya yang sengaja mereka tinggalkan hanya untuk menemukan seseorang yang sangat berarti bagi dua orang berbeda usia itu
" apa sebaiknya kita menyerah saja kak "
" tidak akan, aku sudah tidak ingin memakai para anak buah papih yang banyak berhianat itu "
" sebenarnya siapa yang menginginkan keluarga kita terpecah kak " tanya anak kecil yang wajahnya dililit oleh kain kasa
" aku pun kurang tahu Edwin ? dan aku harap, dia bisa lebih baik dari kakak mu ini yang bodoh " merutuki diri sendiri
" apa tidak ada cara lain selain kalung itu "
gadis bermata biru laut hanya menggeleng kepala pelan.
" hanya ini yang di tinggalkan oleh papih Ed? " mendapat sendu pada kalung yang bertengger di leher jenjangnya yang mulus putih tanpa cacat
__ADS_1
bersambung