
sore hari, ketika kenan pulang dari bekerja, ia menyempat kan diri melihat ke arah anak dan istri nya yang sedang terlelap di atas ranjang
" hemm... siang sampai sore tidur saja,, giliran malam menangis saja.." ucap Kenan menatap ke arah Kiara dan Hanum bersamaan
" lebih baik aku mandi saja, dari pada nanti salah satu dari mereka terbangun, aku masih bau seperti ini.." ujar Kenan memilih meletakkan tas ransel yang ia bawa dan mengambil handuk
setelah Kenan masuk ke kamar mandi, tak berapa lama Kiara terbangun dari tidur nya, melihat sekeliling masih sepi, ia pun beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi
Tanpa tau Kenan berada di dalam atau tidak, ia masuk begitu saja tanpaemperhati kan ada kah orang atau tidak di dalam
Kiara berjalan santai di dalam, melihat Kiara tak menyadari ada nya diri nya Kenan hanya tersenyum simpul melihat Kiara berjalan gontai ke arah wastafel kamar mandi
" Mau apa Yang.." tanya Kenan berdiri tepat di belakang Kiara, membuat Kiara terjingkat kaget dengan kehadiran Kenan
" Sejak kapan kau ada di dalam.. ini beneran Kenan atau tidak.." celoteh Kiara sangking terkejut nya
" Jangan mendekat, kau siapa.." ucap Kiara sedikit ketakutan
" Hey.. Yang,, ini aku loh.. suami mu.." ucap Kenan menyentuh pergelangan tangan Kiara
" Ha... Ini beneran kamu kan.." tanya Kiara memastikan bahwa di depan nya ini benar-benar Kenan
" Iya.. ini aku,, kamu kenapa seperti takut begitu.." ucap Kenan mengerut kan kening nya melihat Kiara begitu takut pada diri nya
" Bagai mana gak takut, lihat wajah kamu dan tubuh kamu, di penuhi dengan busa, mana gak pakek baju lagi.." ucap Kiara mengelus dada nya karena terkejut tadi
" Eh... Iya kah.." ujar Kenan terkekeh kecil
Ia berjalan cepat ke arah pintu kamar mandi, dan menguncinya membuat Kiara kebingungan, kenapa Kenan harus mengunci pintu kamar mandi tersebut
" Kenapa di kunci pintu kamar mandi nya,, aku mau keluar Kenan, aku sudah selesai.." protes Kiara pada Kenan
" Temani aku mandi Yang.." pinta kenan pada Kiara
" Udah besar juga, masa mau di temani mandi.." ucap Kiara berdecak kesal
" Cepat lah Yang,, aku sudah lama di anggurin... Itung-itung menghilang kan pening kepala Yang.." Kenan memohon kepada Kiara
Membuat Kiara menghela nafas panjang, tidak mungkin lagi Kiara menolak permintaan Kenan untuk yang kesekian kali nya
__ADS_1
" Hhm.. baik lah,, tapi jangan lama,, nanti Hanum terbangun.." ucap Kiara menyetujui permintaan Kenan kepada nya
" Yess... Oke.. aku janji tidak akan lama.." ucap Kenan begitu bersemangat
" Tapi aku belum KB,, bagai mana ini.." ucap Kiara pada Kenan
" Sekali aja kan, tidak akan membuat kamu hamil.." rayu Kenan lagi, ia sudah tidak sanggup lagi menahan begitu lama
Walau pun ia masih muda, namun ia adalah lelaki normal pada umum nya, tidak mungkin ia tidak mengingin kan istri nya
" Apa benar... Awas saja kalau aku hamil lagi, sedang kan mengurus hanum saja kita kewalahan.." ucap Kiara lagi
" Kalau kamu hamil lagi, pasti nya aku akan tanggung jawab kan, tidak mungkin aku melarikan diri.." ujar Kenan terkekeh kecil
Ia tak mau kali ini gagal kembali, kepala nya sudah terlanjur berdenyut hebat, di kala ia tidak mendapat kan jatah dalam beberapa bulan terakhir ini
