Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 144


__ADS_3

'' hari ini ada acara apa..'' tanya Kenan ketika ia tengah duduk di sofa ruang tamu bersama Kiara dan juga putri kecil Kenan


'' gak ada acara apa pun.. lihat lah rumah begitu berserakan,, aku belum sanggup mengerjakan nya..'' ujar Kiara lesu


dari pagi hingga ke sore hari, Kiara masih merasa kan lemas dan pusing tiada Tara di kepala nya, entah sudah berapa kali Kiara mencoba untuk tertidur, namun mata Kiara enggan untuk terpejam


'' masih sakit kah kepala nya..'' tanya Kenan menoleh ke arah Kiara


'' hemm... seperti yang kau tau dari pagi..'' saut Kiara lirih


'' ayo ke dokter saja, mana tau kau kurang pitamin atau apa lah,, sehingga kepala mu berat seperti itu..'' ajak Kenan kepada Kiara


'' gak ah... aku hanya pusing biasa saja .'' tolak Kiara


'' jangan gitu Kiara, nanti kamu sakit, kasian sama Hanum nya.. gak ada temen nya..'' bujuk Kenan lagi


'' hemm.. males sekali rasa nya kaki ini melangkah ..'' keluh Kiara


'' mau di gendong kah..'' tanya Kenan menatap ke arah Kiara


'' jangan... kamu gak akan kuat angkat aku..'' tolak Kiara cepat


membuat Kenan urung untuk mengangkat Kiara, sedang kan Hanum terdiam menatap ke dua orang tua nya yang sedang berdebat


hari ini Kenan benar-benar membawa Kiara ke dokter, sebelum pergi, tak lupa mengunci setiap pintu masuk ke dalam rumah.


'' hemm. padahal males banget harus kena jarum suntik..'' keluh Kiara


'' cuma periksa aja Kiara, bukan harus di jarum kan..'' Kenan geleng kepala melihat Kiara yang sudah di bujuk


'' iya.. iya,, aku mau, tapi setelah nya, aku mau .akan bakso besar..'' pinta kiara


'' malah minta lain pula..'' ujar Kenan menatap ke arah Kiara


'' mau apa tidak..'' sentak Kenan


'' iya.. aku mau..'' ucap Kenan dengan suara lirih


membuat Kiara berjingkat senang, ketika keinginan nya di turuti oleh Kenan, senang nya bukan main Kiara ketika Kenan mau membelikan nya bakso


'' ayo..'' ajak Kiara dengan semangat


'' dasar perempuan satu ini..'' gerutu Kenan sambil geleng kepala

__ADS_1


Kiara berjalan ke arah Hanum, membagus kan pakaian hanum dan memakai kan sepatu, setelah nya tugas Kenan yang mengangkat Hanum dari duduk nya


mereka pun berangkat ke rumah sakit terdekat untuk periksa tentang kesehatan Kiara


'' untung sunyi,, gak perlu terlalu banyak mengantri..'' ucap Kenan berjalan ke arah Kiara yang menunggu di ruang tunggu bersama dengan Hanum


'' apa Yang..'' tanya Kiara menatap ke arah Kenan


'' tidak apa,, kita tidak perlu mengantri terlalu panjang..'' ucap Kenan seraya tersenyum lebar pada Kiara


'' oh...''


tak berapa lama, nama mereka pun di panggil, Kenan mengambil alih Hanum dan membantu Kiara berdiri di Ari duduk nya


'' silakah masuk..'' ucap suster dengan sopan kepada Kiara dan Kenan


'' terima kasih sus..'' ucap Kenan ya g di tanggapi senyuman saja oleh sang suster


'' sampai di dalam, sudah ada dokter umum yang menyambut mereka dengan senyum ramah


''silah kan duduk pa..buk..'' ujar sang dokter kepada Kenan dan Kiara


'' terima kasih dok..'' saut Kiara


'' istri saya dok...'' tunjuk Kenan pada Kiara


''apa keluhan nya buk..'' tanya dokter dengan ramah


'' kepala saya pusing dan baru beberapa hari saya sering mual dok..'' jawab Kiara pada dokter


