Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#42


__ADS_3

dua wanita yang menjadi asisten serta menejer itu akhirnya pergi untuk kembali ke apartemen guna untuk mengistirahatkan badannya yang terasa lelah setelah melakukan perjalanan dari kota Z setelah sampai d kota M mereka tidak sempat mengistirahatkan nya,


dengan begitu paniknya setelah mendengar apa yang di katakan oleh para karyawan, bahwa butik yang dia pegang dengan amanah yang di berikan oleh queenara telah terbakar habis, hanya sebagian yang terselamatkan, untung saja hanya satu karyawan yang memang berada di gudang sehingga saat ini ia di rawat dengan intensif


karena tidak memiliki banyak luka , hanya di sebagian lengannya yang terkena kayu bakar setelah itu ia tertimpa oleh bahan-bahan


,,,,,,


queenara sampai di rumah yang berada di tengah hutan, ia keluar dari mobil dan menuju ke dalam, untuk mengistirahatkan sejenak sebelum mengembalikan mood nya kembali.


" mungkin saatnya aku pergi, tapi bagai mana dengan mamah dan papah,"


Nara bingung dengan dengan langkah apa yang harus ia ambil, jika dirinya pergi dari dua orang yang telah merawatnya dari kecil, ia tidak akan sanggup untuk meninggalkannya,


" begitu sulit jalan yang ingin ku tempuh "


" lebih baik aku tidur dulu sebelum kembali " tersenyum sendiri membayangkan bagai mana reaksi sang ibu angkat jika ia kembali tanpa memberi kabar,


setelah jam berjalan mengikuti jarum yang di tunjuk saat Nara tidur kini sudah berganti detik demi detik jarum Jam berjalan melewati menit hingga 3 jam lebih Nara tidur dengan nyenyak nya kini sudah duduk di atas ranjang dengan wajah bantal nya dengan rambut acak


matahari sudah terlihat dari ujung barat, Nara tidur begitu lama setelah melakukan perjalanan


" hmm " mengucek matanya yang indah dengan bola mata berwarna biru ke abuan kini berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat fresh dan segar kembali


" I'm back the most comfortable house"


queenara sampai pada rumah yang sederhana di pinggir jalan yang berada jauh dari keramaian

__ADS_1


melangkah maju menyebrangi jalan setelah keluar dari tengah hutan di mana rumah rahasia yang ia bangun demi untuk menyembunyikan dari orang tua angkat dan juga abangnya ,



" assalamualaikum mah " membuka pintu dengan pelan tidak lupa mengucapkan salam,


tapi tidak ada orang di dalam rumah tersebut sehingga Nara mencari di mana keberadaan keluarga angkatnya,


" kemana mamah sama papah, sepi rumahnya tapi kok pintu gak di kunci sih, " Nara berjalan memasuki kamarnya belum sampai pada pintu dia di kagetkan dengan suara orang yang menganggapnya maling,



" maling.,,, tolong ada maling,, maling,,, " suara yang terdengar asing di telinga queenara kini menoleh,


bagai mana tidak di teriaki maling oleh orang , Nara memakai topi sehingga rambut panjang gelombang itu ia Cepol hingga di tutup oleh topi


" berisik "


" ka\_kamu si\_siapa, " dengan gugupnya ia bertanya hingga tergagap



" kamu yang siapa , " kini Nara berjalan ke arahnya, tidak jadi memasuki kamar


" sa_saya pe_pekerja di_disini ,ka_kamu siapa "


" kamu ingin tahu siapa saya " dengan berbisik di telinga orang tersebut, yang mendengarnya hanya bergidik setelah ucapan orang yang tidak dia kenal

__ADS_1


pembantu baru yang bekerja di rumah pranata merasa takut dengan tatapan milik orang yang di anggapnya maling oleh pembantu tersebut,


queenara menyeringai saat mengetahui jika orang yang berada di depannya kini adalah orang baru, yang di suruh oleh kakak dari ibu angkatnya untuk mencari tahu


" oohh ternyata ada serangga yang masuk kemari ya "


sedangkan pembantu yang tidak tahu siapa orang yang di depan masih berbicara meski tergagap gagap


" se\_serangga siapa ma\_maksud kamu?! "


" ck , sebenarnya ada apa di keluarga kamu mah, sampai sampai nenek lampir mengirim orang bodoh kemari " dalam hati Nara berdecak heran, kenpa dan ada apa dengan orang orang yang ada di sekitar ibu angkatnya yang memang sudah jauh dari mereka tapi mereka tidak melepaskannya


perdebatan yang alot hingga pemilik rumah kembali kerumahnya, sebenarnya hanya pembatunya saja yang banyak bicara , Nara hanya mendengar kan saja ketika orang tersebut mengatainya ****** kecil


" Rara , " Sinta yang melihat anak angkatnya sudah ada di rumah kini berlari menuju arah Nara yang sedang berdiri menghadap pembantunya yang nyolot


" Rara sayang, kapan kamu pulang , kenapa tidak memberi tahu mamah sayang, bagaimana liburan kamu , apa di sana indah tempatnya "


" mah , kalo bertanya itu satu satu, susah nanti kalo Rara jawab nya nanti " ucap sang suami Dwi pranata yang berjalan menuju dua wanita yang sangat di sayangi dan di cintai olehnya


" gimana kabar kamu sayang " mengelus pipi nara


" baik pah , gimana kabar papah sama mamah saat tidak ada rara" tersenyum cerah menjawab dan bertanya dengan dua sejoli yang sekarang saling pandang


" kok malah saling lirik, ada apa "


" kabar mamah sama papah baik sayang, sudah jangan bahas itu dulu, kenapa kmu pulang tidak memberi kabar mamah hm,! apa sekarang mamah sudah terabaikan "

__ADS_1


" gak ko mah, rara cuma mau ngasih surprise, belum Rara masuk kamar eeh ada orang yang bilang kalo Rara Maling mah " Nara mencoba mengadu pada Sinta, sehingga pembantu baru yang tadi berbicara lantang dan berani meski dengan tergagap kini hanya terdiam kikuk saat melihat pandangan tuannya yang ingin bertanya dengan raut wajah yang ia gunakan


bersambung


__ADS_2