
Malam hari pun telah tiba, acara resepsi pernikahan Wiliam dan Jelita akan segera di adakan. Semua tamu undangan turut hadir untuk meramaikan pesta pernikahan tersebut.
Semua tamu berbagai kalangan telah hadir, dari pengusaha kaya, orang-orang terhormat lagi terpandang, sanak saudara beserta keluarga dan juga teman-teman sebaya mereka.
Namun ada satu tamu yang hanya berdiri saja di depan pintu masuk ballroom, sambil memandangi foto kanvas berukuran besar terpasang jelas di muka pintu.
Dialah Michael, nampaknya pria tersebut masih berat untuk melepaskan Jelita, yang sudah melangkah maju menatap masa depan bersama dengan pria lain.
Dirasa cukup memandangi foto-foto diluar sana, Clara menggandeng lembut tangan Michael dan mengajaknya untuk masuk ke dalam ruangan. "Michael, ayo kita masuk!" ajaknya.
"Baiklah," balas Michael menggangguk.
Mereka berdua masuk sambil memandangi dekorasi indah dan menawan disetiap sudut ruangan tersebut, lalu mencari tempat sesuai dengan nama mereka pada meja tamu.
MC telah memulai acara dan tak lama setelah itu kedua pengantin telah menampakkan wujudnya. Semua orang terpana, karena keserasian dari keduanya.
Michael terpaku ketika menatap Jelita dari kejauhan, berjalan beriringan dengan Wiliam hingga ke depan kursi pelaminan.
Seluruh tamu bertepuk tangan dengan begitu semangatnya, tapi tidak dengan Michael. Dia hanya melihat dan melihat terus tanpa mau melepas pandangannya begitu saja dari Jelita.
"Kau telah menikah dengannya," lamunan Michael terhenti saat seseorang menepuk pundaknya dengan keras.
"Mike!" seru Jason yang ternyata merupakan salah satu undangan di pernikahan Jelita.
Nampaknya teman serasa kakak kandung itu berhasil membuat Michael tersenyum kembali.
"Jason!" seru Michael lalu memeluk Jason untuk melepas rindu setelah lama tidak berjumpa.
"Mike, sadarlah! Jelita sudah menikah dengan pria lain. Lepaskan lah dia, maka dengan begitu kalian berdua bisa bahagia dengan pendamping masing-masing. Kau juga sudah punya Clara, sekarang lihatlah baik-baik gadis cantik milikmu itu."
"Dia begitu baik dan setia menemanimu. Jika kau tidak memperhatikan dia, jangan salahkan pria lain akan mengambilnya suatu hari nanti," ucap Jason memalingkan wajah Michael dari Jelita.
Michael berganti memandangi Clara yang sedang asyik mencicipi hidangan lezat sendirian. Ucapan Jason lantas membuat Michael tersadar.
"Cepatlah temani dia, jangan sampai dia menunggumu terlalu lama," Jason mendorong Michael agar segera menemani Clara yang tengah sendirian.
"Kau benar Jason, kenapa aku menyia-nyiakan wanita sebaik itu," balas Michael lalu berdiri dan bergegas menghampiri Clara.
Sesampainya di hadapan Clara, Michael tersenyum dan mengajak wanita itu untuk duduk bersamanya.
"Maaf aku selalu saja menghiraukan keberadaanmu, kali ini aku berjanji tidak akan melepaskanmu lagi dari pandanganku," ucap Michael.
Sedangkan Clara hanya mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali, merasa bingung dengan tingkah laku Michael yang mendadak berubah kepadanya.
__ADS_1
Tapi apapun itu Clara sangat menyukai perhatian yang diberikan oleh Michael kepadanya dan gadis itu sangat yakin jika Michael akan menerima ia sepenuhnya dalam waktu dekat ini.
...***...
Setelah menjalani ritual resepsi pernikahan yang memakan waktu hampir dua jam lamanya, akhirnya tibalah mereka di penghujung acara.
Wiliam dan Jelita saling menyatukan kedua tangan sambil memegang bunga pengantin untuk dilemparkan kepada sekerumunan wanita jomblo di belakang mereka.
Acara tersebut disambut antusias dan tak jarang mereka meyakini, jika ada yang berhasil mendapatkan bunga tersebut. Niscaya orang itu akan menikah dalam waktu dekat.
MC memulai acara tersebut dan pengantin melemparkan bunganya.
Sorak kegembiraan terdengar disana, karena seorang gadis cantik telah beruntung dan menjadi pemenang karena telah mendapat bunga tangan dari pengantin.
Dia adalah Clara, yang tidak tahu menahu. Jika bunga tangan pengantin tahu-tahu sudah mendarat cantik di kedua tangannya.
