Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 146


__ADS_3

'' kenapa sih bag,, dari tadi sirik muluk..'' sungut bunga


'' hadeh... ini anak,, kalau bukan adek gua... udah gua buang Lo...'' ucap Kenan kesal


'' buang aja,, palingan Abang berurusan sama. bunda dan ayah..'' ucap bunga melenggang pergi meninggal kan Kenan


ia menulusuri jalanan ke ruang tamu, tak menemukan ada nya Kiara dan Hanum di ruang tamu


'' kak Kiara kemana bang..'' tanya bunga kepada Kenan


'' palingan juga di kamar, tadi kan habis keluar juga, mungkin lagi bersih-bersih..'' ucap Kenan berjalan ke arah kamar


'' Yang... ada di dalam kah..'' ucap Kenan sambil mendorong daun pintu kamar


'' siapa yang bertamu kenan..'' tanya Kiara menoleh ke arah Kenan


'' ada bunga itu,, kamu temui gih...'' suruh Kenan


'' loh.. sama siapa kemari, sama ayah bunda kah..'' tanya Kiara menatap keheranan ke arah Kenan


'' gak ada ayah bunda, bunga datang sendiri kemari tuh..'' ucap Kenan menunjuk ke arah luar kamar


'' kok? berani sekali bunga kemari..'' heran Kiara


'' gak tau,, kata nya sih,, bareng Daren dan leya,, tapi kemari nya, bunga sendiri,, leya nya terlalu lama kata nya..'' ucap Kenan berjalan masuk ke dalam kamar


sedang kan Hanum sudah tidak mengenakan baju, ketika Kenan mendekat ke arah Hanum


'' lah... bidadari kecil papa gak pakek baju ini..?'' tanya kena. menatap ke arah Kiara


'' mau aku mandiin Yang,, kamu gantiin aku ya.. biar aku menemui bunga..'' ucap Kiara kepada Kenan


'' baik lah,, Hanum biar papa yang memandikan nya,, kalau mandi bareng papa,, jangan nangis ya..'' ucap kenan kepada Hanum


sedang kan Kiara berjalan keluar kamar untuk menemui bunga, dengan Kenan yang mengganti kan tugas Kiara


'' kamu sama siapa kemari nya dek..'' tanya Kiara kepada bunga yang dudu selonjor di ruang tamu

__ADS_1


'' dari rumah bunda sih,, bareng bang Daren,, tapi kalau ke sini nya,, naik ojol.. kelamaan nungguin kak leya,, aku udah gak betah di sana..'' ucap bunga berdiri dari duduk nya dan memeluk Kiara


'' ayah dan bunda gimana,, kalau kalian semua tidak ada di rumah..'' tanya Kiara menatap ke arah bunga setelah bunga melepas kan pelukan mereka berdua


'' ayah menemani bunda ke rumah keluarga bunda,, untuk memperingati dua tahun kepergian Oma.'' ucap bunga


'' Oma yang mana..'' tanya kepo Kiara


'' kakak gak bakalan tau, karena kakak sendiri tak pernah bertemu, aku sendiri aja jarang bertemu dengan mereka,, padahal aku, dari kecil tak pernah di tinggal kan oleh ayah mau pun bunda di rumah..'' ucap bunga


'' kenapa tidak ikut dengan bunda saja..'' tanya Kiara lagi


'' gak enak kak? di sana banyak saudara bunda yang tidak menyukai keluarga kita,, bersyukur lah kakak,, mereka tidak tau tentang kakak, karena mereka tau nya, kakak telah hilang berapa tahun silam..'' ucap bunga menghela nafas jengah


'' kenapa kamu berbicara begitu bunga,, tidak baik menceritainkeliarga sendiri..'' ucap Kiara


'' memang begitu kak,, selama aku ikut dengan bunda,, pasti ayah di rendah kan, di bilang pelit lah, di bilang kaya bohongan lah,, segala macam lah,, ada yang bilang tidak bisa membuat keluarga nya bahagia lah, sampai mobil saja kalian menyewa..? itu salah satu ucapan yang pernah aku dengar dari keluarga bunda kak..'' ujar bunga menggebu-gebu


membuat Kiara mengerut kan kening nya, selama ia bernafas, ia tak pernah mendengar hinaan seperti itu dari mulut keluarga angkat nya


