Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 92


__ADS_3

hari-hari berlalu begitu cepat, dengan Kiara dan Kenan melakukan aktivitas seperti sedia kala, ada suka, dan ada duka, memilih hidup menikah muda, tidak semua nya berjalan dengan lancar


seperti saat ini,, hari-hari Kiara dan Kenan selalu di rusuhi oleh Dita yang tak pernah ada malu nya, setiap ada kesempatan, Dita selalu mengganggu Kenan, membuat Kiara terkadang ingin marah, namun Dita tak pernah mau menghirau kan prasaan nya


'' bang... tolongin Dita..'' ucap Dita manja ketika ia hendak beranjak dari duduk nya,


'' apa gak bisa berdiri sendiri..'' ucap Kenan dingin


'' bang.... tolongin dong..'' seruan Dita kembali, tanpa menghirau kan raut wajah Kiara yang sudah memerah menahan marah nya


'' ayo Yang..'' Kenan tak menghirau kan rengekan Dita, ia malah membantu Kiara berdiri dari duduk nya, membuat Dita berengut kesal


'' Abang... Iiss... jahat banget sih..'' ujar Dita kesal


semua karyawan yang ada di kafe Aldo, terkadang risih melihat Dita yang sekali menempel pada Kenan,


walau terkadang Kenan tak mau menghirau kan nya, tetap saja Dita selalu mencari muka pada Kenan,


''' cantik-cantik kok seneng nya sama suami orang..'' celetuk sinis salah satu karyawan kafe


'' iya.. ya... gak tau malu, padahal, bos muda kita sudah punya istri di samping nya lagi..'' saut teman nya


sedang kan Kenan dan Kiara yang meninggal kan Dita di kafe, kini berjalan ke arah rumah mereka, yang lewat pintu samping yang terhubung ke arah kafe


'' sekali saja kak Kiara yang jadi prioritas utama bang Kenan..'' sungut Dita ketika ia sudah sampai di rumah Kenan dan Kiara


membuat ke dua nya menoleh ke arah Dita yang sedang besungut menatap kenan. dan kiara, sedang kan Kiara sudah teramat kesal pada Dita


'' lebih baik kamu pulang Dita, seperti tidak memiliki keluarga saja kamu ini..'' serkas Kiara menatap Dita sinis


'' apa sih kak... apa salah nya aku di sini, kalian juga kan keluarga ku..'' ucap Dita galak, membuat Kiara menatap tajam dita


'' kau ini ya..?'' ujar Kiara, menahan gejolak emosi yang bersarang di dada nya


'' Abang... lihat itu kak Kiara..?'' ujar Dita, berharap dapat belaan dari Kenan


namun sayang, bukan nya belaan yang Dita dapat kan dari Kenan, ia malah mendapat delikan tajam Kenan, seakan-akan hendak menerkam mangsa yang ada di depan mata


'' kau apa tidak ada kegiatan lain, selain merusuhi ku, apa kau tidak punya acara lain, sehingga selalu mengurusi acara kami..'' bentak ke an kuat, membuat Dita dan Kiara yang berada di samping nya terkejut

__ADS_1


'' Abang marah..'' ujar Dita mengiba pada Kenan


'' kau pikir lah sendiri,, apa kah kelakuan mu itu tidak akan membuat semua orang marah?'' tandas Kenan


tak berapa lama, mobil sedan masuk ke halaman rumah mereka, membuat Kenan yang mula nya ingin masuk kedalam, urung jadi nya,


ia menatap sekilas ke mobil sedan merah tersebut, Kenan seperti nya mengenali siapa yang bertamu ke rumah mereka saat ini


'' assalamualaikum bang..'' salam dari Dito,


Dito datang kemari hanya untuk menjemput sang adik yang jarang pulang ke rumah mereka,


'' waalaikumsallam... tepat waktu sekali kamu..'' ujar Kenan tersenyum lebar pada Dito


'' kenapa Abang berkata demikian..'' tanya Dito mengerut kan kening nya heran


'' lihat lah Dita, sedari tadi pagi ia sudah ada di sini, aku ingin membawa dia pulang, namun, Dita tak mau di antar pulang..'' ucap Kenan menunjuk Dita dengan dagu nya