" Kalau itu sih.. aku tau..," ujar Kiara besungut pada Kenan
Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Kenan dengan cepat menyerang Kiara walau pun Kenan sebenar nya sudah kedinginan berada di dalam kamar mandi terlalu lama
Satu jam berlalu, membuat Kenan sudah terpuas kan, dengan Kiara yang terkulai lemas, membuat Kenan membantu Kiara membersih kan diri
" Kata nya hanya sebentar, gak tau nya buat aku tepar juga.." ucap Kiara sedikit kesal
" Hehehe... Kebablasan Yang,, nama nya juga sudah lama tidak melakukan nya.." ucap Kenan tertawa kecil kepada Kiara
Membuat Kiara menghela nafas dalam, ketika mendudukan diri nya di atas bangku rias milik nya, kaki nya masih gemetaran akibat pertempuran mereka di dalam kamar mandi
Kenan terlalu bersemangat, sampai tidak mengingat waktu, dan tidak melihat Kiara sudah lemas dan gemetaran
" Malam ini, kita tidur di rumah Oma saja,, biar ada yang menemani kita jika Hanum nanti malam menangis.." ucap Kenan pada Kiara
" Baik lah, tapi Hanum nya belum juga bangun..? Ucap Kiara menoleh kebelakang melihat Hanum masih mendengkur halus
" Di bangun kan saja, biar aku siap kan perlengkapan hanum dan juga perlengkapan kita.." ucap Kenan
Ia pun mengambil dua ransel, yang akan di isi oleh perlengkapan hanum, dan juga untuk mereka berdua selama ada di rumah Oma mereka
" ini perlengkapan nya apa lagi,, biar kita masuk kan ke dalam tas.." tanya Kenan pada Kiara
__ADS_1
" Susu formula nya sudah belum..? Ucap Kiara menoleh ke arah Kenan
" Harus pakai ya... Apa sudah tidak minum susu formula lagi.." ucap Kenan lupa akan hal susu Hanum,
Yang ia tau, Hanum hanya mengonsumsi asi saja selama ini, tidak dengan susu formula
" Kalau sedang rewel, ak ujarku selalu membuat kan susu formula kepada nya, terkadang asi terkuras habis oleh Hanum.." ucap Kiara
" Baik lah,, ada di mana susu formula nya, apa kah ada di kamar atau di dapur..," tanya Kenan
" Ada di lemari dapur, di atas keranjang bumbu..," ucap Kiara
" Sekalian botol DOT nya ya,, jangan sampai lupa..," ucap Kiara lagi
" Oke.. aku akan ambil kan sekalian.." ucap Kenan berlalu pergi meninggal kan Kiara yang sedang mengganti kan popok Hanum
Tak berapa lama, Kenan pun muncul sambil membawa dot susu dan juga perlengkapan milik Hanum yang lain nya
" Yang ini bukan.." tanya kenan pada kiara
" Hem.. yang mana.." saut kiara menoleh sejenak ke arah samping,
" yang ini loh ....Yang.." tunjuk Kenan membawa semua perlengkapan susu milik Hanum
" Iya... Yang itu benar...?" Saut Kiara tanpa melihat ke arah Kenan
Setelah semua nya selesai, kini Kiara dan juga Kenan berjalan keluar dari dalam kamar, dengan Hanum berada di dalam dekapan Kiara
" Sudah tidak ada yang mau di bawa lagi kan.." tanya Kenan pada Kiara
" Seperti nya sudah tidak ada..," ucap Kiara yang merasa tidak meninggal kan sesuatu
" Ayo naik,, semua sudah ada di belakang... Tinggal jalan saja.." ucap kenan pada Kiara
'' oke...'' ucap Kiara,
ia pun naik ke dalam mobil, setelah Kiara naik, Kenan pun melaju kan mobil nya ke arah perumahan opa dan Oma nya,
untung saja rumah opa mereka berdekatan, jadi tidak susah, harus mengunjungi yang mana dulu, karena ke dua nya berdekatan dan bertetangga
__ADS_1
...****************...