Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 152. Pesta Dansa.


__ADS_3

Malam harinya.


Sebuah pesta tengah berlangsung, seluruh tamu serta keluarga mempelai bersama-sama bersuka cita dan berpartisipasi dalam mengikuti pesta dansa, yang diselenggarakan sebagai penutup resepsi pernikahan untuk meramaikan suasana.


Wiliam mengulurkan tangannya kepada Jelita. "Ayo kita ikut berdansa," ajaknya.


Jelita menggeleng. "Aku tidak bisa," balasnya.


Wiliam membalas, "Tenang saja, nanti aku ajari."


"Baiklah," patuh Jelita kemudian menyambut uluran tangan Wiliam, lalu bersama-sama maju ke aula dansa untuk berkumpul dengan pasangan dansa lainnya.


Sementara itu Riko mengulurkan lengan kanannya dan mengajak Floren untuk ikut berdansa. "Ayo kita juga harus ikut," ajaknya.


"Baiklah," balas Floren kemudian berkumpul bersama dengan yang lain.


Tidak mau kalah dengan yang lain, Jason mengulurkan lengan kanannya kepada salah satu gadis cantik bernama Shan san. Adik dari Michael. "Berdansalah denganku," ajaknya.


"Baiklah," balas Shan san mengangguk.


Seluruh pasangan telah berkumpul dan bersiap untuk melakukan pesta dansa, termasuk sepasang pengantin baru yang telah sedia untuk menunjukkan kebolehannya ditengah-tengah aula.


Mereka menatap wajah pasangannya masing-masing dan tersenyum, lalu tak berapa lama kemudian lagu romantis pun diputar.


🎢🎢🎢


...A Thousand Years (Christina Perri)...


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave?


How can I love when I'm afraid to fall?


But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer.


...***...


Wiliam terus memandu Jelita untuk berdansa, mereka selalu tersenyum dan saling menatap satu sama lain. Selama keduanya terus bergerak mengikuti irama dansa, selama itu pula kenangan masa lalu mereka kembali berputar.


"Menikahlah denganku."


"Aku membencimu."


"Aku tidak ingin bersama denganmu."


"Jangan menangis."


"Aku akan membuatmu bahagia."


"Lupakanlah dia."


"Jika Michael cinta pertamamu, maka aku akan menjadi cinta terakhirmu."


"Bantu aku melupakan dia, bantu aku melupakan Michael."


"Aku akan membantumu meluoakan cinta pertamamu itu."


Wiliam tersenyum dan mengangkat tangannya agar Jelita melakukan beberapa kali gerakan memutar.


...***...


🎢🎢🎢


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this.


One step closer


...***...


Wiliam sengaja melepaskan genggaman tangannya itu, disaat Jelita masih belum berhenti berputar, membiarkan istrinya berdansa dengan cinta pertamanya.


Kemudian Michael yang melihat hal tersebut, melepaskan genggaman tangannya pada Clara, saat wanita itu juga sedang melakukan gerakan berputar dan memberikan kesempatan kepada Clara untuk berdansa dengan pria yang sempat dikagumi olehnya sewaktu kecil.


Michael segera menahan bobot tubuh Jelita yang berhenti sempoyongan, akibat melakukan gerakan berputar cepat. Dengan satu tangannya menahan pinggang Jelita dan satu tangan lain menarik lengannya.

__ADS_1


Wanita itu pun tertegun serta terkejut, saat gerakan berputarnya terhenti dan dirinya malah terjatuh ke dalam pelukan pria lain.


Sedangkan Wiliam menahan tubuh Clara saat wanita itu juga berputar dengan sangat kencang dan ingin terjatuh, karena terlepas dari genggaman tangan Michael.


Clara seketika membulatkan matanya dan hanya bisa menatap bingung dengan peristiwa dadakan yang terjadi barusan. Kini ia menyadari jika pasangan dansanya telah bertukar dengan pria lain.


Alhasil semua tamu undangan pun lantas terkejut saat melihat kejadian menakjubkan tersebut dan spontan memberikan tepuk tangan meriah untuk kedua pasangan dansa yang telah tertukar.


Clara memandang Wiliam yang sama memandangnya juga, hingga mereka kini saling beradu tatap dan sekelibat memori pertemuan pertama mereka terulang kembali.


