Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 19. Permintaan Floren


__ADS_3

Mansion Wijaksana.


Setibanya di rumah, Floren disambut hangat oleh salah satu asisten rumah tangga setia keluarganya itu di depan pintu masuk.


"Selamat sore Nona Floren," sapa Bi Nani.


"Sore Bi, mana Mamy dan Papi. Apa mereka sudah pulang?" tanya Floren lalu menghempaskan dirinya ke atas sofa ruang tamu yang nyaman.


"Tuan dan Nyonya belum pulang," balas Bi Nany sambil membawakan air minum.


"Kemana Mamy, kenapa jam segini belum pulang?" tanya Floren melihat jam besar tik tok di ruangan tersebut.


"Sedang ke pergi ke salon sehabis arisan sama teman-temannya Non," jawab Bi Nani.


Floren menghela nafas, "Ya sudah ... Bibi tolong buatkan aku smotiees dan bawakan ke kamarku ya." Floren berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Baik Non," balas Bi Nani lalu ke dapur.


***


Pada malam hari.


"Tok tok tok!"


"Masuk!" sahut Papi Floren dari dalam kamarnya.


Floren masuk ke dalam kamar orang tuanya, kemudian duduk di tepi ranjang sambil memasang wajah murung.


Papi yang melihat anaknya murung lantas bertanya, "Kenapa kamu murung seperti itu?"


"Benar sayang, apa ada yang membuatmu tidak senang?" tanya Mamy Floren menimpali.


"Mamy ... Papi ... Aku mencintai seseorang dan aku menginginkan dia, Pi?" jawab Floren.


Papi dan Mamy Floren seketika menghentikan aktivitasnya lalu mendekati putri kesayangan mereka.


"Siapa pria yang kamu cintai sayang?" tanya Papi Floren.


"Siapa Nak, ceritakanlah. Apa pria itu kaya dan dari keluarga terhormat seperti kita?" tanya Mamy Floren penasaran.


Floren mengangguk dan membalas. "Bukan hanya kaya dan terhormat saja Mamy, pria itu juga sangat tampan."


Mendengar hal tersebut, kedua orang tua Floren pun menjadi bahagia, "Bagus sayang, siapa dia? jangan malu, beritahu kami tentang lelaki itu."


"Dia lelaki yang Papy dan Mamy minta untuk aku dekati. Dia Michael putra nya Tuan dan Nyonya besar," jawab Floren menunduk.


Jawaban Floren membuat kedua orang tuanya melonjak senang, mereka memang menginginkan agar kedua keluarga itu bersatu sejak lama. "Bagus sayang, akhirnya kamu mau juga mendekati putra mereka, Mamy dan Papi pasti mendukung keinginan kamu."


"Benar sayang ... Apa kamu tahu sayang, jika keluarga kita bersatu dengan keluarga mereka maka, bukan hanya masa depan mu saja yang akan cemerlang, tetapi perusahaan Papi mu juga akan semakin berjaya sayang," ucap Mamy Floren mencubit ujung hidung putrinya yang mancung dan bergidik karena senang.

__ADS_1


"Benar putriku sayang, keluarga itu sangatlah kaya. Apalagi semenjak mereka berdua menikah, mereka menggabungkan kedua perusahaan besar mereka yaitu perusahaan Heru dan juga perusahaan Djuanda menjadi satu dan telah berganti nama menjadi perusahaan Chandra Putra Djuanda yang kita kenal sekarang ini."


Papi Floren mengambil nafas sejenak, kemudian melanjutkan kembali perkataannya.


"Perusahaan tersebut sangatlah besar sekarang ini dan sudah tidak ada lagi yang bisa menandingi perusahaan mereka sayang. Coba kamu bayangkan jika perusahaan kita bergabung dengan perusahaan besar itu, maka berapa banyak keuntungan dan kekuasaan yang akan kita dapatkan nanti," ucap Papi Floren menjelaskan.


Mamy mengangguk-angguk saat mendengar perkataan suaminya sambil menatap putrinya dengan senang, kemudian dia menimpali perkataan suaminya.


"Bukan hanya itu saja sayang, mereka hanya memiliki satu putra yaitu Michael dan adiknya adalah seorang perempuan, sudah pasti Michael lah yang akan menjadi calon pewaris kekayaan keluarga itu nanti dan jika kau bisa menikah dengannya, maka kau akan menjadi Nyonya besar disana. Kamu tidak akan pernah merasa kekurangan uang sayang, kau akan selalu bahagia. Kau bisa memerintah siapapun dan semua kekuasaan bisa berada di tanganmu."


Floren akhirnya menyadari maksud dan tujuan dari orang tuanya itu saat tempo lalu meminta dirinya untuk mendekati Michael.


"Tapi Papi ... Mike tidak mencintaiku," ucap Floren lalu bersedih.


