
'' ada apa ini...'' tanya Kenan yang baru masuk melihat ke empat orang yang berbeda jarak
'' bang... aman kan betina mu,, lagi koplai menjadi galak..'' ujar Daren yang berada di ambang pintu dapur
'' sembarangan kau ini Daren,, mau ku koyak mulut mu itu..'' berang Kiara menatap ke arah Daren dengan tatapan tajam
'' ya..ampun,, tatapan nya itu loh... sangat tajam sekali, seakan membuat ku terhunus tertikam..'' ujar Daren setengah prustasi
'' ada apa ma.. kenapa dengan Daren..'' tanya kenan dengan lembut, dan berjalan ke arah Kiara yang tengah menatap Daren
'' adek..adek lanjut yang begitu,, mereka membuat keributan di rumah ku ini, dengan mengatas nama kan bergurau..'' ujar Kiara menatap leya
leya yang mendapat kan tatapan seperti ujung pisau yang sangat tajam, membuat leya hanya bisa cengengesan saja
'' aku gak mau di sini, bunda....Abang sama kak Kiara jahat,, aku mau pulang aja .'' ucap bunga sudah menangis sesunggukan
'' ya..elah,, bocah, jangan menangis lagi,, ini temani Kembali Hanum .'' ujar Kenan menurun kan Hanum dan juga Sammy dari gendongan nya
'' hemmm... tapi aku tidak mau dengan Sammy...'' ujar bunga
'' biar Sammy dengan mama nya..'' ucap Kenan
'' tai kak Kiara bagai mana..'' ucap bunga lagi melirik ke arah Kiara yang masih berdiri di tempat
'' gak apa,, kak Kiara gak akan berubah jadi manusia memakan darah manusia kan..'' ucap kena. terkekeh kecil
'' hemm. aku akan membawa Hanum ke kamar saja, sekalian aku mau mandi..'' ujar bunga berjalan mendekati Kenan
sedang kan Kiara hanya bisa geleng kepala saja melihat bunga yang ketakutan karena nya, sedang kan Daren mencoba berjalan ke arah Kenan yang tidak jauh dari sofa
'' setelah pulang dari sini, kau lebih baik cari lah rumah sendiri, Boyo g keluarga kecil mu untuk tinggal di rumah sederhan, hitung-hitung belajar mandiri..'' ujar Kiara menatap ke arah Daren yang berjalan mendekati Kenan
'' apa aku terlihat sanggup memberi makan mereka kak..'' tanya Daren menghempas kan tubuh nya ke sandaran sofa
'' kenapa tidak? sedang kan kau sendiri berani mengambil resiko menikahi leya, kenapa tidak kau pikir kan sejak awal..'' ucap Kiara menatap ke arah Daren dengan kesal
__ADS_1
'' saat itu aku tidak memikir kan berumah tangga itu sangat sulit, yang ku pikir kan saat itu, bagai mana tidak menodai anak gadis orang dan berbuat dosa..'' ujar Daren menghela nafas panjang
'' seharus nya, sejak awal kau pikir kan anak orang, jangan kau pikir kan cinta saja,, kau mau memberi makan anak orang dengan cinta,, apa itu kenyang menurut mu,, apa kau pikir leya ini dari anak orang susah, yang tidak tau phesionn...'' ujar Kiara
'' eh...jangan marah Yang... nanti kamu jatuh sakit lagi..'' ucap Kenan mendekat ke arah Kiara yang duduk di sufa tinggal yang tak jauh dari nya
'' ini anak,, harus di beri tahu Kenan,, mau sampai kapan dia menyusah kan ayah bunda terus,, apa beda nya kamu,, dulu nya kamu malah Masi SMA menikah dengan ku, tapi kamu sudah memiliki rumah dan penghasilan, walau tidak seberapa .'' ujar Kiara menatap tajam ke arah Kenan
'' aku masih berusaha kak, membuat leya bahagia, walau aku tau, leya tidak pernah menuntut nya pada ku, tapi aku tau dia selalu melihat barang cod nya..'' ucap Daren sendu
