
'' loh.. kenapa masuk ke kamar juga..'' tanya Kiara sedikit heran
'' di suruh Oma.. mungkin karena ada Dita di depan..'' ucap Kenan jujur
'' hemm.. anak itu, kenapa masih tidak berubah sih... apa aku harus mengalah dengan nya..'' ucap Kiara yang duduk di tepian ranjang berpasang kan wajah sendu
'' apa sih kamu Yang,, aku gak mau dengar ocehan gak jelas kamu lagi..'' ucap Kenan protes pada Kiara
'' lihat lah dita, sedari dulu selalu genjar mendekati kamu, dari mulai masih kecil, sampai kamu sudah memiliki anak juga masih mengharap kan kamu..'' ucap Kiara menerawang jauh
'' lebih baik aku hamili kamu lagi, dari pada aku menikah dengan Dita..'' ucap Kenan menyusul Kiara duduk di sebelah nya
'' ngomong apa sih.. mau hamili aku bagai mana,, ini anak masih keci loh..'' ucap Kiara menunjuk ke arah Hanum yang sedang tertidur pulas
setelah mengoceh lelah dengan Oma ana, Hanum tertidur pulas di pangkuan Oma Hana
'' biar kan saja, lebiha baik kamu ku buat Hami lagi, dari pada aku berpindah ke lain wanita..'' ucap Kenan seraya mengusap pipi Kiara dengan lembut
'' hemm... ada mau nya ini pasti..'' gemas Kiara
'' tau aja kamu,, ayo lah Yang, mumpung Hanum lagi tertidur..'' ucap kenan merayu Kiara
'' tadi sudah loh.. masa ini mau lagi..'' ucap Kiara menatap tak percaya ke arah Kenan
'' akh itu rindu berat dengan kamu, masak aku puasa hampir dua bulan setengah, sedang kan orang melahir kan operasi sesar saja, dua bulan, nah kamu? melahir kan normal .alah dua bulan setengah, aku di anggurin terus..'' ucap Kenan seraya semakin merapat ke arah Kiara
'' jangan resek Kenan,, anak nya terganggu nanti..'' ucap Kiara melerai Kenan
'' pindah di sofa yuk...'' ajak kena pada Kiara
membuat Kiara menatap jengah ke arah Kenan yang mencoba merayu nya sedari tadi
'' nanti malam saja Kenan,, 8ni bentar lagi mau masuk waktu ashar...'' tolak Kiara
'' kalau nanti malam,, pasti nya kita akan bergadang sepanjang malam, selepas itu kita baru mandi dan menunai kan salat ashar bersama sekalian..'' ucap kenan mencoba merayu
'' kalau nanti Hanum menangis gimana... kamu mau mendiam kan nya ..'' tanya Kiara kepada Kenan mencoba meluluh kan hati Kenan
'' gak akan nangis, kamu percaya deh sama aku..'' bujuk Kenan lagi pada Kiara
mau tak mau Kiara menuruti apa kemauan Kenan siang hari yang begitu terik, sudah panas dari luar, di tambah panas ulah Kenan, membuat Kiara semakin merah pada menahan segala perlakuan Kenan pada tubuh nya
__ADS_1
***
tak di sangka, selepas magrib, Hanum kedatangan tamu tak terduga, membuat Kenan dan Kiara saling pandang
'' eh... kalian berdua kenapa, malah bengong gitu..'' Oma ana melambai kan tangan nya ke arah Kenan dan kiara
'' siapa itu Oma,, kenapa penampilan nya serem begitu..'' ujar Kiara Kenan hanya mengangguk saja, tanpa mau protes
'' memang pawaaan nya begini neng, tampilan nya juga begini , jangan kaget atuh neh...'' ucap ibu-ibu tersebut pada Kiara
membuat Kiara bungkam, ia takut sebenar nya akan Hanum yang akan di buat aneh-aneh oleh, ibu tersebut,
'' ibu ini tamu siapa Oma..'' tanya Kiara lagi
'' lah... kata nya anak kamu menangis sepanjang malam, jadi? Oma panggil kan ibu ini,, ibu ini yang akan memijat Hanum nanti nya...'' ucap Oma ana menjelas kan kepada Kiara dan juga Kenan
