
Satu tahun sudah berlalu begitu cepat, Tampa terasa kini Hanum sudah pandai berjalan, menyisa kan tawa riang di wajah Hanum yang mulai aktif
'' mama...mam...ma...'' ucap Hanum terbata-bata
perkataan nya belum sempurna seutuh nya ketika ia sudah mulai aktif berjalan
'' Hanum mau makan ya..'' tanya Kiara seraya tersenyum lebar kepada hanum
'' Yang... kemeja hitam ku ada di mana..'' teriak Kenan dari dalam kamar
Kiara menghela nafas jengah, selalu saja itu yang menjadi perdebatan mereka di kala pagi menyambut
'' lihat di lemari paling atas Kenan..'' kesal Kiara
'' tidak ada sayang,,, aku tidak melihat nya sama sekali..'' teriak Kenan lagi
'' ya..ampun papa mu Hanum... selalu saja membuat mama mu ini kesal..'' ucap Kiara seraya bangkit dari duduk nya
berjalan meninggal kan Hanum yang kebingungan melihat mama nya meninggal kan nya seorang diri di ruang tamu
'' ma...mama...'' teriak keras Hanum sambil menangis
'' ya..ampun sayang, tunggu di situ saja, mama mau mengambil kan kemeja papa mu sebentar saja..'' ucap Kiara menoleh ke arah Hanum yang mencoba mengejar nya
namun Hanum tidak menghirau kan peringatan Kiara, ia tetap mengejar sang mama yang pergi menjauhi nya
'' aduh.. ribet bener deh... mana papa nya berisik betul..'' ucap Kiara tepuk jidat
.tidak ada pilihan lain, Kiara mengundur kan langkah kaki nya kembali mengambil Hanum yang terjatuh terduduk di lantai
'' Yang... cepetan,, aku sudah kesiangan nih..'' teriak Kenan lagi dari dalam kamar
membuat Kiara mendengus sebal, ia kesal sekali dengan Kenan hari ini, mana Hanum juga tengah rewel sekali
'' yang sabar Kenan... lihat anak mu ini sedang menangis... apa tidak bisa kau mencari kemeja mu sendiri, kenapa harus aku juga yang maju..'' omel Kiara berjalan mendekat ke arah Kenan sambil menggendong Hanum
''' eh... bidadari kecil papa sedang menangis toh..'' ucap Kenan mendekat ke arah Kiara, mengambil alih Hanum
'' mau kemana sih,, mesti harus pakai baju kemeja hitam..'' heran Kiara menatap Kenan
'' ada rapat penting hari ini, di pabrik opa, aku harus berpakaian rapih..'' ucap Kenan
selama Kiara mencari kemeja hitam Kenan, sedang kan Kenan sendiri sibuk dengan Hanum, ia menciumi seluruh wajah hanum dengan gemas
'' nah.. ini dia.. kenapa susah sekali mengambil nya sejak tadi .'' ucap Kiara memberikan kemeja tersebut kepada Kenan
__ADS_1
'' terima kasih sayang..'' ucap Kenan mengecup pipi Kiara singkat
'' apa sih kamu Kenan,, lebay deh..'' ucap Kiara tak terima dengan kecupan Kenan yang mendarat di pipi kanan nya
'' ya.. ampun Kiara, itu kan ungkapan kasih sayang aku ke kamu..'' ucap Kenan geleng kepala
'' gak segitu nya juga,, aku geli sendiri tau..'' ucap Kiara menghapus jejak ciuman Kenan
'' jangan di hapus dong.. kamu kok gitu sih..'' sungut Kenan pada Kiara
'' biarin, kamu aja yang kayak bocah .'' ucap kiara
Kiara memilih pergi menjauh dari Kenan, ia tak mau korban sosoran Kenan lagi, entah kenapa, akhir-akhir ini, Kiara tidak menyukai kecupan hangat yang di berikan Kenan kepada nya
'' ya..ampun yang,, kenapa segitu nya sih..'' teriak Kenan berada di dalam kamar
Kiara yang mendengar hal itu hanya mengabai kan nya, ia tak terlalu mengambil pusing ucapan Kenan kepada nya
'' ayo kita makan saja sayang..'' ajak Kiara pada Hanum
Kiara pun membawa Hanum ke area dapur, di mana semua makanan telah Kiara siap kan sejak subuh tadi di mana Hanum dan Kenan masih tertidur pulas
