
'' memang iya... tapi terkadang, dalam hubungan yang di jalani berdua itu kadang membosan kan, apa lagi kalau ada masalah sedikit, kita kurang paham menanggapi nya, akhir nya masalah bukan nya selesai, malah semakin rumit.." ujar Oma Ella setelah menatap ke arah Kenan
'' Kenan sih.. bawa santai aja Oma.. kalau Kiara kurang terima pada Kenan, ya . harus terima, karena mau bagai mana pun, Kenan ini tetap suami Kiara..'' ujar Kenan
'' ye.. itu sih.. mau nya kamu..'' ucap sinis Oma Ella
membuat Kenan terkekeh kecil menanggapi kemarahan Oma Ella kepada nya, ia tak mau menanggapi serius kemarahan Oma ella
'' malah ketawa kamu Kenan..'' sungut Oma Ella kepada Kenan
'' mau bagai mana Oma,, ya..harus pandai menyikapi semua dan keadaan nya, kalau di bikin ribet,, ya.. gak ada habis nya..'' ucap Kenan
.'' iya... memang, tapi kan? terkadang Oma kesal aja,, kalau opa mu tidak mau mengalah sedikit saja kepada Oma..'' sungut Oma
'' di bawa santai aja Oma,, kalau di buat emosi,, yang ada kita sendiri naik dara tinggian Oma..? saut Kenan santai
'' kamu ini, masih kecil,, tapi menceramahi Oma,, kamu belum tau aja,, semakin tua usia pernikahan kita, terkadang ada rasa yang tak bisa kita jelas kan, terkadang Oma sendiri sudah mati rasa kepada opa mu itu .'' ujar Oma Ella
'' iya.. Kenan tau itu, tapi kalau Kenan, sebisa mungkin kita tetap menjaga apa yang kita miliki ..'' ucap Kenan menengguk air minum nya hingga tandas tak bersisa
'' iya ya.. terkadang Oma sudah tak ada cinta lagi sama opa mu, tapi, Oma berpikir jauh, sejauh mata memandang, tetap opa mu lah yang ada di samping Oma, sedang kan anak, jika sudah memiliki kehidupan nya sendiri, tidak mungkin kita tahan, apa lagi mereka akan membuka lembaran baru..'' ujar Oma Ella sendu
'' sudah anak nya cuman satu.. setelah menikah, menjauh pulak..'' celetuk Kenan sambil terkekeh
'' iya.. kamu benar sekali, teman main dan teman ngobrol Oma pun di bawa serta..'' sungut Oma Ella, membuat Kiara yang mendengar nya hanya tertawa kecil saja
'' kasian sekali jadi oma. ya..'' ucap Kenan mengejek
'' lebih parah lagi, Oma sudah gak punya teman ngobrol, opa mu tidak pernah mau mengajak oms ikut serta bekerja..'' ucap Ella menghela nafas panjang
'' memang ya.. nasib Oma .itu sama kayak aku..'' ujar Kiara terkekeh kecil
'' jangan tiru Oma Kiara,, kalau bisa,, kamu punya anak banyak saja.. kalau Oma sih,, memang gak bisa memiliki anak lagi selain papa kalian..'' ujar Oma Ella
'' hemm.. Kenan mau nya sih.. gitu, tapi entah Kiara nya bagai mana,, mau apa tidak..'' ujar Kenan menghela nafas panjang
.'' emang nya aku mesin apa..'' sungut Kiara
__ADS_1
'' lihat itu Oma.. gak mau kan.? Kiara nya.?'' ucap Kenan menunjuk Kiara yang memasang wajah kesal
'' tukang ngaduan kamu..'' ucap Kiara kesal pada Kenan
'' memang iya kan, kamu gak mau punya anak banyak sama aku..'' tanya kenan lagi
'' iya.. memang,, aku mau punya anak banyak sama orang lain..'' ucap Kiara jengkel
'' eh... apa kamu bilang tadi..'' ucap Kenan menatap Kiara dengan tatapan tajam
'' loh... kenapa kalian mau bertengkar sih..'' ujar Oma Ella menatap Kiara dan Kenan secara bergantian
'' Kenan ini Oma yang mulai..'' tunjuk Kiara pada Kenan
