
Keesokan harinya.
Suasana hiruk pikuk terlihat di dalam sebuah gedung utama kampus, semua pengurus yang bekerja disana sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara penyambutan mahasiswa baru yang akan di mulai pada pukul 10 pagi.
Seluruh petugas kebersihan dari gedung A sampai dengan gedung D termasuk Jelita harus bersiap berpartisipasi dalam membantu panitia penyelenggara acara, jika suatu saat tenaga mereka diperlukan demi kelancaran acara penyambutan tersebut.
Mereka dengan penuh semangat mengerjakan tugas masing-masing, sesekali bersenda gurau sesama pekerja lainnya. Namun bukan semangat seperti biasanya, melainkan karena suatu hal. Dan saat mengerjakan tugasnya, Jelita mendengar perbincangan dari salah satu petugas kebersihan mengenai sesuatu.
"Hei apa kalian semua tahu, tadi saat aku bersih-bersih tidak sengaja mendengar ucapan dari ketua panitia penyelenggara kalau acara penyambutan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya loh," ucap petugas kebersihan dari gedung A bernama Anita.
"Masa, bukannya setiap tahun selalu sama?" tanya petugas kebersihan dari gedung D bernama Dina.
"Benar, aku juga mendengar dari pengurus lainnya kalau tahun ini akan kedatangan tamu penting dan terhormat di Negeri ini, dia adalah Nyonya dan Tuan Besar keluarga Chandra Putra," ucap Petugas kebersihan dari gedung C bernama Cesi menimpali ucapan Anita.
Mendengar berita tersebut sontak membuat petugas yang lain terkejut dan histeris, mengingat Tuan dan Nyonya Besar Chandra Putra adalah orang yang paling dikagumi dan dihormati di Negeri ini.
"Dari berita yang ku dengar mereka bukan hanya kaya raya saja, tetapi wajahnya yang sangat rupawan dan juga berhati baik. Memiliki perusahaan besar dan yang membuat mereka dikagumi adalah aksi amal sosial yang telah mereka lakukan. Mereka mempunyai beberapa panti asuhan dan juga panti jompo yang tersebar di berbagai daerah, bahkan punya anak asuh yang jumlahnya tidak main-main." Cesi menimpali kembali.
Semua petugas tersebut langsung tercengang dan seketika mulut mereka mengangga lebar saat mendengar penjelasan tersebut namun berbeda dengan Jelita, dia mendadak murung dan terlintas kembali dalam pikirannya tentang kejadian kemarin. Betapa menyakitkannya ucapan petugas keamanan dari keluarga tersebut.
"Apa benar mereka seperti itu, atau mereka hanya pencitraan saja agar disegani dan dihormati oleh orang banyak," batin Jelita.
Jelita kembali melanjutkan pekerjaannya, dan tidak menghiraukan percakapan tersebut. Dia hanya memikirkan bagaimana keadaan Ibunya saat ini dan juga pekerjaan tambahan yang akan dia cari nanti.
***
Sementara itu perbincangan dari para petugas kebersihan tersebut masih berlanjut, dengan tangan dan kaki mereka yang masih bekerja diiringi rasa penasaran yang begitu tinggi, mereka pun melanjutkan kembali percakapan tersebut.
"Dan satu lagi berita yang paling mengejutkan adalah putra dari Nyonya dan Tuan Besar itu akan berkuliah disini. Ada yang bilang kalau putra mereka itu sangatlah tampan," ucap Anita dengan mata berbinar.
__ADS_1
Suasana kembali heboh akibat berita kedatangan putra dari keluarga ternama tersebut, mereka bersorak sorai seperti akan kedatangan seorang pangeran tampan dari negeri dongeng.
"Apa itu benar! aku jadi tidak sabar ingin segera melihatnya!" ucap mereka secara bersamaan sambil mengungkapkan kegembiraan.
"Benar, tapi ada satu lagi berita lain. Katanya kedatangan Nyonya itu selain menjadi tamu kehormatan, dia juga ingin bertemu dengan seseorang yang menolong putranya. Selain itu dia juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf secara langsung kepada orang tersebut. Nah, menurut kalian siapa orang yang pernah menolong putranya itu dan Nyonya ingin minta maaf kepada siapa?" tanya Anita lalu mereka semua bertanya-tanya karena tidak mengetahui jawabannya.