'' eh... mana ada ya..'' elak leya yang baru saja mengelak
'' ada ya.. aku sering melihat semua aktivitas mu di ponsel, di saat kau sudah terlelap..'' ujar Daren
'' tapi kan,, aku tidak membeli nya,, aku hanya melihat nya saja, dan memasuk kan nya ke dalam troli..'' ujar leya jujur
'' maaf ya.. belum bisa membuat kamu bahagia..'' ucap Daren menatap leya iba
'' eh.. kenapa jadi drama ini..'' ucap leya mengalih kan pembicaraan mereka
'' iya.. kak,, aku akan mencoba nya..'' ujar Daren
'' apaaa.... kau hanya ingin mencoba nya, tidak berniat menghenti kan nya..'' berang Kiara kesal menatap ke arah Daren
alhasil, bantal sofa yang tak bersalah pun harus melayang ke wajah Daren, dan membuat Daren terkejut mendarat nya bantal sofa tersebut
'' aduuuh...'' pekik Daren seketika
'' aduh..Yang,, kasian bantal sofa nya, jadi korban kemarahan kamu..'' ucap Kenan merasa iba kepada bantal sofa yang melayang
'' Abang ini apa sih... bukan nya kasian sama aku, malah sama bantal sofa,, muka aku nih.. yang Kenak,, bantal sofa nya pun tidak apa, tapi aku yang kesakitan..'' ujar Daren menatap kesal ke arah Kenan
'' duh.. itu sih.. urusan kamu..'' saut Kenan sambil terkekeh kecil
'' ya..Allah, bilang ganteng nya aku ini..'' sungut Daren
__ADS_1
'' sejak kapan kamu ganteng,..'' ejek Kiara
yang mendapat kan delikan tak dari Daren, ia tak menyangka, mulut kakak nya pun tajam juga ternyata, mampu membuat nya sakit jantung
'' ya.. Allah,, begini amat hidup aku, dapet kakak terlalu galak, dapet adek terlalu drama..'' ujar Daren mengelus dada nya dengan sabar
'' dapat istri plus anak..'' tambah Kenan lagi membuat leya menatap ke arah Abang nya jengah
'' sialan kau bang..'' ujar Daren melempar bantal sofa yang mendarat ke muka nya tadi ke arah Kenan
'' eh.. kok? mara?, kan benar sih..'' ujar Kenan masih tertawa lepas mengejek Daren
'' aahh.. menyebalkan,, kalau begini, mending aku pulang aja deh,, capek-capek kemari, hanya menjadi bahan bullyan saja..'' ucap Daren meraup wajah prustasi
sedang kan leya, hanya menyumbang kantawa renyah nya saja, melihat ketiga yang sedang berdebat tak tentu arah
yang ia lihat, tadi? mereka membahas hal yang serius, dan berujung dengan sindir menyindir dan akhir nya, bergurau juga
'' lebih baik aku masak saja lah,, sudah mau makan siang ini..'' ujar Kiara meninggal kan ruang tamu yang masih dengan suara tawa
sedang kan bunga dan Hanum, malah santai bermain di kamar, dan di ganggu oleh Sammy yang mencoba berulang kali membuka pintu kamar ruang tamu, namun selalu gagal
'' aku ikut kak..'' ujar leya mengejar langkah kaki Kiara yang mengarah ke dapur
'' ayo..'' ucap Kiara singkat
Daren dan Kenan, memilih ke halaman belakang rumah, setelah memastikan semua pintu depan terkunci dan menitip kan Hanum dan Sammy kepada bunga
'' mau masak apa yang enak ini. kak...'' tanya leya kepada Kiara
'' belum tau,, entah apa aja isi kulkas,, semenjak kakak sakit, Abang mu yang memasak, kalau isi kulkas, selalu Abang mu yang mengisi nya sejak dulu..'' ujar Kiara
'' enak gak sih kak,, kalau dapet suami pengertian seperti bang Kenan..'' tanya leya
...****************...
__ADS_1