"Mengapa kau menangis?"


"Aku sedang tersesat."


"Tenang, aku akan mengantarmu pulang."


"Terima kasih."


"Jangan ganggu dia."


Sementara itu Jelita terkesiap saat Michael menarik pinggangnya untuk mengikis jarak yang ada dan menatap baik-baik wajah cinta pertamanya.


Dimana dia kembali mengingat penghinaan dimasa awal pertemuannya dengan Michael dan juga rasa manis dimasa-masa saat berpacaran.


Kedua manik mata mereka telah beradu dan bergetar saat kenangan lama itu pun akhirnya terulang kembali, dikala Michael melihat wajah cantik Jelita untuk yang pertama kalinya.


"Dia benar adalah Jelita. Dia begitu cantik, dia secantik kupu-kupu."


Kedua netra Jelita tiba-tiba berembun ketika harus mengingat kejadian pahit dimana cinta pertamanya itu harus kandas di tepi jalan.


"Maaf," ucap Michael, karena hanya satu kata itu yang mampu ia ucapkan saat berkesempatan berdansa dengan cinta pertamanya.


...***...


🎢🎢🎢


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


...***...


Selama perputaran itu terjadi, Wiliam dan Michael sama-sama melepaskan pegangannya, sehingga pergantian pasangan pun kembali terjadi.


Dengan sigap Wiliam menarik tubuh Jelita agar masuk ke dalam pelukannya dan begitu juga dengan Michael, ia segera menarik tubuh Clara agar masuk kembali ke dalam dekapannya.


Sehingga kini mereka telah kembali kepada pasangan dansa semula dan kedua pasangan itu saling menatap lekat wajah pasangannya masing-masing.


Jelita kembali menatap wajah cinta terakhirnya dan tersenyum saat mengingat Wiliam selalu menghapus air mata kesedihannya.


Tidak berbeda dengan Jelita, Michael pun menatap wajah Clara dan tersenyum, ketika mengingat Clara selalu ada disaat ia kesepian dan membutuhkan bantuan.


...***...


🎢🎢🎢


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


...***...


Lagu telah habis diputar, namun ada beberapa para peserta dansa di aula tersebut yang masih setia menatap pasangannya dengan lekat. Termasuk pasangan Wiliam-Jelita dan juga pasangan Michael-Clara.


Mereka berdua menahan masing-masing wanitanya agar tidak pergi, karena sebagai penutup dari acara dansa tersebut, sang pria diharuskan mencium mesra sang pasangan wanitanya.


Wiliam tersenyum kemudian tanpa basa-basi ia langsung merampas bibir ranum Jelita. Membuat semua mata terbelalak saat menyaksikan adegan tersebut.


Siapa yang menikah, dia yang hot dan mesra. Begitulah kiranya pikiran dari semua orang.


Sedangkan Michael juga tidak mau kalah dari Wiliam, dia mencium Clara di depan banyak orang yang sedang menyaksikan acara penutup itu.

__ADS_1


Suara tepuk tangan pun kembali memenuhi seluruh ruangan dan tak lama setelah itu, Wiliam dan Michael melepaskan ciuman bibir masing-masing istrinya.


Mereka tersenyum dan sama-sama mengucap kata cinta kepada setiap pasangan setelah itu.


"Aku mencintaimu," ucap Wiliam.


"Aku juga mencintaimu," balas Jelita.


Michael tersenyum dan menatap Clara yang sudah resmi menjadi istrinya.


"Aku mencintaimu," ucap Michael.


"Aku juga mencintaimu," balas Clara.


Kedua pasangan paling hot dan mesra ini akhirnya turun dari aula dansa dan mereka makin bertambah dekat saja.


Wiliam tidak segan-segan menggoda Michael saat acara resepsi itu berakhir, bahkan pria itu secara blak-blakan mengajari Michael cara membobol gawang istri dengan benar saat malam pertama nanti.


"Mike, hajar istrimu habis-habisan dan buat dia kewalahan saat malam pertamanya nanti. Seperti diriku ini, Jelita terus menjerit dan hampir mati lemas saat malam pertamanya dulu," ucap Wiliam berbangga diri.


Alhasil pasangan pengantin baru itu pun tersipu malu, lalu menatap wajah mereka satu sama lain dengan wajah yang sudah memerah sempurna.


