Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 145


__ADS_3

'' ini gimana..'' ucap Kiara ketika ia dan Kenan sudah masuk ke dalam rumah


'' gimana apa nya..'' tanya kena. mengerut kan kening nya


'' aku hamil lagi Kenan,, aku masih kerepotan mengurus Hanum, di tambah lagi mengurus ini,, aku harus bagai mana..'' ujar Kiara menangis meraung di ruang tamu


membuat Hanum menatap langsung ke arah sang mama yang menangis, Hanum minta di lepas kan, dan ia pun berjalan ke arah sang mama yang sedang menangis hebat


'' kamu kenapa menangis begitu sayang,,'' tanya kenan keheranan


'' aku belum mau hamil lagi..'' ucap Kiara menangis sesunggukan


'' loh.. kamu kok nangis begitu sih... kamu gak bersyukur banget sayang .''ucap Kenan dengan nada lembut


'' bukan gak bersyukur Kenan, tapi aku belum siap .?'' ujar Kiara lagi


'' belum siap kenapa,? kamu gak menerima rezeki yang di beri oleh Allah..'' tanya Kenan mengerut kan kening


'' kamu mah gak tau,, apa yang ku rasa kan,, kalau cuma ngomong aja,, aku juga bisa,, tapi aku yang merasakan nya Kenan..'' teriak Kiara keras


membuat Kenan langsung menatap ke arah Kiara seketika, sejenak ia melihat wajah Kiara yang menangis hebat, dan tak berapa lama, ia pun mendekat ke arah Kiara


sedang kan hanum memasang wajah bingung, ketika Kiara berteriak keras, ia belum mengerti mama nya kenapa, tai yang ia tau? saat ini mama nya sedang menangis hebat


'' mau nya gimana Hem..'' ucap Kenan lirih sambil merangkul Kiara


membawa Kiara kedalam dekapan hangat Kenan, agar Kiara sedikit lebih tenang dan tidak marah lagi kepada nya


'' aku belum siap hamil kenan... aku masih belum sanggup mengurusi Hanum yang rewel, di tambah lagi ini,, aku harus gimana..'' ucap Kiara menangis dalam dekapan Kenan


'' sini coba menghadap ke arah aku..'' ucap Kenan lembut, membuat Kiara menggeleng hebat


'' sebentar aja,, jangan seperti itu,, kalau kamu tetap seperti itu,, kamu membuat ku semakin bersalah..'' ujar Kenan lagi


'' aku belum siap hamil kenan... aku masih kerepotan mengurusi Hanum dan juga jadwal kuliah ku yang berantakan..'' ucap Kiara masih menangis di dekapan kenan


'' iya .. aku tau? semua salah ku, yang membuat kamu hamil lagi,, tapi itu di luar perkiraan ku Kiara,, dan kamu tidak boleh seperti itu,, kalau kamu seperti itu, tanda nya kamu tidak pernah bersyukur Kiara..'' ujar Kenan menasehati Kiara dengan nada lembut

__ADS_1


'' kamu sih enak,, cuma ngomong doang, aku yang ngerasain semua itu..'' sentak Kiara lagi


'' ya.. Allah Kiara,, kamu ini gimana sih,, kamu itu ada iman nya atau tidak,, apa kamu kini sedang tidak memiliki iman..'' ucap Kenan menatap heran ke arah Kiara


Kiara hanya menangis saja ketika Kenan berucap, tak ada jawaban dari Kiara, ia hanya menangis di dekapan Kenan dengan Hanum yang memegang ke dua kaki nya dengan tatapan bingung


'' sekarang aku kasih kamu pilihan, di antara dua pilihan, mana yang akan kamu pilih..'' ujar Kenan menatap Kiara


'' apa itu..'' tanya Kiara mendongak menatap ke arah Kenan


'' kamu sudah pernah merasa kan kehilangan anak dan merasa kan juga sudah memiliki anak,, dan apa yang kamu rasa kan jika anak mu tidak ada dan apa yang kamu rasa kan di saat kamu memiliki anak..'' tanya Kenan dengan wajah serius


