Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
84


__ADS_3

mobil Alex yang mengikutinya pun terhenti ketika melihat ada perkelahian, saat ingin maju dan membantu, dirinya melihat ada segerombol orang datang menggedor pintu mobil, tapi tidak di bukakan, setelah lama mereka menggedor-gedor pintu tapi tak kunjung di buka , tiba tiba dari sisi samping tempat persembunyian , datang beberapa orang meringkus mereka tanpa suara


" siapa mereka " berkata pada pada diri sendiri


" saya tidak tahu tuan " Steven yang menjawab nya . meski jarak mobil mereka begitu jauh tapi mata elang mereka begitu jeli melihat dari kejauhan


" ikuti kembali "


" siapa mereka, dan kenapa dengan begitu sigap mereka meringkus tanpa ada suara , CK sungguh keturunan yang begitu mengerikan, siapa di antara kalian yang terkuat, jangankan dunia bawah, dunia atas pun saya sudah terkalahkan dengan ada nya perusahaan yang ternama itu CK CK CK " ucapnya dalam hati sambil berdecak dengan diam


Alex sendiri masih di bawah seseorang yang begitu kuat entah siapa orang tersebut. entah itu ada di dunia bisnis atau dunia bawah Alex masih di urutan nomor dua,


hanya orang tertentu yang mengetahuinya tapi tidak dengan sang pemilik asli pemilik bisnis tersebut dan di dunia bawah pun mereka tidak lah bersatu tapi nama mereka masih lah tersimpan di ingatan para oknum lain yang masih memiliki ikatan kerjasama nya


begitu perjalanan menuju kota X yang terpencil. mereka memasuki rumah yang hanya ada dua lantai, tapi mereka masih melaju dengan sedang


" kemana mereka , bukan kah sudah sampai " ucap Alex


Alex merasa ini tidak seperti yang di bayangkan , sudah susah mendapatkan gadisnya kini di kejutkan beberapa orang yang dengan sigap tanpa suara mereka berkelahi


akhirnya mobil berhenti di bagian garasi paling bawah, lantai yang terbuat dari bahan yang digunakan untuk melindungi barang mereka


" turun " ucap queenara pada Eliza dan Edwin


" di mana kita "


" rumah " ucapnya dengan wajah lelahnya.


berjalan menuju lift yang sudah di sediakan di sana , queenara mengernyit kala ada mobil datang saat dirinya ingin memasuki kotak besi tersebut.


" CK , dia lagi " saat sudah melihat siapa orang yang berad di mobil itu pun langsung masuk ke dalam kotak besi


" ck di tinggalin lagi " Alex geleng geleng kepala


" apa tuan sedang sakit " ucap Steven saat melihat tuannya menggeleng kan kepalanya


" tidak , hanya bingung saja " berjalan menuju kotak besi yang tadi di pakai oleh gadisnya


" waaahh rumah siapa ini kak " decak kagum terlihat dari wajah Edwin, yang melihat rumah yang sederhana tapi terkesan mewah di dalamnya


" kak Ara punya banyak rumah ya " celetuk Edwin

__ADS_1


" banyak dong, Edwin mau rumah seperti ini " dengan polosnya Edwin mengangguk


" mau dong, "


" akan kakak Carikan tempat teraman dulu ya , "


" oke "


" ayo , " menggandeng tangan kecil Edwin yang masih butuh perhatian itu.


queenara sudah terbiasa melihat jika ada anak kecil pasti akan merasa senang, sama seperti menemukan si kembar di jalanan


" pelayan. antarkan mereka "


" baik nona "


rumah sederhana yang hanya di tempati oleh beberapa anak buah queenara yang memang sudah tersebar luas, dan menempati masing masing rumah yang dibangun oleh queenara untuk menopang hidup mereka agr tidak terlalu terlunta di jalan saat menjalankan misinya , mereka akan kembali kerumah jika sudah selesai tidak langsung pulng pada markas yang sesungguh nya di kota Z yang begitu terpencil tempat persembunyiannya. hingga orang tidak tahu bahwa markas besar ada di tengah tengah hutan . kota Z


" kalian istirahat lah " ucap queenara dan Eliza serta Edwin pun mengikuti pelayan tersebut. pelayan yang di pekerjakan bukan pelayan sembarangan, mereka pun memiliki bakat bela diri masing masing


queenara berjalan menuju lantai atas untuk mengistirahatkan seluruh tubuhnya, sampai pada kamarnya yang hanya berwarna abu-abu dan juga langit langit yang putih.


untung saja beberapa dari mereka langsung dengan cekatan menarik kembali para preman itu, jika tidak akan ada pertumpahan darah yang lebih parah dan akan mengundang para musuh lain


" hah,, segeranya, " keluar dari kamar mandi dengan anduk kecil yang ada di kepalannya guna untuk mengeringkan rambut.


