Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 21. Bertemunya 2 keluarga


__ADS_3

Malam hari disebuah restoran mewah.


Orang tua Floren telah hadir dan sedang menantikan kehadiran keluarga Michael yang masih dalam perjalanan menuju restoran tempat dimana telah mereka janjikan sebelumnya.


"Honey ... Honey ..."


"Yes Darling ..."


"Bagaimana penampilan ku malam ini?" tanya Mamy Floren kepada suaminya sambil menunjukkan penampilannya yang memukau.


Suaminya itu berdecak kagum melihat penampilan sang istri dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Kau sangat luar biasa cantik Darling, kau begitu bersilau."


"Thank you Honey, kita memang harus berpenampilan seperti ini untuk menunjukkan kekayaan kita di depan keluarga itu sayang. Kita tidak boleh kalah saing olehnya agar tidak dipandang remeh oleh mereka, " balas Mamy Floren.


Suaminya mengangguk. "Kau benar sayang, keluarga kita juga tidak kalah pamor dari keluarga Chandra Putra itu. Mereka pasti akan mengagumi setiap penampilan yang akan kita tunjukkan dihadapan mereka hari ini."


"Benar Honey. Aku sangat yakin sayang keluarga itu akan terkesan saat melihat penampilan mewah keluarga kita dan mereka pasti juga akan merasa senang dengan perjamuan kita malam ini," ucap Mamy Floren mengulum senyum.


"Oiya sayang, mana Floren?" tanya Papi Floren.


"Dia masih mempercantik diri, mungkin agak sedikit telat datang kesininya lagipula putri kita akan menjadi bintangnya malam ini. Floren harus berpenampilan sempurna untuk mengejutkan keluarga itu terutama Michael putranya," balas Mami Floren.


"Kau benar sayang, aku tidak ingin mata putra nya itu melihat gadis lain selain putriku," ucap Papi Floren menunjukkan wibawanya.


"Aku yakin mereka akan menyukai putri kita sayang," balas sang istri.


***


Beberapa saat kemudian keluarga Michael sampai di restoran milik keluarga Floren, mereka langsung di sambut oleh beberapa pelayan restoran tersebut dan memandu mereka menuju meja khusus tamu VVIP yang telah disiapkan oleh keluarga Floren.


Nyonya dan Tuan itu melangkah masuk kedalam sambil memandangi setiap dekorasi dan juga suasana restoran yang mewah.


"Sayang, restoran ini sangat besar dan mewah sekali, apa makanan disini begitu enak sampai pengunjungnya begitu ramai dan semua yang makan disini sepertinya orang kaya juga?" ucap Nyonya besar itu tiada berhenti mengagumi setiap apapun yang dilihat oleh kedua matanya.


"Restoran ini berkelas internasional, semua menu dimasak oleh chef berpengalaman yang telah memiliki sertifikat sebagai chef ahli. Jadi sudah pasti semua makanan disini sangat enak sayang. Jika tidak, mana mungkin mereka bisa mendapatkan gelar bintang lima," balas Tuan Besar mencubit gemas pipi istrinya.


Nyonya itu pun mangut-mangut mendengar ucapan suaminya. "Aish kau benar sayang, betapa bodohnya aku tidak menyadari hal itu."


Mereka berdua pun terkekeh, Nyonya itu lalu tersenyum dan menarik lengan baju suaminya untuk berbisik, "Kalau begitu aku sudah tidak sabar ingin mencicipi menu andalan di restoran ini, minta mereka pesankan yang banyak untukku ya. Hihihi."

__ADS_1


Suami Nyonya itu menggeleng dan menghela nafas, dia menatap istrinya sambil tersenyum. "Sayang ... Kau ini tidak pernah berubah dari dulu, selalu saja suka makan dan jika ada yang membahas makanan enak, kau selalu saja bersemangat seperti ini. Terkadang aku merasa seperti tidak pernah memberikanmu cukup makan, kau selalu saja kelaparan."


Nyonya terkekeh. "Memang hobiku yang suka makan sayang tapi syukurlah aku tidak gemuk."


"Itulah yang bikin aku bingung sayang, apa kamu cacingan?" Suami Nyonya itu menyindirnya sambil terkekeh.


Nyonya itu seketika mencebik bibirnya lalu menepuk pelan bahu suaminya dan berkata, "Hush kamu kurang ajar sekali! itu bukan cacingan sayang, tapi anugerah."


Mereka terkekeh dan saling menunjukkan kemesraan hingga membuat pasangan lain yang berada disana pun merasa iri jika melihatnya.


