Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 7. Acara penyambutan.


__ADS_3

Selama menunggu acara tersebut dimulai, mereka para mahasiswa baru maupun lama saling berkenalan dan membicarakan hal yang membuat jiwa orang miskin meronta seketika.


"Aku baru beli tas ini di Paris, harganya sangat murah sekali dan jika di nilai dengan rupiah harganya hanya berkisar ratusan juta," ucap seorang siswi bernama Florencia menunjukkan tas mewahnya.


"Bagus sekali, lihatlah baju ku ini harganya juga sangat murah. Belum lagi semua pakaian dan juga perhiasan ku ini. Semua dibeli saat kami sekeluarga berkunjung ke Swiss," ucap siswi bernama Sandra berlenggok sambil menunjukkan penampilannya.


Para mahasiswi itu sedang menunjukkan kekayaan mereka masing-masing lalu tertawa bersama, sesekali membicarakan tentang bisnis ayah mereka dan juga melirik para mahasiwa berwajah tampan dan juga kaya yang berkuliah di kampus tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, acara tersebut akhirnya dimulai. Beragam kata sambutan dari berbagai pihak telah disampaikan dan kini tibalah saatnya bagi tamu kehormatan untuk memberikan kata sambutannya.


"Baiklah, sekarang mari kita dengar beberapa patah kata dari seseorang yang tidak asing lagi di telinga kita."


"Beri tepuk tangan untuk tamu kehormatan kita yaitu Nyonya Carisa dan Tuan Nathanael!" ucap seorang MC memanggil tamu dan seketika seluruh ruangan dipenuhi oleh suara tepuk tangan.


"Prok! prok! prok!"


"Waktu dan tempat kami persilahkan!"


Mereka berdiri untuk memberikan kata sambutannya, namun sebelum itu Michael menahan tangan Mamy dan Daddy nya.


"Mommy ... Daddy, ingat ya. Jangan panggil nama kecil ku di depan banyak orang, oke!" bisik Michael kepada kedua orang tua nya dan dengan segera mereka tersenyum tertanda mengerti.


"Oke Miki," balas Mamy lalu melangkah maju.


"Ish!" Michael mencebik bibirnya.


***


Nyonya dan Tuan besar itu mulai memberikan kata sambutannya, semua mahasiswa pun terdiam mendengarkan untaian kata-kata penyemangat dari mereka dan setelah selesai memberikan kata sambutan, Nyonya itu mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada seseorang sebagai penutup.


"Sebagai kata penutup, saya ucapkan terima kasih kepada seorang gadis petugas kebersihan di kampus ini yang telah menemukan dan juga telah mengembalikan kartu mahasiswa anak saya Michael dan saya juga secara pribadi meminta maaf kepada gadis tersebut karena telah menerima perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu pekerja di rumah saya."


Semua berbisik-bisik mengenai gadis tersebut dan bertanya-tanya yang manakah gadis petugas kebersihan yang dimaksud oleh Nyonya besar itu, mengingat bahwa wanita petugas kebersihan di kampus itu cukup banyak.


Jelita terdiam membeku setelah mendengar perkataan tersebut, lalu tersadar jika ucapan itu ternyata ditujukan untuk dirinya. Jelita yang merasa tak percaya diri hanya menunduk dan tidak mendengar jika dirinya dipanggil.

__ADS_1


"Saya meminta kepada gadis tersebut untuk maju dan menerima sedikit hadiah dari saya sebagai tanda terima kasih dan juga permintaan maaf."


Semua mata mencari-cari gadis tersebut hingga mata mereka menjadi lelah karena sudah hampir sepuluh menit petugas kebersihan itu tidak menampakan wujudnya, sedangkan Jelita masih berdiri mematung ditempatnya berada.


Sambil terus menundukkan kepala Jelita tidak menyadari jika seseorang telah berdiri di hadapannya dan berkata, "Hei! aku pikir kau hanya gadis jelek yang tidak punya mata tapi, ternyata kau juga tidak punya telinga."


"Deg!"


Jelita terperanjat kaget hingga kedua bahunya naik terangkat dengan cepat, dia menengadah ke atas dan seketika itu pula dirinya mendadak diam membisu. Apalagi ketika melihat Michael yang tengah berdiri dengan tatapan marah kepada dirinya.


Michael mendengus kesal lalu menarik tangan Jelita dan membawa nya untuk menghampiri Mamy nya yang masih setia menunggu gadis tersebut.


"Mommy, gadis yang Mamy maksud ada disini!" teriak Michael dari kejauhan.


Mamy yang mendengar anaknya memanggil lalu menoleh dan tersenyum gembira, lalu meminta Michael untuk membawa gadis tersebut.


Di sepanjang perjalanan, semua mata tertuju kepada Michael dan Jelita. Banyak dari mereka yang menatap sinis dan juga mengucapkan kata-kata sindiran kepada Jelita karena kesal.


"Dasar orang rendahan! sudah beruntung jika dirinya dipanggil. Masih saja tidak berani menampakan diri, sampai Tuan dan Nyonya menunggu hingga selama itu!" ucap Florencia.