'' loh.. malah nyalahin aku sih..'' heran kenan
'' jadi?.. aku mau nyalahin siapa,, Oma... atau mungkin Hanum..'' tanya Kiara menunjuk ke arah Hanum yang menatap nya berkedip berulang kali melihat papa dan mama nya beradu mulut
'' eh... kalian berdua.. jangan bertengkar di depan cicit Oma... gak baik untuk anak kecil..'' lerai Oma Ella pada ke dua nya
'' kalian ini, sudah punya anak,, gak boleh bertengkar di depan anak,, itu tidak baik untuk mental anak kalian,, apa kalian mau, semua perilaku kalian di contoh oleh anak kalian..'' tanya Oma Ella kepada ke dua nya
membuat Kiara dan Kenan bungkam tak menyahut apa yang di ucap kan oleh Oma Ella kepada mereka berdua
'' Oma mau pulang aja ah...'' ucap Oma ana bangkit dari duduk nya berjalan ke arah luar
hanum yang melihat ada yang beranjak dari duduk nya, membuat ia menangis lepas, ia pikir sang mama yang pergi meninggal kan nya
'' eh... cicit Oma kenapa nangis..'' ujar Oma Ella mendekat ke arah Hanum
'' Hanum pikir, yang pergi itu aku Oma..'' jawab kiara cepat, seraya mendekat ke arah Hanum
'' Oma gak di kasih pulang itu..'' ucap Kenan seraya terkekeh kecil
'' masak sih,, Oma gak mau di sini aja...lebih enak di istana sendiri dari pada di istana orang lain, walau pun itu cucu Oma sendiri..'- ujar Ella
'' kenapa begitu Oma..'' tanya Kenan keheranan
__ADS_1
'' ya.. menurut Oma sih..begitu, entah dengan kalian..'' ujar omea Ella
'' kalau kami sih,, biasa aja Oma,, karena semua tergantung minat dan kenyamanan saja..'' ujar Kenan
sedang kan Kiara mencoba mendiam kan Hanum yang masih meringkuk kecil, tidak mudah bagi Hanum untuk terdiam sebentar
'' karena kalian masih muda, masih mau berkelana kemana pun..'' ujar Oma Ella
'' entah juga ya.. Oma..'' ucap Kenan
menjelang sore, jemputan Oma Ella datang, dan Oma Ella pun pergi Pulang ke rumah nya, dengan tangis pecah Hanum. yang menangisi kepulangan Oma Ella
.membuat kewalahan Kiara dan Kenan mendiam kan nya, tak tau harus berbuat apa, Kiara memilih untuk diam melihat Hanum masih menangis lepas
'' anak papa kenapa sih... uyut nya pulang di tangisi segitu nya..'' ucap Kenan menatap wajah Hanum yang sudah basah dengan air mata
'' entah ini, tadi masih di sini gak di tangisi..'' ucap Kiara bertopang dagu menatap Hanum masih menangis
'' cuci muka nya dengan air putih dan diselawati..'' ucap Kenan pada Kiara
'' apa sih... ada aja kelakuan kamu..'' heran Kiara menatap Kenan
'' di bilangin gak percayaan sih..'' dengus sebal Kenan
Kenan memilih membuka baju Hanum semua nya, dan membawa nya ke kamar mandi, sesampai nya di kamar mandi, Kenan membacakan selawat tiga kali, dan mulai memandi kan Hanum
yang semula nya menangis meronta-ronta, kini Hanum terdiam, namun masih menangis tanpa suara, membuat kenan sedikit kasihan, namun tidak bisa berbuat apa-apa
'' ayo papa mandi kan..'' ujar Kenan mendekat ke arah Hanum
'' pa..pa..hekh..hek..'' ucap Hanum masih sesunggukan
'' apa... papa di sini sayang..'' ujar Kenan menatap Hanum dengan kasih sayang
Kenan pun memandi kan Hanum dengan benar, dan membawa nya ke kamar untuk di kenakan baju dan mendandani nya dengan rapih...
...****************...
__ADS_1