Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 48. Mulai perawatan.


__ADS_3

Masih di salon kecantikkan, Jelita akan di permak habis-habisan oleh seorang ahli. Paket yang akan dikerjakan tidak tanggung-tanggung, merawat dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.


Dokter estetika dan para karyawan yang tengah memandangi Jelita pun, sampai dibuat gemas saat melihat wajah dan juga kulit Jelita yang kusam karena tidak terurus. Mereka bergidik merinding melihat komedo halus berbintik hitam di wajah terutama pada hidung Jelita.


"Jelita ... Maaf sebelum kita melakukan perawatan bolehkan saya bertanya-tanya sesuatu kepadamu terlebih dahulu?" tanya dokter estetika bernama Evelyn.


"Silahkan Dok," balas Jelita.


"Terima kasih, Jelita ... Apa kamu punya riwayat alergi?" tanya dokter Evelyn.


"Tidak ada dok," balas Jelita.


"Perawatan apa yang sering kamu lakukan di rumah?" tanya dokter Evelyn, karena merasa heran dengan banyaknya kulit mati dan juga flek hitam pada wajah Jelita.


"Tidak ada perawatan khusus Dok, hanya cuci muka dengan sabun mandi saja," balas Jelita.


"Hem ... Sabun mandi?" tanya dokter Evelyn dan Jelita mengangguk. Pantas saja pikir dokter itu, diapun melanjutkan pertanyaannya kembali.


"Kalau merawat tubuhmu, bagaimana?" tanya dokter itu lagi.


"Iya hanya mandi 2 kali sehari," balas Jelita.


"Apa kamu tidak pakai body lotion sehabis mandi?" tanya dokter itu merasa merinding saat melihat kulit Jelita yang bersisik saking keringnya.


"Tidak pernah pakai," balas Jelita. Dokter Evelyn meneguk ludah, mengapa dia tidak memperdulikan tubuhnya sendiri, pikirnya.


"Hem ... Apa pekerjaanmu begitu berat dan lebih banyak bekerja di bawah terik matahari?" tanya dokter Evelyn saat melihat telapak tangan Jelita yang kapalan dan kulitnya yang sedikit seperti terbakar sinar matahari.


"Aku sudah berhenti bekerja, semenjak jadi anak asuh Nyonya Caca. Tapi sebelum itu aku pernah bekerja menjadi cleaning service. Ya aku memang bekerja lebih banyak di luar ruangan," balas Jelita tanpa malu.


Dokter Evelyn terdiam sejenak memikirkan sesuatu.


"Kasihan sekali gadis ini, apa kesulitan ekonomi membuat dia harus bekerja seperti itu, hingga lupa jika mengurus tubuh sendiri juga sangat penting. Ah untung saja dia di angkat menjadi anak asuh Nyonya Caca, dia pasti punya keistimewaan sendiri."


"Oke Jelita sekarang kita mulai perawatannya ya," ucap dokter Evelyn dan Jelita pun menurut, dia lalu menggunakan pakaian khusus sebelum memulai perawatan.


Begitu pula dengan dokter Evelyn dan beberapa asisten lainnya yang sudah mulai bersiap-siap. Setelah menggunakan pakaian khusus lengkap, mereka mulai bekerja. Bekerja ekstra untuk mengubah penampilan gadis di hadapan mereka, dari yang jelek menjadi cantik luar biasa.


………………………………………………………………………………


Mansion Chandra Putra.


Floren dan Nyonya Caca kini telah duduk di meja makan, disana ada Bi Sari yang melayani mereka berdua.

__ADS_1


Floren memandangi satu persatu hidangan di atas meja, namun dirinya merasa kurang berselera saat melihat menu yang dirasa menjijikkan baginya. Hal itu pun mengundang perhatian dari Nyonya Caca.


"Floren sayang, kenapa kamu diam saja. Apa kamu tidak suka makanan yang ada di sini, atau kamu ingin makan yang lain?" tanya Nyonya Caca saat melihat Floren diam saja.


"Maaf Tante, aku tidak makan-makanan seperti ini," balas Floren seperti mual ingin muntah.


"Oh begitu, bilang saja sama Tante kamu ingin makanan seperti apa. Biar nanti Bibi yang akan buatkan ya," ucap Nyonya Caca.


"Baiklah Tante, aku biasanya makan-makanan rendah lemak, tidak mengandung banyak gula garam dan juga makanan yang mengandung kalori tinggi," balas Floren.


