Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 109. Clara vs Floren.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Suasana gaduh terjadi di dalam sebuah kampus, tempat dimana Michael menuntut ilmu.


Kegaduhan itu terjadi ketika semua siswanya, telah mendapat sebuah kabar. Mengenai pertunangan Clara dan juga Michael, yang akan terjadi dalam waktu dekat.


Para siswa disana pun mulai membicarakan hal tersebut, tentang pertunangan Clara dan juga Michael yang berhasil membuat gempar seisi kampus.


Kejadian itu juga banyak menuai berbagai tanggapan dari masing-masing siswanya.


Banyak dari mereka yang tidak menyangka dan sulit untuk percaya, ketika menerima kenyataan yang ada, bahwa hal itu terjadi lantaran keduanya tidak pernah memberitahu apapun mengenai hubungan spesialnya tersebut.


Mengingat kedua nama di dalam surat undangan itu, tidak pernah mengatakan apapun. Kepada siapapun, bahkan tidak pernah sekalipun dari mereka yang melihat, kedua insan itu tengah berduaan atau bermesraan bersama dimana-mana tempat.


"Ternyata mereka diam-diam telah menjalin hubungan spesial," ucap salah satu siswi disana.


"Benar, tahu-tahu sudah menyebar undangan saja," balas siswi lainnya.


Hal itu sontak saja membuat geram seseorang yang baru saja tiba, siapa lagi kalau bukan siswi cantik yang bernama Floren. Dia mulai meradang ketika mengetahui kebenaran tentang sahabatnya sendiri.


"Pantas saja mereka semakin lama semakin dekat."


Floren meremas surat undangan itu hingga tidak berbentuk, lalu bergegas mencari Clara untuk meminta penjelasan darinya.


Setibanya di dalam kelas dua orang siswi itupun bertemu dan terlibat adu mulut, sementara para siswa yang lainnya, memanfaatkan situasi dan hanya bisa memanasi keduanya yang tengah beradu agar Clara berpisah dari Michael.


"Jadi beginikah kelakuanmu Clara, menikam ku dari belakang, dan merebut Mike dariku! Kau juga tidak memberitahuku tentang semua ini!" bentak Floren sambil menunjuk-nunjuk selembar undangan pertunangan antara Clara dan juga Michael dengan kedua matanya yang sudah membola sempurna.


Clara menghela nafasnya. "Flo ... Percayalah, aku tidak pernah merebut Michael darimu," balasnya.


"Kau bilang tidak pernah merebut Mike dariku? Lalu apa ini, apa ini!" bentak Floren merasa terkhianati oleh sahabatnya sendiri.


Clara terdiam, ternyata surat undangannya dengan Michael telah tersebar luas dimana-mana. Dan yang membuatnya terdiam adalahnya, dia belum sempat memberitahu hal tersebut kepada Floren.


"Kenapa kau diam hah? Oh aku tahu, jadi selama ini kau juga menyimpan perasaan pada Mike. Lalu saat mengetahui Mike sedang patah hati, kau sok-sok an baik kepadanya. Agar kau sendiri bisa masuk ke dalam kehidupannya. Iya kan?" tanya Floren menginterogasi.


"Flo, aku tidak pernah melakukan hal yang kau bilang tadi. Aku dan Michael memang telah dijodohkan oleh keluarganya secara langsung. Dan jujur aku sama sekali tidak tahu tentang perjodohan itu sebelumnya," balas Clara.


Sebenarnya dia juga sedang bingung, bagaimana caranya menjelaskan semua yang terjadi kepada sahabatnya itu agar mengerti.


"Heh! Kau pikir aku tidak tahu kelicikanmu itu, aku yang telah susah payah menyingkirkan Jelita dari Mike dan kau ternyata diam-diam mengambil kesempatan akan hal itu. Dengan mencoba mendekati keluarga Mike dan berpura-pura baik agar mereka percaya kalau kau pantas menjadi menantu keluarga Chandra Putra," tutur Floren menurut sudut pandangnya.


"Flo, aku tidak seperti itu. Percayalah, aku juga baru mengetahui perjodohan ini ketika berada dirumah sakit, saat menjenguk nyonya Caca yang sakit karena terjatuh. Saat itulah keluargaku dan keluarga Michael memberitahuku tentang perjodohan ini," balas Clara.

__ADS_1


Sebisa mungkin Clara menjelaskan kepada Floren bahwa dirinya tidaklah seperti yang sahabatnya itu pikirkan.


"Heh! Penipu, kejadian nyonya besar terjatuh sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, seharusnya kau memberitahuku akan hal ini dan bukan malah menyembunyikannya. Jika bukan ada perasaan atau keinginnan untuk menjadi milik Mike. Mana mungkin kau akan tutup mulut seperti ini," geram Floren.


"Floren ... Maaf aku belum memberitahumu akan hal ini, tapi Michael memintaku untuk tidak memberitahu rencana pertunangan ini kepada siapapun termasuk dirimu," balas Clara


"Omong kosong! Yang sebenarnya adalah kau tidak ingin aku menyingkirkan mu juga seperti Jelita. Ya kan!" bentak Floren.


"Flo, jujur aku dan Michael hanya tidak ingin timbul kegaduhan seperti ini. Dan masalah Jelita, Michael masih belum bisa melupakannya sampai sekarang," balas Clara.


"Jangan berkelit lagi, bukti sudah didepan mata, jika dia masih memikirkan Jelita. Kenapa dia mau bertunangan denganmu. Aku yakin kau menghasut Mike dan juga keluarganya agar menerimamu disisinya bukan!" kesal Floren.