" kenpa tidak pakai hair dryer. "


" eehh, " queenara terkejut saat ada tangan mengambil anduk kecil yang ada di tangannya


" sejak kapan kamu masuk "


" saat kamu bersenandung di dalam kamar mandi "


" haha " mampus nih gwe, dia dengerin gwe nyanyi anj**,, ya tuhan , dosa apa yang sudah gwe lakukan, kenapa sekarang hidup gwe selalu di kuntit sama nih orang " berdecak dalam hati menggerutu tidak jelas,


memang sudah kebiasaan nya jika sedang tidak ada kepentingan lain jika mandi berlama lama sambil bersenandung ria untuk menghilangkan rasa lelahnya


dan saat ini pun Terdengar oleh orang yang membuat dirinya merasa grogi


" kenapa wajah mu memerah "

__ADS_1


" ah, tidak apa apa " queenara merasa malu saat ketahuan sedang bernyanyi di dalam kamar mandi , dan sekarang di lihat oleh orang yang mendengar kannya tadi, habis sudah wajah nya ini sudah seperti kepiting rebus saja,


" ada apa, kenapa dengan wajah mu, dan ke ,, "


" sudah cukup, lebih baik kamu keluar dari sini " Alex menggeleng tanda tidak mau


" iiihhh mau smpe kapan nih orang di sini sih, dan ini kenapa lagi jantung gwe, klo mau dansa nanti ya nunggu misi kelar, baru kita dansa ajak Wulan sama ayu oke " menepukan dadanya yang masih berdegup kencang saat dirinya sedang berhadapan dengan Alex


" baik lah, aku keluar, " akhirnya Alex pun mengalah


saat Alex sudah benar benar keluar queenara berjalan ke arah pintu guna untuk mengunci nya dan langsung ngoceh gak jelas


" wah wah wah , gila ini gila, jantung gwe gak mau diem , waduh, masa gwe harus balik lagi ke bang Kyuhyun sih mana jauh lagi . aduh aduh gimana ini aduh " menggigit jari telunjuk nya


", tenang oke tenang, tidak apa apa , jangan Dansa terus ya "


tapa di sadari queenara di balik pintu yang di kunci masih ada Alex yang berdiri mendengarkan ocehan tidak jelas gadisnya itu


" CK ada ada saja , manis klo lagi grogi " senyum manis terpatri di bibir si pria dengan bongkahan es itu


dan berjalan pergi dari pintu kamar milik gadis ya menuju ruang tengah yang berada di bawah


" silahkan di minum tuan, Hanya ada beberapa cemilan seperti ini " ujar pelayan yang sedang memberi wejangan pada Steven


" terimakasih nona " pelayan tersebut pun undur diri saya melihat seorang pria dengan wibawa nya menuruni anak tangga


" apa nona tidak mengizinkan tuan kembali " Alex melirik tajam pada Steven karena merusak suasana saja


" diam " Steven pun menunduk tanda mengerti pada tuannya yang sedang merasa kurang nyaman. sepanjang perjalanan mereka tidak lah tidur, dan hanya beberapa jam saja Alex bisa merasakan nyenyak nya tidur bareng gadis nya itu


memijit pelipisnya yang begitu pening , " stev, bagai mana kabar perusahaan "


" baik tuan, mereka hanya menunggu tanda tangan dari tuan yang memang mengharuskan tuan yang menandatangani, dan yang lain hanya sekertaris anda yang menghandle "


" hheem bagus , kita ikuti dulu gadisku pergi untuk beberapa hari "


" baik tuan , " Steven menuruti sang tuan yang di mana memang mereka tidak akan terpisahkan seperti pulpen yang tidak jauh dari kertas nya


waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, tanda langit yang sudah begitu sedikit menggelap tanda malam akan datang, tapi para gadis yang masih betah di balik selimut tidak kunjung bangun. apa sebegitu melelahkan perjalanan mereka


bersambung

__ADS_1


__ADS_2