"Baiklah, apa yang ingin kamu makan?" tanya Nyonya Caca kembali.


"Hem ... Aku ingin makan salad sayur saja dengan sedikit minyak zaitun dan sedikit mayonaise. Salad sayurnya cukup lettuce, tomat, asparagus, kale, brokoli, putih telur rebus dan sedikit potongan daging ham asap, sama roti gandum sebagai karbohidratnya," balas Floren.


"Baiklah sayang, apa ada lagi?" tanya Nyonya Caca.


"Hem ... Aku juga ingin minum jus full buah stroberi tanpa gula dan batu es," balas Floren.


Nyonya Caca mengangguk mengerti lalu meminta kepada Bi Sari untuk membuatkan makan siang sesuai permintaan Floren.


"Bi Sari tolong buatkan makanan sesuai permintaan Floren ya," titah Nyonya Caca dan Bi Sari mengangguk patuh.


"Baik Nyonya ... Baik Nona, tunggu sebentar ya. Bibi akan buatkan untuk Nona," balas Bi Sari.


"Terima kasih Bibi."


"Tante ... Mengapa tidak makan?" tanya Floren saat melihat piring Nyonya Caca masih kosong.


Nyonya Caca tersenyum. "Mana mungkin aku bisa makan, kalau seorang tamu di dalam rumahku belum kenyang."


"Apa maksudnya Tan?" tanya Floren kembali.


"Kita makan bersama-sama saja ya," balas Nyonya Caca dan Floren seketika tersenyum lebar dan sangat senang.


Bukan hanya permintaannya saja yang dipenuhi, tetapi Nyonya besar dihadapannya itu mau mengalah dan menunggunya juga.


Hem benar-benar mertua idaman, pikir Floren.


***


15 menit kemudian Bi Sari menyajikan hidangan untuk Floren, sesuai dengan permintaan gadis cantik itu.


"Ini Nona, silahkan," ucap Bi Sari.

__ADS_1


"Terima kasih," balas Floren.


"Sama-sama," balas Bi Sari lalu mundur kembali ke posisi semula.


Sebelum makan mereka berdoa terlebih dahulu, dan setelah selesai berdoa, mereka mulai menyantap makanan.


"Tante ... Dimana Om Nael?" tanya Floren.


"Dia sedang lembur di kantor," balas Nyonya Caca.


"Hem ... Kenapa Mike belum turun kesini? Apa dia tidak ingin makan bersama?" tanya Floren saat Michael tidak ada di meja makan.


"Biarkan saja, nanti dia akan turun sendiri kalau sudah lapar," balas Nyonya Caca.


"Oh begitu, ya sudah," balas Floren. Dia merasa senang setidaknya Michael tidak menghalangi dirinya untuk meracuni pikiran Nyonya Caca.


……………………………………………………………………………


Beauty Skin Care Clinic.


Setelah selesai menjalani perwatan wajah yang menghabiskan waktu satu jam, Jelita kini memulai perawatan pada tubuhnya.


Dia melakukan body spa, dimana dia akan menjalani serangkaian perawatan pada kulit tubuhnya. Mulai dari berendam pada air khusus, Body Massage hingga body srub atau luluran. Pokoknya semua lah komplit.


Saking banyaknya perawatan pada tubuhnya itu, Jelita pun tertidur pulas. Membiarkan para tenaga ahli bekerja dan dirinya hanya bisa menikmati semua perawatan tersebut. Sementara sang supir di warung kopi sana sudah menunggu Jelita hingga merasa bosan.


***


Setelah 90 menit perawatan kulit tubuh Jelita pun telah selesai, kini gadis beruntung itu melakukan perawatan pada rambut dan juga kuku jarinya atau orang menyebutnya juga meni-pedi.


Jelita pun tak bisa membuka mata, dirinya sudah sangat kelelahan dengan serangkaian perawatan tersebut. Dia memilih melanjutkan tidurnya kembali dan tidak menghiraukan perkataan orang-orang di sekitarnya.


"Dia telah berubah!"


"Jadi begitu wajah aslinya!"


Para pekerja wanita di tempat itu benar-benar bekerja dengan baik, mereka begitu sabar menghadapi tamu kali ini.


Dokter Evelyn tersenyum menatap Jelita yang begitu berbeda.


"Nyonya Caca pasti akan terkejut ketika melihat perubahannya nanti," gumam dokter Evelyn lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2