"Flo, kenapa kau tidak mengerti perjodohan ini bukan aku yang menginginkannya," balas Clara.


"Bohong! Aku tidak percaya denganmu lagi!" bentak Floren.


Situasi pun semakin memanas saat Floren mencabik-cabik surat undangan pesta pertunangan Clara dengan Michael hingga menjadi sebuah potongan-potongan kecil.


Lalu melemparnya di depan wajah Clara dengan amarahnya yang memuncak diatas kepala.


"Sekarang kita bukanlah teman lagi," ucap Floren.


"Flo, jangan bilang seperti itu. Kita berteman sejak lama, apa kau tidak ingat itu." Clara terus berusaha menenangkan Floren.


"Tapi nyatanya apa, kau telah mengambil Mike dariku dan menyembunyikannya kepada semua orang, agar tidak ada satu orang yang bisa mengambilnya darimu. Iya kan?" balas Floren masih dengan pemikiran sempitnya.


Clara menghela nafas. "Floren, sudah berapa kali aku katakan. Aku tidak seperti yang katakan, jika kau tidak percaya ya sudah. Aku juga sudah capek dan muak dengan tingkah laku burukmu," balasnya kesal.


"Aku memang seperti itu, paling tidak suka ada orang yang merebut sesuatu yang sudah ku inginkan sejak lama dan kau harusnya tahu akan hal itu. Jadi Clara, jangan salahkan aku bertindak kejam padamu juga seperti Jelita si gembel itu," ancam Floren.


Clara pun gemas. "Apa yang ingin kau lakukan padaku hah? Kau ingin menyuruh seorang pria untuk menculikku dan memintanya untuk merenggut kehormatanku seperti yang kau lakukan kepada Jelita dulu heh!" balasnya.


Floren pun panik, dia tidak ingin ada orang yang tahu kalau kejadian Jelita diculik oleh Wiliam ada campur tangan dirinya.


"Diam! Atau aku akan membungkam mulutmu juga!" ancam Floren.


"Kenapa Flo, apa kau takut aku membongkar kebusukan mu itu? Asal kau tahu saja Flo, aku bukan lah orang lemah, seperti Jelita," balas Clara.


"Apa yang kau ketahui tentang dia, Clara?" serobot Michael, yang baru saja tiba di dalam kelas.


"Mike!"


Michael." Ucap Mereka serempak.

__ADS_1


"Apa yang kau tahu tentang wanita jahat ini?" tanya Michael lagi.


Clara menatap Floren yang sudah ketakutan, tapi demi kebaikan sahabat dan juga keamanan dirinya juga, akhirnya Clara membongkar kebusukkan Floren.


"Michael ..."


"Jangan kau dengar apapun dari dia Mike, Clara pasti akan meracuni pikiranmu," sergap Floren.


"Dia belum mengatakan apapun, bagaimana bisa meracuni pikiranku," balas Michael. "Katakanlah Clara, apa yang kau ketahui?" sambungnya.


"Michael, apa kau tahu kenapa Wiliam bisa menculik Jelita?" tanya Clara.


Michael menggeleng. "Tidak tahu, ceritakan lagi padaku," balasnya sambil menatap tajam Floren.


"Itu karena dia telah mendatangi Wiliam dan menyuruhnya untuk menculik Jelita agar menghancurkan kehormatannya," balas Clara.


Michael pun geram, dia begitu marah kepada Floren. Tidak disangka jika Floren melakukan hal keji kepada Jelita. Dia berjalan mendekati Floren yang sudah panas dingin karena takut.


"Harusnya aku mencurigaimu juga waktu itu, saat Wiliam yang tidak ada hubungannya dengan semua ini tiba-tiba datang dan membawa Jelitaku pergi begitu saja. Tidak disangka kau memiliki hati yang busuk, membuat cintaku pergi dariku selamanya!" bentak Michael.


Dia benar-benar marah dan meninju dinding disebelah Floren dengan begitu kuat, hingga kaca didalam kelas itupun ikut bergetar.


"M-mike, aku mencintaimu makanya aku menyingkirkan dia darimu. Dia tidak pantas untukmu maupun gadis yang lainnya, karena akulah yang pantas untukmu Mike."


"Cih! Kau tidak lebih dari wanita sampah bagiku, kau tidak pantas menjadi milikku ataupun pria yang lainnya!" bentak Michael lalu kembali kepada Clara.


Pria itu merangkul wanita disampingnya dan menatap semua orang yang sedang menonton keributan di sekeliling.


"Aku umumkan kepada kalian, bahwa Clara adalah tunangan sah keluargaku dan dia adalah istriku dimasa mendatang. Jika ada dari kalian yang menggangunya atau menyakiti calon menantu keluargaku, maka aku tidak akan segan-segan membuat kalian menyesal seumur hidup!" ancam Michael lalu mengandeng tangan Clara untuk pergi dari kampus.


"Clara ayo kita pergi dari sini," ajak Michael.


"Kita mau kemana?" tanya Clara masih enggan pergi dari kelas.


"Temani aku jalan-jalan," balas Michael.


Clara pun tersenyum dan mengangguk, dia menatap Michael yang sudah sudi menatapnya. "Baiklah, aku akan menemanimu kemanapun yang kau mau," balasnya lalu pergi dari kampus untuk menemani Michael mencari udara segar.


Sementara itu Floren terduduk lemas dan terisak, merasa sudah tidak punya harga diri lagi. Diapun mendapat cibiran dari semua siswa disana karena perilakunya yang buruk terhadap Jelita dan juga kepada yang lainnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2