Termasuk Jelita yang tiba-tiba memerah karena malu dengan ucapan terang-terangan suaminya sendiri tentang pengalaman malam pertama mereka di depan orang lain.


Jelita memukul Wiliam. "Dasar tidak tahu malu! Membicarakan hal seperti itu di depan orang lain!" umpatnya lalu meninggalkan Wiliam sendirian karena kesal.


"Sayang, aku tidak salah. Kenapa kau harus marah padaku?" tanyanya tanpa dosa.


Jelita tidak menghiraukan hal tersebut dan memilih untuk menjauh dari suami mesumnya.


"Sayang, bagaimana dengan pertempuran kita malam nanti?" tanya Wiliam ketar ketir.


"Batal!" sentak Jelita.


"Oh No!" pekik Wiliam lalu berlari berusaha membujuk sang istri yang tengah cemberut.


Sementara itu Michael dan Clara terkekeh melihat sepasang suami istri tersebut dari kejauhan.


"Mereka pasangan yang serasi," ucap Clara.


"Benar," balas Michael lalu merangkul Clara. "Perkataan Wiliam ada benarnya, aku ingin melakukan itu malam ini juga."


Clara menunduk malu dan menjadi salah tingkah, dia begitu gugup jika membayangkan hal itu sampai terjadi.


Michael tersenyum dan menarik dagu Clara agar mau menatapnya. "Clara ... Malam ini, aku menginginkan dirimu. Tolong ijinkan aku untuk memiliki seutuhnya," pintanya merayu.


Clara tersipu malu dan hanya bisa mengangguk setuju dengan permintaan suaminya.


"Terima kasih," ucap Michael senang lalu membopong istrinya menuju kamar pengantin.


...***...


Sementara itu Wiliam masih membujuk istrinya yang masih saja cemberut karena ucapannya tadi saat di depan Michael dan Clara.


"Baiklah sayang, aku minta maaf. Kau boleh memukulku tapi jangan batalkan keinginan ular pythonku ini nanti malam oke," ucapnya memelas.


Jelita berdecak. "Masa bodo, aku tidak akan melayanimu malam ini."


Wiliam menghela nafas dan pasrah dengan keadaan, saat Jelita terus saja menjauh saat dia dekati. Pria itu sampai menampari bibirnya sendiri, karena terlalu bicara terang-terangan tentang istrinya di depan orang lain.


Jelita melirik Wiliam dengan ekor matanya, dia terkekeh melihat wajah suaminya yang berubah menyedihkan.


Wanita itu meraih sesuatu dari balik lemari pakaian dan dalam sekejap ia telah memakai pakaian dinas baru, lalu berlenggak lenggok di depan suaminya yang sedang putus asa.


"Sayang, mau berapa ronde malam ini?" tanya Jelita begitu maut sekali, membuat pria tampan itu segera bangun dari ranjangnya.


Mata elang Wiliam membulat sempurna dan ular pythonnya langsung berkedut, ketika melihat tubuh seksssi istrinya saat mengenakan pakaian lucknut.


Entah darimana Jelita mendapatkan pakaian menggoda seperti itu, tapi Wiliam nampaknya tidak peduli karena ia kini telah tertutup kabut hasratt menggelora.


"Oh indah sekali," gumamnya sembari mendesis.


Wiliam segera membuka seluruh pakaiannya, sehingga menampilkan ular pythonnya yang telah berdiri tegak dengan begitu sombongnya.


Pria itu segera menyergap Jelita dan membawanya ke tempat peraduan untuk melakukan kegiatan panas mereka.


Setelah itu hanya penulis dan mereka lah yang tahu kelanjutannya.


.......


.......


.......


.......


...TAMAT...


...----------------...


Hai readers setia, sekian lama akhirnya cerita ini habis juga. Penulis mengucapkan terima kasih banyak karena telah memberi semangat serta dukungannya kepada penulis. Sehingga karya ini dapat tamat dengan lancar sebagaimana mestinya.


Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan atau kata-kata yang tidak pantas selama penulis menyuguhkan cerita secantik kupu-kupu ini.


Terima kasih sekali lagi, jangan lupa berikanlah bunga atau apapun itu untuk menyemangati penulis receh ini.


See you good bye ...


Thank you so much ...

__ADS_1


Bye ...


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2