Kiara dan Kenan hanya mengangguk saja, mereka berdua pun melanjut kan menuruni anak tangga agar sampai di ruang tamu
'' mau di mulai sekarang apa nanti saja..'' tanya ibu tersebut
'' di mulai aja buk,, takut nya semakin malam nanti..'' ucap Oma ana
membuat Kiara hanya menatap ke arah Oma ana dan Hanum saja, tanpa mau protes sedikit pun, sampai di sini, Kiara hanya memantau saja, belum ada yang aneh menurut Kiara
'' aku mau ke rumah Oma sebelah ya.. Yang..'' pamit Kenan pada Kiara
seketika Kiara menoleh cepat ke arah Kenan yang juga menatap ke arah nya
'' mau ngapain..'' tanya Kiara singkat
'' mau tanya pekerjaan tadi lah,, soal nya gak ada masuk hari ini ke pabrik..'' ucap kenan pada Kiara
'' oh.. ya . sudah..'' ujar Kiara
kini ia beralih menatap Hanum yang diam saja saat pakaian nya sudah di lucuti oleh Oma ana, melihat itu, Kiara dengan sigap mendekat, mengambil alih semua pakaian Hanum agar tidak berserak kemana-mana
lima menit, sepuluh menit sampai lima belas menit, barulah terdengar suara jeritan Hanum yang menggema, membuat Kiara kalang kabut
'' Oma.. Hanum menangis..'' ucap Kiara mendekat kepada Oma ana
'' biar kan saja, biar keluar keringat nya..'' ucap Oma ana santai
__ADS_1
membuat Kiara sedikit panik akan hal itu, namun Oma ana tetap memberikan Kiara penenangan agar tidak terlalu panik melihat Hanum menangis hebat di depan mata nya
'' tapi.. Oma...
ucapa Kiara dipotong langsung oleh Oma ana dengan cepa
'' kamu tenang saja,, sehabis ini, anak kamu akan tidur nyenyak malam ini..'' ujar Oma ana meyakin kan Kiara
'' parah sekali ketiak nya,, sedikit bengkak..'' ucap tukang pijat tersebut kepada Oma ana
'' maklum lah Bu,, anak pertama,, mereka masih belum mengetahui mengangkat bayi secara benar dan bagus..'' ujar Oma ana seraya tersenyum
sedang kan Kiara sudah memasang wajah ketar-ketir melihat Hanum menangis kejar, melihat itu, Kiara sedikit tak tega dan iba
'' oh.. begitu rupa nya..'' ucap tukang pijat itu mengangguk kan kepala nya
setengah jam drama pijat pun selesai, dengan Hanum di tenang kan oleh kiara kembali,
'' pakai kan baju nya Kiara,, dan jangan lupa, minum obat pereda rasa nyeri..'' pesan Oma ana..
'' obat apa Oma,, Kiara tidak mengerti..'' ucap Kiara bertanya kembali pada Oma ana
'' anti biotik saja, kalau tidak antalgin,, mama nya saja yang meminum nya, agar anak nya juga ikut minum obat..'' ucap ibu tukang pijat tersebut
'' baik lah Bu,, saya akan meminum nya nanti..'' saut Kiara cepat
'' ya sudah sana,, cepat bajui sana, nanti Hanum nya masuk angin..'' ujar Oma ana lagi
'' iya Oma..'' ucap Kiara
ia pun berjalan naik ke atas tangga meninggal kan Oma ana dan tamu nya,
'' anak mama kena pijat ya... sampai menangis begitu..'' ujar Kiara ketika ia tengah sampai di kamar
ia pun meletakan Hanum di tengah-tengah ranjang, menutupi nya dengan kain selimut, setelah memasti kan Hanum aman dari terjatuh Kiara pun berjalan meninggal kan Hanum untuk mengambil pakaian Hanum
terbukti, malam ini Kiara dan Kenan bisa tertidur pulas setelah Hanum mendapat kan pijatan tadi,
'' benar-benar pulas tidur nya.. hemm.. mama nya pun sama..'' ujar Kenan yang masuk ke dalam kamar setelah berkunjung ke ruma Oma Ella
...****************...
__ADS_1