Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 14. Michael yang basah


__ADS_3

Michael segera menarik dirinya menjauhi Jelita, namun lantai yang licin membuat tangannya tergelincir hingga dirinya terjatuh kembali menimpah Jelita.


"Auw!" jerit Jelita saat Michael kembali menimpah dirinya.


Mereka pun saling bertatapan dan hal itu membuat Jelita berdebar tidak karuan saat dipandangi oleh Michael yang berwajah tampan.


"Dia ternyata sangat tampan," gumam Jelita.


Jelita terdiam namun lamunan nya terhenti saat salah satu siswa senior itu mulai bersuara, "Hei, apa yang kalian lakukan? kalau mau berbuat mesum jangan disini, bermodallah sedikit!"


"Duerr!" seperti ada petir yang menyambar di atas kepala mereka. Wajah mereka pun memerah karena malu, lalu Jelita tertunduk menyembunyikan wajahnya dari pandangan semua orang.


Bukannya membantu Michael yang sedang kesulitan untuk bangun, siswa senior itu malah menyindir mereka dan ada pula yang segera mengabadikan momen tersebut.


"Lihatlah ini, seorang siswa baru berwajah tampan ingin berbuat kotor kepada seorang gadis cleaning service buruk rupa." Mereka lalu menertawai Jelita dan Michael.


"Sudah, lebih baik kita cari toilet yang lain saja dan jangan menggangu mereka yang sedang bermesraan!" ucap salah satu siswa senior itu mengajak teman-temannya untuk pergi.


"Lihat aku sudah merekam adegan tadi, aku akan menyebarkannya ke semua siswa disini. Aku ingin lihat ekspresi para siswa disini saat melihat video itu, pasti bakal heboh satu kampus!" ucap siswa yang merekam kejadian tersebut sambil tertawa.


"Edit dulu dan tambah judul biar lebih mesra di sebelah sininya!"


"Oke, tenang saja." Mereka kemudian bergegas pergi meninggalkan toilet sambil tertawa senang.


***


Kondisi toilet kini kembali sepi, kali ini Michael lebih berhati-hati menapaki lantai yang licin. Dia perlahan menjauhi Jelita dan ketika dirinya telah berhasil berdiri tegap, dia lalu menatap Jelita yang masih berusaha untuk bangun.


"Sial!" umpat Michael dengan kesal dan menatap Jelita dengan raut kebencian.


"Karena dirimu aku dipermalukan seperti ini!" bentak Michael.


Jelita terperanjat kaget, dia menunduk dan tidak berani menatap Michael. Jelita hanya bisa menggerutu dalam hati.


"Hiks ... Ini semua kan karena kesalahannya, lalu kenapa dia malah menyalahkan dan juga membentakku," jawab Jelita dalam hati.

__ADS_1


Jelita kemudian berhasil duduk, lalu membereskan dan mengepel semua lantai yang licin dengan kedua tangannya sambil berjongkok.


Setelah selesai membersihkan lantai tersebut Jelita mulai berdiri, dia mendengar dan menerima setiap ocehan dari Michael kepada dirinya tanpa berani membalasnya.


"Bajuku jadi basah dan kotor, lagi-lagi tekena air bekas cuci lantai. Nasibku selalu sial jika bertemu dengan dirimu!"


"Bajuku juga basah dan kotor, harusnya aku yang marah. Itu semua salahmu!" balas Jelita dalam hati.


Michael membuka almamater kebanggaan kampus tersebut kemudian mengantungnya di dinding berpaku dekat pintu toilet, dan mulai membersihkan dirinya yang kotor karena terkena pembersih lantai.


Kini tubuhnya hanya menyisakan kaos putih polos bodyfit berlengan pendek yang membuat mata Jelita berbinar kagum.


"Dia memang sempurna, pantas banyak siswi yang jatuh hati kepadanya sampai berusaha menjatuhkan dan juga mengusirku hanya agar bisa menjadi pacarnya. Ah ... nasib ... nasib begini kah nasib orang jelek dan miskin seperti ku. Apa bisa orang seperti ku ini mendapatkan cowok seperti dia? Cih jangan mimpi Jelita, itu hanya dongeng!"