Mendengar hal tersebut, Jelita menghentikan sejenak pekerjaannya. Dalam batinnya bertanya-tanya siapa orang yang ingin ditemui oleh Nyonya besar tersebut, apakah orang itu adalah dirinya?
Jelita menggeleng sambil tersenyum pahit lalu berucap pelan, "Mana mungkin orang hebat itu ingin bertemu denganku, Jelita ... kamu jangan terlalu banyak berkhayal."
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.45 WIB, semua telah siap dan tidak berapa lama lagi maka acara tersebut akan segers di mulai.
Semua panitia yang terdiri dari mahasiswa senior dan juga pihak kampus telah berbaris rapi. Mereka menyambut kedatangan para mahasiswa baru dan juga orang tua mereka masing-masing yang telah diundang sebelumnya, lalu memandu mereka menuju aula dimana acara tersebut akan berlangsung.
Semua pekerja dan juga mahasiswa senior sangat antusias menyambut adik kelas mereka, mengingat semua mahasiswa maupun mahasiswi yang belajar disana adalah mereka yang berasal dari orang-orang kaya dan juga pejabat penting.
Tetapi semua yang hadir disana tidak lah seberapa hebat jika dibandingkan dengan keluarga satu ini. Yah! mereka adalah keluarga Chandra Putra.
Keluarga kaya raya ini yang diundang sebagai tamu kehormatan kampus tersebut, bahkan semua pengusaha kaya disana adalah para pemimpin perusahaan yang bekerja dibawah kepemimpinan perusahaan Chandra Putra.
Tak hayal mereka pun begitu hormat kepada keluarga satu ini. Mereka hingga menyebut pemilik perusahaan Chandra Putra dengan sebutan Bos Besar atau Tuan Besar dan mereka semua menantikan keluarga tersebut untuk datang.
***
Tak berselang lama sebuah mobil mewah yang hanya ada tiga di dunia telah terhenti di depan sebuah gedung, dimana sebuah karpet berwarna merah terbujur memanjang mengikuti arah jalan pintu masuk utama.
Tidak lupa para asiten dan orang kepercayaan beserta pengawal pribadi berkeliling di sekitar keluarga Chandra Putra. Mereka mengawal untuk memastikan agar keluarga itu selalu aman.
__ADS_1
Semua mata tertuju ke arah mobil mewah dihadapan mereka, terutama mereka yang penasaran dengan anggota keluarga ternama tersebut.
Namun tidak dengan Jelita yang berada di baris belakang karena seorang cleaning service baru, wanita ini hanya menunduk karena tidak berani menatap para keluarga kaya tersebut.
Suara gemuruh terjadi ketika pintu mobil tersebut terbuka, dan tak lama kemudian Tuan dan Nyonya besar menapaki kaki turun dari mobil.
"Akh itu Nyonya Caca dan juga Tuan Nael!"
"Wah benar! mereka sungguh pasangan yang serasi dan mereka tidak berubah masih seperti muda dulu, begitu cantik dan juga sangat tampan!"
"Mereka sangat berkharisma dan juga berkelas!"
Semua histeris dan membicarakan penampilan juga rupa dari Nyonya dan Tuan besar tersebut. Namun kegaduhan itu belum usai karena mereka masih menantikan seseorang.
"Ah lihat itu putra mereka!" teriak salah satu mahasiswi senior menunjuk pemuda tampan yang baru turun dari mobil.
"Dia tampan sekali!"
"Arkh aku mau pingsan!"
"Ya ampun mataku terasa silau!"
"Sayang kita putus dulu ya, aku mau selingkuh dengan pria itu!"
Semua wanita berteriak histeris, membuat Jelita seketika menoleh dan memandangi pria tersebut dan berkata, "Itu benar dia! Pria itu ... ucapan nya yang kasar kepadaku kemarin." Jelita menghela nafas, kemudian memilih pergi dan menjauh dari kerumunan tersebut.
.
.
__ADS_1
Bersambung.