'' ada ya... keluarga seperti itu..'' ucap Kiara masih tak habis pikir dengan apa yang ia dengar


'' ya..ada dong kak,, apa lagi, kalau ayah hanya naik bus.. atau angkutan umum lain nya,, sudah lah,, mereka selalu menghina ayah,, aku terkadang heran melihat ayah, kenapa bisa sesabar itu menghadapi keluarga dari bunda, apa-apa selalu uang, apa-apa selalu materi yang di ucap kan,..'' ucap bunga sekilah jika mesalah perekonomian, Yudis adalah orang terkaya di kampung nya


'' sudah lah,, jangan di bahas,, lebih baik kita makan,, kau sudah makan apa belum..'' tanya Kiara menoleh ke Arah bunga


'' belum kak,, aku kelaparan dari semalam.. selalu telat makan..'' adu bunga pada Kiara


'' kenapa bisa gitu,, Daren kan ada, lagian tempat makan banyak berserakan di jalanan..'' heran Kiara


'' aku juga gak tau konsep Meraka berdua, aku sampai bingung sendiri, di kira mereka aku tidak memiliki uang kah,, sampai gak bisa bayar sendiri..'' ucap bunga menggebu-gebu


'' biar nanti kakak tegur Daren..'' ucap Kiara


'' percuma kak.. kalau mereka gak denger apa kata Kakak, capek Kaka menegur mereka berdua..'' ucap bunga lagi


mereka berdua pun berjalan ke arah dapur, di mana tadi pagi Kenan menyuruh orang untuk membantu Kiara di dapur, di kala pagi hari

__ADS_1


'' kenapa kamu berbicara seperti itu bunga.. apa kah mereka orang yang keras kepala..'' tanya Kiara


'' aku juga gak tau kak,, bunda aja sampai capek loh, menegur mereka berdua,, terlalu boros, jika memiliki uang, tapi? kalau sudah tidak memiliki uang, pasti mereka berdua selalu bertengkar..'' sungut bunga


'' apa Daren tidak bekerja bunga,, apa dari tidak memberi nafkah kepada leya..'' tanya Kiara penasaran


'' bang Daren memang tidak pernah kerja, karena bang Daren kan, memang masih pokus kuliah aja,,..'' jawab bunga


'' jadi? uang mereka dapat kan dari mana..'' tanya Kiara sedikit keheranan


'' uang jatah dari bunda dan ayah tiap bulan nya,, kalau selebih nya, paling uang dari ayah, kalau membantu ayah di kantor saja..'' ucap bunga


'' kenapa tidak bekerja di kantor ayah saja,, biar uang perbulan mereka tidak mengharapkan dari uang bulanan dari bunda atau ayah..'' tanya Kiara lagi


'' gak tau,, bang Daren nya mungkin tidak punya waktu lebih..'' saut bunga santai


mereka pun berhenti berbincang ketika makanan sudah di depan mata, Kiara membiar kan bunga makan dengan lahab nya,


selesai makan, Kiara mengajak bunga ke ruang tamu kembali, ketika mereka berjalan ke ruang tamu, sudah ada Kenan dan juga Hanum di ruang tamu


'' ponakan onti sudah cantik sekali ya...'' ucap bunga mendekat ke arah Hanum


'' ma...mamaaaaaa....'' tangis pecah Hanum ketika bunga mendekat ke arah Hanum


'' aduh.. ini onto sayang,, kenapa menangis seperti itu,,'' ucap bunga mencoba membuat Hanum tidak takut kepada diri nya


namun sayang, bukan nya berhenti menangis, Hanum semakin kuat menangis, membuat bunga berhenti di tempat


'' kan.. sudah di bilangin,, jangan seperti itu cara nya,, kau terlalu kencang berteriak..'' ucap Kenan mendengus sebal


'' huuu... dasar anak Kenan..'' sungut bunga kepada Hanum


'' kenapa kalau anak Abang,,..'' heran Kenan menatap bunga yang besungut kesal


membuat Kiara yang menenang kan Hanum hanya terkekeh kecil saja, mendapati bunga menatap kesal ke arah Kenan


...****************...

__ADS_1


__ADS_2