'' coba berbaring di sini buk,, biar saya periksa.'' ajak dokter kepada Kiara


Kiara pun berdiri dari duduk nya, berjalan mengikuti arah LAN sang dokter kepada nya


Kiara pun berbaring di ranjang, di bantu oleh dua suster yang memang berkeja di ruang dokter tersebut


'' seperti nya,, ibu harus periksa ke dokter lain..'' ucap dokter tersebut sambil memegangi perut bawah Kiara


'' kenapa harus gitu dok, apakah penyakit saya begitu serius..'' ujar Kiara merasa takut sendiri


'' tidak ada penyakit serius buk, hanya saja,, saya merasa kan ada hal yang tidak bisa saya jelas kan,, lebih baik periksa dengan dokter yang tepat..'' ucap dokter tersebut dengan tersenyum


'' tidak ada penyakit serius,, kenapa saya harus pindah dokter lain..'' ucap Kiara mengkerut kan kening nya

__ADS_1


'' saya tidak tau, apakah prediksi saya benar atau salah? kalau menurut saya, ibu ini sedang mengandung, tapi kalau mau lebih jelas lagi, ibu harus periksa lebih akurat ke dokter kandungan,, saya hanya menerka saja..'' ucap dokter tersebut


'' oh... hanya mengandung..'' ucap Kiara santai


dokter hanya tersenyum saja melihat tanggapan Kiara yang sesantai itu


'' eh..a.a.pa.. tadi dok..'' tanya Kiara sejenak mencerna perkataan dokter kepada nya


'' anda tengah mengandung, kalau prediksi saya benar,, kalau lebih jelas lagi, lebih baik ke dokter kandungan..'' ucap dokter menjelas kan kembali kepada Kiara


membuat Kiara terdiam di tempat, dengan pikiran melayang entah kemana, sampai suster membantu nya untuk turun pun, Kiara hanya diam saja


'' ini saya ada rekomendasi dokter kandungan,, silahkan bapak bawa ibu nya ke sana..'' ucap sang dokter setelah menjelas kan kepada Kenan


sejenak Kenan menatap Kiara yang terbengong di dekat nya, Kenan pun sama seperti Kiara,


'' terima kasih dok,, ayo Yang..'' ajak Kenan kepada Kiara yang masih diam di tempat


setelah mengucap kan itu, Kiara dan Kenan berpindah tempat, sesuai instruksi dokter umum tersebut kepada nya


sedang kan Kiara masih diam saja, sampai di ruang dokter kandungan pun, Kiara masih diam, sampai bunyi monitor yang menunjuk kan di mana letak janin dalam kandungan Kiara, baru lah Kiara menoleh ke arah kompoluter yang menunjuk kan di mana letak bayi ke dua mereka


'' ini vitamin dan obat mual nya pak, silah kan di tebus..'' ucap dokter tersebut kepada Kenan sambil menyerah kan secarik kertas resep kepada Kenan


'' terima kasih dok..'' ucap Kenan menarik Kiara berdiri dari duduk nya


tak ada komentar apa pun yang keluar dari mulut Kiara, ia hanya diam saja ketika Kenan menarik nya dan membawa nya ke luar ruangan dokter tersebut


'' kamu tunggu di sini,, jangan kemana-mana..'' ucap Kenan pada Kiara


Kiara hanya mengangguk kecil saja, ketika Kenan menyuruh nya untuk duduk, setelah melihat Kiara duduk, Kenan pun berjalan ke arah apotek untuk menebus obat Kiara


selesai menebus, Kenan berjalan menghampiri Kiara yang masih diam di tempat, entah apa yang di pikir kan Kiara saat ini, namun Kenan merasa kasian melihat Kiara yang terdiam sejak tadi


'' ayo Yang,, kita pulang..'' ajak Kenan pada Kiara


Kenan pun menuntun Kiara masuk ke dalam mobil, di perjalanan, Kenan hanya bisa menghela nafas dalam ketika melihat Kiara masih terdiam saja di tempat


'' jangan diam aja Yang,, nanti kamu kesambet..'' ucap Kenan memarkir kan mobil nya di halaman rumah


mereka tak jadi singgah di tempat tukang bakso, karena Kiara yang melamun sepanjang jalan


...****************...

__ADS_1


__ADS_2