'' apa dia selalu membuat masalah bang..'' tanya Dito lagi


'' itu sudah pasti, bagai mana ya.. agar asik mu paham tentang posisi nya saat ini..'' ujar kenan setengah kesal pada Dita


'' gak mau bang, aku masih betah disini..'' ujar Dita membuat sang Abang naik pitam


'' kau mau apa ada di sini, kau hanya bisa membuat rusuh saja, lebih baik kita pulang, ayah dan bunda sedang menanti kita..'' ujar Dito lembut pada sang adik


'' bilang saja sama ayah.. bahwa aku akan menginap di sini..'' ujar Dita pada Dito


'' kau jangan cari perkara, kau di sini, akan menambah beban saja, lebih baik kau dan aku pulang sekarang juga, jangan sempat Abang marah..'' ucap Dito masih dengan suaraembut


'' tapi aku masih mau disino bang..'' pinta Dita kemudian


'' gak bisa, kau harus tetap akan pulang, kau mau apa di sini, apa tidak cukup ayah menghukum mu, apa kau melupakan perjanjian awal mula kau itu Dita.. apa perlu Abang ingat kan lagi..'' ucap Dito lantang


membuat Dita terdiam menunduk, tak berani menatap ke arah Dito,


'' iya.. iya.. Dita akan pulang..'' ujar Dita mendekat ke arah dito


'' kalau ayah tau, kau begini ke bang Kenan, habis kau Dita..'' ujar Dito membuat Dita terdiam

__ADS_1


'' maaf bang...? jangan bilang sama ayah..'' pinta Dita membuat Dito Hanya bisa geleng kepala


'' kita pamit pulang ya.. bang..'' ujar dito pamit pada Kenan


'' gak masuk dulu dit..'' tawar Kenan kemudian


'' iya bang, kita singgah dulu..'' dengan semangat, Dita berucap pada sang Abang


'' gak ada? ayo pulang..'' ajak Dito cepat


'' lain kali aja bang, gak bisa untuk saat ini, ada perngrusuh..'' ujar Dito memanyun kan bibir nya ke arah dita


Kenan hanya mengangguk kan kepala nya saja, ia mengerti apa yang di maksud kan oleh Dito,


setelah kepergian Dito, Kenan dan Kiara pun masuk ke dalam rumah,


'' ada saja pengganggu di rumah ini, gak bisa buat orang tenang aja..'' Kenan menggerutu ketika ia masuk ke dalam rumah lebih dulu


'' kenan? bagai mana keadaan leya sekarang ya..'' ujar Kiara masih kepikiran masalah leya


'' jangan pikir kesitu, lebih baik kita masuk mandi, sekarang waktu nya untuk istirahat sejenak..'' ujar Kenan merangkul Kiara masuk ke dalam kamar mereka berdua


'' menjauh Kenan, kau bau asam sekali..'' ujar Kiara meledek Kenan sambil menutup hidung nya


'' aah... apa iya sih..'' Kenan mengendus tubuh nya sendiri, mencium apa kah benar yang di ucap kan oleh Kiara barusan


'' tapi gak bau sama sekali..'' ujar Kenan kembali


Kiara hanya tertawa kecil, melihat Kenan mudah untuk di tipu oleh diri nya


'' Yang.. kau mengerjai ku kan..'' Kenan menatap tajam ke arah Kiara


Kiara malah tertawa terbahak-bahak melihat ke arah Kenan yang sudah tertipu oleh nya, seketika Kenan pun mengejar Kiara sambil menggelitiki kiara,


'' ampun Kenan, aku hanya bercanda saja tadi..'' ujar Kiara di sela ia menghalau tangan Kenan


'' tiada ampun bagi mu tuan putri..'' ujar Kenan masih terus menggelitik perut Kiara,


malam hari, kini mereka bersantai di teras rumah, menikmati angin malam, dan pemandangan ramai nya kafe Aldo di malam hari ini

__ADS_1


...****************...


__ADS_2