Kedua orang tua Floren saling memandang, kemudian Mamy mengelus wajah putrinya, "Bagaimana bisa pria itu tidak mencintaimu sayang? Kau terlihat begitu sempurna, wajahmu ini juga sangat cantik."


Floren menggeleng. "Tidak Mami, dia tidak menyukaiku. Mungkin karena ...." Floren terdiam.


"Tapi apa sayang, apa dia sudah punya pacar?" tanya Mami sedikit kesal.


"Hiks ... Seperti nya begitu Mi, dia menyukai seorang cleaning service kampus," balas Floren terisak-isak.


Papi dan Mamy Floren terkejut mendengar hal tersebut lalu mengingat Jelita saat acara penyambutan mahasiswa baru.


"Apa! seorang cleaning service yang bekerja dikampus itu kah?" tanya Mami Floren memastikan.


Papi Floren terlihat geram. "Dimana otak pemuda itu, membandingkan seorang gadis rendahan dengan putri ku yang terhormat. Bahkan berani berlaku kasar kepada putriku."


Papi Floren menenangkan putrinya lalu mengusap air mata berharga itu. "Jangan menangis sayang, sekarang kau ingin Papi dan Mami lakukan apa untuk menyenangkanmu?"


Floren memandangi wajah kedua orang tuanya. "Papi ... buatlah Mike mencintaiku atau buatlah dia menikah denganku, dengan begitu aku akan senang dan puas."


Papi Floren mengangguk setuju. "Sesuai keinginanmu sayang, Papi dan Mami akan mengatur agar kau dan Mike bisa mengikat hubungan."


"Benar sayang, Mami akan mengundang keluarga mereka untuk makan malam bersama di restoran mewah milik kita dan mencoba berbicara dengan keluarga tersebut dan membahas tentang rencana penyatuan hubungan ini. Mami yakin mereka tidak akan menolak permintaan kita," ucap Mami menimpali.


Floren menghapus air matanya, lalu memeluk kedua orang tuanya itu. "Terima kasih Mami ... Papi ... love you so much!" Floren mencium pipi kedua orang tuanya.


"Sama-sama sayang, we love you too." Mereka balas mencium dan memeluk anaknya.


***


Tak berapa lama kemudian Mami Floren menghubungi keluarga Michael dan keluarga Michael pun setuju untuk datang memenuhi undangan keluarga Floren.


"Trak!"


Mami Floren menutup telepon rumahnya lalu tersenyum kepada suami dan juga Floren yang sedang menunggu kabar darinya dengan cemas.


"Bagaimana honey, apa mereka setuju dengan undangan kita?" tanya Papi Floren kepada istrinya.

__ADS_1


"Tenang darling, jangan khawatir keluarga itu sudah setuju untuk datang besok. Nah Floren besok berdandan lah yang cantik, kita akan buat keluarga itu terkejut besok malam," jawab Mami Floren.


"Terima kasih Mami," balas Floren


"Sama-sama sayang," balas Mami.


"Bagus, besok kita harus berpenampilan semenarik mungkin dihadapan mereka!" ucap Papi Floren lalu memeluk putri nya.


Dalam dekapan sang Ayah, Floren mengulum senyum. Dia menghapus air mata dengan ujung telunjuknya lalu menatap jari yang basah itu dan bergumam dalam hati.


"Mike, aku tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksimu besok malam."


……………………………………………………………………………


Mansion Chandra Putra


Di kamar Tuan besar.


"Sayang, besok keluarga Wijaksana mengajak kita untuk makan malam di restoran mereka," ucap Nyonya besar itu kepada suaminya.


"Kita datang saja, mumpung diajak makan gratis," balas Tuan besar tersenyum.


"Ah benar juga, hihi ... tapi apa tujuan mereka mengundang kita?" ucap Nyonya itu sedikit bingung.


Suaminya menggeleng dan mengangkat bahu. "Entahlah," balas Tuan besar itu sambil memandangi wajah istrinya yang sedang memikirkan sesuatu.


Nyonya itu pun terdiam dan berpikir.


"Tidak usah dipikirkan lebih baik kita tidur saja sayang," ucap Tuan Nael tiba-tiba menarik tangan Nyonya Caca dan memeluknya seperti bantal guling.


"Ya sayang lebih baik kita tidur ...."


Tak berapa lama kemudian pelukan suaminya itu berubah begitu aneh, tangannya yang usil mengerayangi apa yang ada di setiap bagian tubuh istrinya. Lalu dengan cepat dia telah berada diatas tubuh Nyonya besar itu sambil menatap wajah istrinya penuh damba.


"Ya Tuhan apa kau tidak cape seharian bekerja dan sekarang ingin ini juga!" ucap Nyonya itu kepada suaminya.


"Hem ...."


"Akh jangan seperti itu, geli! Baik ... baiklah sayang ...."


"Trip!"


Lampu dimatikan, entah apa yang terjadi selanjutnya hanya mereka berdua lah yang tahu.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2