Jelita menggeleng lalu meninggalkan Michael yang masih sibuk membersihkan diri di dalam toilet.


***


Tak berapa lama kemudian Michael keluar dari dalam toilet dalam kondisi basah, ternyata dia habis mandi karena merasa dirinya telah kotor setelah bersentuhan dengan Jelita.


Michael keluar dari toilet dan berjalan menuju kelasnya sambil mengerutu sendiri, hingga dirinya melupakan almamater yang masih tergantung rapi di dinding.


***


Sepanjang jalan menuju kelasnya semua siswi di dalam kelas berbeda, memandangi Michael tiada henti. Mereka menjerit histeris, entah apa yang sedang mereka teriakan kepada Michael, hingga seorang dosen pun tidak dianggap di dalam sana.


Michael tersenyum kepada mereka yang memandanginya, dan seketika itu pula para siswi di dalam sana berteriak histeris dan ada juga beberapa siswi yang jatuh pingsan.


"Kenapa dengan mereka?" tanya Michael menjauhi kelas yang gaduh tersebut.


Setibanya di dalam kelas, semua siswa pun menatap Michael tiada henti. Terutama para siswi yang meneguk ludah secara bersamaan.


"Oh My God! M-michael! dia habis apa? kau begitu hot dan sexy sekali. Akh aku ingin pingsan!" teriak Sandra menggigit bibir bagian bawahnya.


Seorang dosen wanita yang berada di dalam pun dibuat gelagapan saat melihat betapa hot dan sexy nya penampilan Michael di kala basah.

__ADS_1


Rambut acak-acakan agak basah, baju putih polos dan ketat setengah basah hingga memperlihatkan sebuah bentuk roti sobek bagian perutnya.


Apalagi saat melihat dada bidang nan kekar milik Michael yang sedang mengambil nafas, membuat dada mereka ikut naik turun mengatur oksigen.


Di tambah lagi dengan celana jeansnya yang basah pada bagian tengah atas, menampakan sekilas bagian dewasanya yang agak menyembul membuat semua siswi merasa kegerahan di dalam sejuknya ruangan ber AC, mereka pun ikut basah karena keringat dingin.


"Sial! bikin gua pengen aja!" celetuk Mika dari kursinya sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Sepertinya besar dan panjang bagaimana rasanya bercinta dengan Mike," celetuk Floren memandangi bagian tengah bawah Michael sesekali menggeliat tidak jelas.


Michael tak bergeming, dia malah mengibaskan dan mengusak rambutnya yang masih basah. Hal tersebut sontak saja membuat dosen dan siswi di dalam sana meneguk ludah secara bersamaan.


"Andai aku masih muda," gumam seorang dosen yang sering dipanggil Bu Rosi.


Mereka kemudian melanjutkan pelajaran, walau dia tahu semua siswa-siswi tersebut tidak fokus belajar karena terus melirik Michael yang berpenampilan acak-acakan namun menggoda. Berbeda dengan mereka, Michael nampaknya tidak memperdulikan hal tersebut. Dia tengah sibuk memandangi keluar jendela dan memikirkan sesuatu.


"Bukannya minta maaf, dia malah kabur begitu saja. Dia sama sekali tidak memandangku, sehabis membereskan video memalukan itu aku akan membereskan mu!"


Tak berselang lama kemudian, Bu Rosi menyudahi pelajarannya. Dia bergegas pergi meninggalkan kelas karena dirinya tak sanggup jika terus melihat Michael.


"Bisa gila aku jika kelamaan di dalam sana, mana suamiku belum pulang dari luar kota. Ya Tuhan, kuatkan lah hambamu ini!"


………………………………………………………………………………


Di Rumah Jelita.


Jelita telah sampai di rumahnya, dia bergegas mengganti pakaian karena kotor dan basah akibat kejadian tadi.


Dia termenung memikirkan sesuatu. "Aku baru ingat ada siswa yang merekam kejadian tadi, apa jadinya jika video tersebut benar-benar mereka sebar? apa yang harus aku jawab kepada pihak kampus dan juga semua orang? Hiks ... bagaimana dengan nasibku nanti dan apa yang akan mereka lakukan kepadaku setelah melihat rekaman video itu?" tanya Jelita penuh kecemasan.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2