***


Akhirnya tibalah ketika kedua keluarga ternama itu bertemu pandang. Mereka berdiri berhadapan dan saling berjabat tangan mengenalkan diri masing-masing.


"Selamat datang Tuan Nael dan Nyonya Caca. Terima kasih karena telah sudi untuk datang memenuhi undangan makan malam sederhana dari kami. Sebelumnya perkenalkan saya adalah Wijaksana, pemilik restoran mewah ini. Dan ini adalah istri saya ...."


"Perkenalkan, saya istrinya Wijaksana ... Berta. Tuan dan Nyonya ... silahkan duduk," ucap Nyonya Berta.


"Terima kasih Tuan Wijaksana dan Nyonya Berta karena telah mengundang keluarga saya untuk dinner disini," balas Tuan Nael dan Nyonya Caca kemudian mereka pun duduk.


"Tidak masalah Tuan, ini hanya hal kecil," balas Tuan Wijaksana.


"Kalau boleh tahu, apa maksud dan tujuan kalian mengundang kami kesini?" tanya Tuan Besar.


"Baiklah," ucap Tuan besar tengah waspada.


***


Tuan dan Nyonya Besar menatap penampilan Tuan Wijaksana dan juga istrinya. Mereka tertegun dengan penampilan keluarga Floren yang begitu glamor, hingga kemampuan telepati Tuan dan Nyonya besar itu tiba-tiba muncul begitu saja.


"Wah sayangku mereka begitu bergaya, apalagi istrinya itu sangat kinclong!" ucap Nyonya besar dalam hati.


"Benar, mereka sangat bergaya. Sudah sayang jangan dipandangi seperti itu. Menurutku mereka sedang menunjukkan sesuatu," balas Tuan besar dalam hati.


"Baiklah."


Telepati itu terputus ketika seorang pelayan mulai menyajikan hidangan pembuka untuk kedua keluarga.


"Silahkan menikmati hidangan pembuka dari restoran kami Tuan dan Nyonya," ucap pelayan itu lalu perlahan berjalan mundur menjauhi meja.

__ADS_1


"Terima kasih," balas Tuan dan Nyonya besar bersamaan.


Sebelum memulai mencicipi hidangan, Nyonya Berta menatap sekeliling. Dia lalu bertanya kepada Nyonya besar, "Kemana putra anda Nyonya, Michael tidak terlihat. Apa dia tidak datang?"


"Hmm ... Sepertinya dia sedikit terlambat, mungkin sebentar lagi dia akan sampai," balas Nyonya besar.


Tak berapa lama Michael pun muncul, dia lalu bergabung bersama kedua keluarga tersebut.


"Perkenalkan Tuan dan Nyonya Berta ini adalah putra ku, Mik---" Nyonya itu segera terdiam ketika melihat ekspresi anaknya yang mengodekan sesuatu, lalu melanjutkan kembali. "Namanya adalah Michael."


Michael mengulum senyum, lalu bersalaman dengan keluarga tersebut.


"Saya Michael Om ... Tante ..."


Orang tua Floren tersenyum memandangi Michael yang tampan.


"Ternyata kau aslinya begitu tampan dan sempurna Michael," ucap Nyonya Berta.


"Terima kasih," balas Michael.


"Oiya Nyonya Berta kalian menunggu siapa lagi?" tanya Nyonya Caca sudah tidak sabar ingin menyantap hidangan diatas meja.


"Kami berdua sedang menunggu putri cantik kami yang masih berada dijalan. Lebih baik kita makan saja dulu ya selagi menunggu dia datang," balas Nyonya Berta.


"Oh jadi kalian memiliki seorang putri cantik?" tanya Nyonya besar.


"Benar! putri kami sedang berkuliah sekarang, dan kebetulan dia teman sekelasnya Michael," jawab Nyonya Berta kemudian melemparkan pandangan nya ke arah Michael sambil tersenyum.


Michael terdiam, dia merasa ada yang aneh dengan semua ini. "Maaf, tapi jika boleh tahu. Siapa nama putrimu Nyonya Berta?" tanya Michael.


"Namanya ---" Nyonya Berta berhenti menjawab lalu tersenyum lebar kepada seseorang yang baru saja datang dan telah berdiri dibelakang Michael.


Michael yang melihat Nyonya Berta tersenyum kepada seseorang yang berada dibelakangnya pun segera menengok. Dirinya lantas terkejut saat melihat wanita yang sudah tidak asing lagi baginya sedang tersenyum manis kepadanya.


Michael segera berdiri dan menatap dingin wanita dihadapannya, raut wajah Michael sedikit kesal apalagi secara bersamaan Nyonya Berta mulai menyebut satu nama itu.


"Floren!"


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2