"Betul! siapa sebenarnya dia, hanya seorang petugas kebersihan disini, sampai berani mengabaikan permintaan dari keluarga kaya di depan kita! hingga Michael si tampan harus repot-repot menjemput wanita jelek itu!" balas Sandra.


"Bukan hanya itu saja, dia juga sangat licik dan memakai trik murahan dengan berpura-pura tidak mendengar agar dirinya disentuh oleh Michael. Apa semua gadis miskin selalu seperti itu, mencari kesempatan agar bisa mendekati pria kaya dan tampan? Benar-benar tidak bisa di maafkan!" ucap mereka saling melontarkan kekesalan.


Semua mahasiswi di dalam sana tidak henti-hentinya menatap sinis dan berucap pedas kepada Jelita, namun Jelita hanya bisa menunduk menerima perkataan menyakitkan tersebut.


Tetapi air mata Jelita tak terbendung lagi ketika dirinya mendengar ucapan seseorang siswi dengan santai mengatakan sesuatu yang benar-benar menusuk hatinya.


"Pasti Ibunya sama seperti dia. Miskin, jelek dan wanita rendahan!" Mereka lantas tertawa senang.


Jelita bergetar hebat, tangannya dia kepal dengan kuat. Ingin sekali rasanya dia menampar mulut wanita tersebut, namun mengingat posisinya, Jelita hanya berlalu melewati kerumunan wanita tidak berperasaan itu dan berusaha tetap tegar mendengar semua orang yang menghinanya.


Hingga tiba saat Jelita berdiri dihadapan Nyonya besar, dia hanya menunduk tidak berani menatap orang terhormat dihadapannya. Namun sebuah tangan halus menghapus air mata Jelita lalu menarik dagunya hingga pandangan mereka pun bertemu.


Jelita hanya termangu menatapi wajah cantik dari Nyonya besar yang tersenyum kepadanya. "Nak, mengapa kamu menangis? sekarang beritahu aku. Siapa namamu?"


"J-jelita ...."

__ADS_1


Seketika seluruh orang di dalam sana tertawa kencang, mereka tertawa terbahak-bahak mendengar nama asli gadis petugas kebersihan tersebut. Mereka menertawakan nama yang tidak sesuai dengan penampilan maupun paras nya.


"Hey apa dia sedang stand up comedy!" teriak mahasiswa yang berada disana dan itu sukses menambah kesenangan bagi mereka yang mendengarnya.


Jelita mendadak pucat, dia sangat malu dan ingin pergi, namun dirinya di tahan oleh seseorang.


"Jangan malu, bagiku kamu sangat cantik," ucap Nyonya besar lalu tersenyum kepada Jelita.


"T-terima kasih ... Anda adalah orang kedua yang bilang saya cantik setelah Ibu," balas Jelita lalu dibalas suara tertawa semua orang.


"Wajah orang miskin jelek begitu apanya yang cantik!" terdengar suara siswi berteriak dari banyaknya kerumunan.


"Cuma 2 orang yang bilang dia cantik!"


Jelita kembali murung saat semua orang mencemooh dirinya, Nyonya yang tidak tega lalu meminta semua orang untuk diam dan berkata kepada semua yang berada disana.


"Apalah arti wajah cantik kalian jika tidak diiringi oleh hati yang baik. Tidak ada yang boleh melukai perasaan seseorang apalagi itu adalah seorang wanita dan jangan menyebut dia orang miskin. Jika kalian merendahkan gadis ini, maka secara langsung kalian juga merendahkanku. Perlu kalian ketahui bahwa aku juga dibesarkan oleh keluarga miskin. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menghina orang semaunya walau itu adalah anak kandung ku sendiri."


Semua terdiam termasuk Michael yang berhenti tertawa tiba-tiba saat sang Mamy menatap tajam kearahnya.


"Sekarang, aku sebagai perwakilan dari para siswa-siswi dan juga para orang tua disini, dengan sepenuh hati meminta maaf kepadamu Jelita."


Jelita meraih tangan Nyonya besar lalu menggeleng. "Tidak perlu Nyonya, jangan meminta maaf kepadaku karena anda tidak salah. Perkataan mereka memang benar tentang diriku yang seperti ini."


"Kau memang baik hati, teruslah seperti itu. Aku juga meminta maaf dengan sikap kurang pantas petugas keamanan kemarin dan terima kasih telah mengembalikan kartu Michael anakku. Dan sebagai ucapan terima kasih kau boleh menemuiku disaat kau membutuhkan sesuatu atau berkunjung ke rumahku sekedar bermain."


Jelita mengangguk. "Sama-sama Nyonya. Baik Nyonya aku akan menemuimu saat butuh aku bantuan. Terima kasih," lalu mereka berpelukan.


Nyonya itu lalu menyuruh Michael untuk meminta maaf kepada Jelita dan dengan berat hati Michael pun meminta maaf. Hal itu membuat semua orang menatap geram termasuk Michael karena dipaksa meminta maaf kepada Jelita.


"Apa istimewanya cewek itu, sampai Michael juga harus meminta maaf kepadanya. Lihat saja besok, kita bakal kasih pelajaran ke si jelek itu!"


Para siswi dan siswa sepakat akan membuat Jelita tidak tenang saat bekerja dikampus dan sejak saat itulah awal dari penindasan kepada Jelita pun dimulai.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2