'' kehilangan itu tidak enak,, sakit di dada ini, terasa nyeri rasa nya, ketika tau anak ku telah pergi meninggal kan ku..'' saut Kiara


'' lalu...'- saut Kenan


'' lalu yang aku rasa kan memiliki Hanum, itu bahagia rasa nya, aku tidak merasa kan lelah, walau Hanum membuat ku lelah sepanjang hari..'' saut Kiara lagi


'' jadi,, mana yang lebih kamu sukai di antara ke dua nya..'' tanya Kenan menghapus air mata yang mengalir deras di pipi kiara


membuat Kiara langsung menatap ke arah Hanum yang mendekap ke dua kaki nya, ia telah salah, jika ia harus menangis seperti ini, maka ia termasuk manusia yang tidak pernah bersyukur atas nikmat yang telah ia miliki saat ini


'' anda saja,, kalau aku bisa merasakan sakit yang kamu derita,, aku akan membantu mu? tapi Allah tengah sayang kepada mu, Allah berikan ujian ini kepada mu,, berarti kamu orang yang telah di pilih oleh Allah, agar kamu tetap bisa selalu senantiasa bersyukur dan mengingat Allah..'' ujar Kenan


membuat Kiara memeluk Kenan dengan erat, Kenan memang lebih muda dari nya, namun Kenan memahami semua nya, Kenan memang tepat menjadi pribadi yang baik,


'' kamu gak kasian tuh...lihat Hanum yang menatap kamu sedari tadi dengan bingung..'' ujar Kenan mengelus pundak Kiara dengan pelan


'' maaf kan mama sayang,, mama tidak menghirau kan kamu..'' ucap Kiara membawa Hanum ke dalam dekapan nya


'' sudah lebih tenang kah..'' tanya Kenan mengelus Kiara dengan penuh kasih sayang


'' belum... aku masih mau di peluk..''' ucap Kiara semakin menyelusup kan wajah nya di dada Kenan


'' Hem... manja nya kumat..'' ucap Kenan semakin mendekat Kiara dan juga Hanum di tengah mereka


'' assalamualaikum... bunga datang nih..'' teriak bunga dari depan rumah begitu keras nya

__ADS_1


membuat Kenan dan Kiara menoleh kearah pintu depan yang tertutup rapat


'' dengan siapa bunga kemari..'' tanya Kiara heran


'' gak tau,, coba.. biar di bukan kan pintu nya labih dulu..'' ucap Kenan melepas kan rangkulan tangan nya dari pundak Kiara


'' waalaikumsallam'' saut kenan berjalan ke arah pintu depan


Kenan membuka pintu rumah, dan terpampang lah bunga yang sedang manyun menatap ke arah Kenan


'' Abang... lama banget sih buka pintu nya..'' sungut bunga


'' ini kan sudah di buka kan..'' ujar Kenan menatap bunga sambil tersenyum


'' iya..? tapi lama banget..'' ujar bunga sedikit kesal


'' mau gimana lagi,, kakak mu lagi drama itu..'' tunjuk Kenan ke arah dalam


'' awas.... aku mau masuk..'' ucap bunga menyuruh Kenan bergeser


'' kamu sama siapa kemari..'' Kenan celingukan melihat ke arah luar rumah


'' gak ada,, aku naik gojek,, nungguin bang Daren,, yang ada aku jadi jamur..'' ucap bunga sedikit kesal


'' kenapa? 8tu kan juga kakak kamu juga..'' ucap Kenan


'' kak leya terlalu lama,, aku tidak suka dengan orang lama seperti itu..'' ucap bunga


'' ada saja,, kau terlalu banyak menuntut..'' ucap Kenan lagi


'' menuntut apa,, aku kan hanya ingin sedikit cepat,, bukanama begitu..'' ujar bunga


Kenan hanya diam saja, ia mengikuti langkah kaki bunga masuk ke dalam rumah,


'' keponakan onti ada di mana..'' teriak bunga ketika sudah mau dekat dengan ruang tamu


'' jangan berteriak begitu, nanti Hanum terkejut dengan suara mu..'' ujar Kenan melerai bunga

__ADS_1


...****************...


__ADS_2