Wanita itu hanya terpaku dan terkejut bukan main, seperti mendapatkan jackpot yang sungguh besar. Bagaimana tidak, karena pria yang tidak lain dan tidak bukan ialah Michael datang sendiri menghampiri dirinya dan mengambil bunga tersebut dari tangannya.
Michael memberikan bunga itu secara langsung kepada Clara.
"Clara, bersedia kau menikah denganku?" tawaran Michael membuat semua orang berseru senang. Terlebih kedua keluarga mereka yang turut bahagia saat melihat kejadian tersebut.
Clara menutup mulutnya dan terbelalak seakan tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh Michael kepada dirinya.
"Terima kasih karena telah bersamaku, aku berjanji tidak akan menyia-nyiakanmu selama hidupku," bisik Michael di telinga Clara.
Sedangkan Clara hanya bisa menangis di dalam pelukan Michael tanpa bisa berkata-kata lagi.
Tepuk tangan di dalam ruangan itu kembali bergemuruh, ketika melihat Michael akhirnya berani mencium Clara di depan banyak orang.
Sementara itu perasaan sedih bercampur senang melanda sang pengantin wanita diatas pelaminan sana. Dia ikut menangis bahagia, ketika melihat Michael akhirnya menemukan cinta sejati.
Wiliam segera merangkul dan mendekap Jelita ke dalam pelukannya. "Apa kau senang melihat mereka akhirnya bersama?"
Jelita mengangguk, setidaknya dia benar-benar merasa lega karena Michael akhirnya mau melangkah maju menatap masa depan walau itu bukan bersama dengan dirinya.
Sedangkan di sisi lain, ada beberapa orang yang tidak menyukai kedua pasangan itu bahagia.
Dia adalah Floren dan juga Ayu yang hadir sebagai tamu undangan di pernikahan Jelita.
Floren mengepal erat kedua tangannya, ketika harus melihat adegan ciuman Michael dengan Clara tepat di depan mata kepalanya sendiri.
Sedangkan Ayu merasa kesal dengan keberuntungan Jelita, karena telah berhasil menjadi istri dari Wiliam, pria yang ia cintai pada pandangan pertama.
__ADS_1
.
.
Bersambung.
...----------------...
Iklan sejenak.
Ini adalah percakapan antara penulis dan juga pasangan pengantin yang baru saja resmi menikah atau bisa di bilang wawancara eksklusif.
Author : Wil, bagaimana rasanya menjadi seorang pengantin baru?
Wiliam : Sudah pasti senang.
Author : Hm begitu, lalu setelah ini apa yang akan kalian lakukan.
Wiliam : Sudah pasti bikin anak, kau pikir mau apalagi hem?
Author : (Mulai berkeringat dingin) Wiliam, apakah boleh saat malam pertama nanti, penulis receh ini menjelaskan kepada para pembaca sekalian. Bagaimana hebatnya kamu dalam meng unboxing Jelita.
Jelita : (Tiba-tiba mendobrak pintu) Apa-apan ini! Wiliam jangan ijinin di penulis kurang kerjaan ini mengekspos malam pertama kita!
Author : (Menelan ludah dan meraup keringat) maaf Nyonya, tapi ini saya hanya sekedar bertanya saja kepada Tuan besar.
Jelita : Tidak boleh! Pokoknya tidak boleh (melotot ke arah penulis).
Wiliam : (Menyeringai) tulis saja thor tidak apa, kalau perlu yang hot sekalian.
Jelita : (Terbelalak dan memukul dada Wiliam) Wil, apa kau sudah gila! Itu rahasia pribadi kita!
Wiliam : Peduli amat, biarkan dia pusing saat melihat adegan kita nanti (Wiliam menggendong Jelita masuk ke dalam kamar) ayo tulis semua yang kau lihat ini hei penulis receh.
Jelita : Wiliam!
Author : (Menelan ludahnya kasar) dia benar-benar gila. (Mengambil pulpen dan juga buku sekalian kamera untuk merekam jika punya)
...***...
Hai-hai, akhirnya Wiliam dan Jelita telah resmi menikah. Tadi sudah wawancara dengan Wiliam katanya boleh di tulis, silahkan saja untuk bab selanjutnya adegan malam pertama mereka.
Tapi, jika boleh minta saran, untuk di bab selanjutnya perlu tidak ya kita bongkar kehangatan mereka di malam pertama??
__ADS_1
Jangan lupa like, komen gift dan kasih hadiah serta taburan bintang nya ya, untuk penyemangat dan memperbesar nyali author receh ini untuk tulis bab selanjutnya.