'' mana sarapan buat ku Yang..'' tanya Kenan sembari menarik kursi untuk diri nya
'' itu,, terserah, mau makan pakai apa..'' ujar Kiara menunjuk setumpuk nasi yang ia ambil kan sejak tadi untuk Kenan
'' gini nih... maka nya aku selalu menolak jika kamu minta di ambil kan makan..'' sungut Kiara
'' gak abis Yang,, ini kebanyakan, sedang kan aku terburu-buru..'' ucap kenan
Kiara hanya diam saja atas protes Kenan kepada nya, ia pun melanjut kan makan nya kembali, dengan sesekali menyuapi Hanum
'' aku berangkat..'' ujar Kenan menyodor kan tangan nya kepada Kiara
'' hemm... hati-hati di jalan..'' ucap Kiara
'' papa mau berangkat menimba ilmu dulu sayang, kamu yang baik-baik di rumah ya... jangan buat mama capek..'' ucap Kenan sambil mengucap pucuk kepala Hanum
'' pa..pap..pa...'' ujar Hanum sambil tersenyum lebar kepada Kenan
membuat kenan bersemangat untuk pergi, dan berharap cepat menyelesai kan pekerjaan nya dan bisa bermain dengan bidadari kecil nya
'' nanti Oma seperti nya akan kemari, masak lah sesuatu untuk Oma,, tapi? kalau tidak sempat, kamu beli saja, dan tanya apa yang Oma mau..'' pesan Kenan
'' kenapa aku tidak tau,..'' ucap Kiara menoleh ke arah Kenan dengan cepat
__ADS_1
'' Oma kirim pesan ke ponsel ku, kata nya ponsel mu mati,, coba periksa ponsel mu, mana tau habis baterai nya..'' ujar kenan sembari mentosor pipi kiri Kiara kembali
'' ahh.. Kenan,, jangan seperti itu, aku tidak suka..'' sungut Kiara menghapus jejak Kenan
'' kamu kenapa sih,, gak biasa nya kamu seperti ini..'' heran Kenan melihat perubahan pada diri Kiara
'' aku gak tau, pokok nya aku gak suka kamu cium tanpa izin lebih dulu pada ku..'' ujar Kiara
'' iya..iya.. sekali lagi, aku akan meminta izin lebih dulu pada mu..'' ucap Kenan mengalah,
setelah berpamitan kepada dua bidadari nya, Kenan pun keluar rumah, dan lanjut berangkat ke kampus, setelah itu, ia akan lanjut bekerja seperti biasa nya
'' mau minum sayang... atau mau minum susu..'' ucap Kiara menatap Hanum sambil tersenyum
'' su..su...'' ujar Hanum menunjuk kan dua gigi susu nya yang terpampang di depan,
'' gigi kamu itu loh,, bikin gemas aja, udah cuman dua..'' ucap Kiara mengelus pipi Hanum dengan kasih sayang
Kiara pun beranjak dari duduk nya, ia berjalan meninggal kan Hanum yang duduk anteng dengan makanan nya
Kiara sudah melatih Hanum untuk makan sendiri, walau pun yang masuk hanya satu dua butir, namun. itu lebih dari bagus, dari pada tidak ada yang masuk sama sekali
'' ini susu nya sayang,.. di habis kan ya.. mama mau cuci piring dulu..'' ucap Kiara membeei kan satu botol DOT penuh pada Hanum
Hanum dengan riang menerima susu yang telah di berikan Kiara pada nya, ia lebih suka susu formula ketimbang asi,
walau pun asi Kiara melimpah ruah, namun Hanum lebih senang dengan susu formula, lebih cepat habis dan lebih cepat kenyang nya
selesai membasuh piring, Kiara menoleh sejenak ke arah Hanum yang duduk anteng di kursi makan nya, tanpa ada pergerakan sedikit pun
'' anak mama memang pinter deh,,..-' ucap Kiara tersenyum senang, di saat Hanum malah duduk anteng di tempat
...****************...
hey semua pembaca
jangan lupa
like komen
vote
hadiah
terima kasih yang sudah memberi
__ADS_1
like'komen nya
karena satu like'komen kalian begitu bermamfaat untuk penulis