Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#46


__ADS_3

" huh, hampir saja aku kelepasan jika aku masih marah sma bang wil, Hem " berjalan melewati resepsionis yang tadi melarangnya masuk, sedangkan resepsionis tidak sengaja melihat orang ia larang melewatinya dan memandang dengan tajam, ia sampai bergidik ngeri dan menunduk kembali


setelah keluar dari gedung pencakar langit, Nara pergi menuju mobil yang masih terparkir dengan nyamannya, di lobi tempat parkiran yang sangat luas


" jalan " setelah memasuki mobil hanya mengucap satu kata, tiga orang yang sudah menunggu lama di mobil kini bingung dengan wajah perubahan Nara yang sedikit cemberut


" non ," bi Ijah sengaja mengajaknya bicara agar tidak salah mengucapkan kata,


" jangan panggil non, panggil nama, saya bukan majikanmu" menjawab dengan nada dinginnya


" ah, maaf kan bibi nak, jika salah mengucapkan kata "


" Hem, lebih baik kalian istirahat saja, perjalanan masih memakan waktu sekitar satu jam lagi "


" apa !!" teriak gadis tirus , yang sedari tadi sudah merasa cape di dalam mobil dan jenuh kini di suruh istirahat kembali karena perjalanan masih lumayan jauh


" ssttt " setelah memberi tahu agar diam kini Nara memejamkan matanya untuk mengurangi lelahnya


setelah menempuh perjalanan yang di bilang lumayan , sebenarnya bukan selama satu jam dalam perjalanan tapi dalam satu jam itu ia mampir dulu ke supermarket untuk membeli sesuatu agar bisa mengganjal perutnya dan yang lain juga , memprediksi supaya sampai di rumah utama dalam satu jam tapi malah lebih dari itu,


mobil memasuki pekarangan yang sengaja di supir oleh bawahan milik Nara yang ditugaskan untuk slalu memantau ketiga kakaknya supaya tetap aman,


Nara keluar dari mobil dengan wajah di masamnya, sengaja bilng satu jam dalam perjalanan agar bisa leluasa untuk mampir ke supermarket eh malah bablas lebih satu jam , semua gara gara nya sang kakak yang menginginkan ini lah itu lah, Alhasil membawa pulang beberapa kantong yang di bawa oleh pengawal sang kakak


" selamat datang kembali nona, "


" hmmm " setelah menjawab panggilan dari orang yang telah mengurus rumah utama kini Nara menuju lift untuk naik ke lantai tiga


' Ting '


Nara meninggalkan tiga orang yang berbeda usia yang masih kebingungan harus kemana sedangkan yang mengajak untuk kembali ke mansion utama sudah memasuki rumah terlebih dulu setelah tadi marah marah terhadap kakak dan anak kecil yang bernama Ardi


" kita mau kemana Bu "

__ADS_1



" ibu juga bingung di, " dalam hati Bu Ijah ia mengingat di mana ia slalu menjaga anak asuh yang di sayang di dalam rumah ini, tapi setelah penculikan kakak dari anak yang di asuhnya , ia ikut pergi menolong tapi siapa sangka, ia malah seperti menjadi buronan setelah mendapat kan nira waktu itu



" bi, "


" ah iya, kenapa non "


" kita mau kemana, "


" silahkan masuk nona " ucap supir yang telah mengemudikannya , ia mendapatkan pesat dari sang tuannya agar menyuruh tiga orang yang masih anteng berdiri di pinggir pintu mobil


seorang pelayang yang kebetulan lewat hanya memberi hormat pada nira, tapi siapa sangka mereka kira itu adalah Nara sang nona yang biasa datang kerumah utama


" selamat datang kembali nona " serempak para pelayan memberi hormat, sedangkan ketua dari pelayan itu merasa bingung " bukan kah tadi nona sudah masuk, terus sejak kapan nona memiliki mata coklat " ucap dalam hati sang ketua pelayan


" ya nyonya saya Erni anda mengenal saya " membalas ucapan wanita tua yang di tuntun itu ia merasa bingung sendiri


" kau benar Erni, "



" betul ," masih membalas ucapannya sembari membungkuk



" kita bertemu kembali er"


" maksudnya " kedua alisnya mengkerut ketika orang yang ada di hadapannya berkata ia bertemu kembali


kriiing

__ADS_1


sekali dering ponsel yang di pegang sang ketua pelayan langsung mengangkatnya


" iya nona, "


" antarkan mereka ke kamar tamu, perlakukan dengan baik ,"


" baik nona, akan saya laksanakan "


ingin mematikan ponsel tapi masih ada suara sang nona yang masih menghubunginya


" ajak bicara pada temanmu,"


" maksud nona," ia melihat kedepan untuk memastikan siapa gerangan yang di sebut sahabat oleh nonanya itu


" ijahmu kembali "


" apa" teriak kaget apa yang di katakan sang nona


" ish , budeg ini kuping ku, " awal menghubungi sengaja ingin memberi tahu pada pelayan setianya keluarga Nugraha kini malah ia di kagetkan dengan suara dari ponsel hingga telinganya sedikit berdengung


" ya sudah , lakukan saja "


" ba-baik nona " pelayan tua tersebut merasa kaget setelah di beri tahukan bahwa yang ia lihat bukanlah sang nona dan apa tadi yang di katakan ya, Ijah mu, iya ijah mu, Ijah adalah teman sekampung yang sengaja merantau bersama, kebetulan dapat tuan yang sama sehingga mereka tidak terpisahkan, hanya kejadian di mana sang nona pertama di culik temannya ikut menghilang juga,


" mari silahkan masuk " Kat pelayan yang tidak sengaja mendengar bahwa mereka adalah tamu di rumah ini jadi mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumah megah itu



" waaaah , gede juga ya kak rumah nya " Ardi merasa kagum pada rumah mewah itu


" hmm " hanya bergumam untuk membalas ucapan Ardi, ia pun merasa di surga setelah bertemu kembali di keluarganya


bersambung

__ADS_1


__ADS_2