
Mansion Chandra Putra.
Kepanikan terjadi di dalam rumah mewah Chandra Putra, semua para pekerja berkumpul dan mereka semua terlihat sangat cemas.
Terutama Bi Sari, kepala pelayan rumah tersebut, karena dia telah diberi tanggung jawab oleh nyonya besar untuk mengawasi Jelita.
"Ini sudah mau sore, tapi Non Jelita belum pulang. Apa kalian ada yang tahu dia kemana?" tanya Bi Sari kepada semua maid di dalam rumah tersebut.
Semua maid pun menggeleng. "Tidak tahu Bibi," jawab mereka bersamaan.
"Apa Non Jelita ada bilang sesuatu kepada salah satu dari kalian?" tanyanya kembali.
"Tidak Bi," jawab mereka.
"Coba hubungi sekolahnya Bi, takut ada pelajaran tambahan atau ekstrakulikuler di sekolahnya," ucap Suster Desi yang baru saja datang memberi saran.
Bi Sari mengangguk, kemudian menghubungi kepala sekolah Jelita dan dia begitu khawatir saat mengetahui jika gadis itu ternyata sudah pulang dari sekolah sejak tadi siang.
"Non Jelita tidak ada di sekolah, kata bu Nining dia sudah pulang. Bibi bingung dia sebenarnya ada dimana dan pergi kemana, sama siapa," ucap Bi Sari dia begitu mencemaskan Jelita.
"Apa Bibi sudah hubungi nomor teleponnya?" tanya suster Desi.
"Tadi satu jam yang lalu, Bibi sudah telepon Non Jelita tapi tidak di angkat-angkat," balasnya.
"Coba Desi telepon dia," ucap Suster Desi, dia mencoba menghubungi Jelita lewat selulernya.
Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi atau sedang tidak aktif, cobalah untuk beberapa saat lagi.
"Bagaimana Des?" tanya Bi Sari menunggu kabar.
Suster Desi menghelas nafas. "Nomor Jelita tidak aktif Bi," balasnya.
Semua terlihat syok dan timbul kecemasan pada raut wajah mereka, takut terjadi hal buruk yang menimpah pada anak asuh majikannya.
...***...
Tak berapa lama kemudian, Michael baru sampai ke rumah sepulang dari kuliah. Dia begitu bingung dan bertanya-tanya. "Mereka sedang membicarakan apa ramai-ramai seperti itu," gumam nya. Kemudian menghampiri kerumunan tersebut untuk menjawab rasa penasarannya.
"Ada apa ini, kenapa semua berkumpul disini Bi? Ada suster Desi juga, apa terjadi sesuatu dengan ibu Maria?" tanya Michael.
"Ibu Maria baik Tuan ..." Bi Sari menghentikan perkataannya karena takut jika Michael akan pergi mencari Jelita.
__ADS_1
"Ada apa Bibi, bicaralah!" desak Michael, melihat semua orang menundukkan kepala.
"Hm ... Begini, Non Jelita ..." ucap Bi Sari ragu-ragu.
"Kenapa, ada apa dengan dia. Sekarang dimana Jelita Bi?" serobot Michael, dia melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan wanita yang dia cari.
"Jelita belum pulang ke rumah," balas suster Desi.
Michael menautkan kedua alisnya. "Belum pulang? Tumben sekali, apa mungkin dia sedang ada kegiatan di sekolah?" tanyanya.
"Itu lah masalahnya Tuan, tadi Bibi sudah hubungi kepala sekolahnya non Jelita, tapi dia bilang kalau non Jelita tidak ada di sekolah, dia sudah pulang sejak tadi," balas Bi Sari.
"Coba hubungi nomor dia," saran Michael.
"Sudah Tuan, ini baru saja saya telepon Jelita. Tapi nomornya tidak bisa dihubungi," balas Suster Desi.
Michael berpikir tentang kemana perginya Jelita, dia menjadi gelisah ketika teringat seseorang.
Seorang pria yang pernah membawa pergi Jelita secara paksa kemarin pagi. "Apa jangan-jangan pria itu," gumam Michael. "Sial!" umpatnya kesal.
"Bibi ... Pria itu, pria berandal yang datang kesini kemarin malam, apa dia mengatakan sesuatu? Apa dia mengatakan hal yang mengancam atau lain sebagainya kepada Jelita?" tanya Michael dia begitu yakin jika Wiliam lah di balik hilangnya Jelita.
Bi Sari pun mengingat pria yang datang kemarin malam dan mencoba mengingat perkataan yang dikatakan oleh pria tersebut.
"Iya ada Tuan, dia ada titip pesan juga untuk Non Jelita," balas Bi Sari.
"Apa itu Bi? Coba katakan padaku," tanya Michael penasaran.
"Dia bilang ucapannya serius dan Non Jelita harus tanggung jawab karena telah melanggar janjinya. Itu saja yang saya ingat dan selebihnya saya sudah lupa Tuan," balas Bi Sari.
Michael berdecak kesal dan dia sangat yakin jika ini semua ada hubungannya dengan pria berandal itu. "Tidak salah lagi pasti pria berandal itu yang membawa Jelita."
Michael menyugar rambutnya, lalu tanpa istirahat lagi dia langsung pergi untuk mencari Jelita.
"Aku akan mencari pria itu dan membawa Jelita pulang," ucap Michael berjalan dengan tergesa.
Semua pun melarang. "Tuan Michael anda mau pergi kemana!" seru semua maid disana.
"Lepaskan, aku harus mencari Jelita!" Michael menepis semua tangan yang berusaha menghalangi dirinya untuk pergi.
"Jangan Tuan Muda, Non Jelita pasti pulang." Bi Sari menenangkan tuan mudanya agar tidak terbawa emosi sebelum mendapat kabar yang pasti.
__ADS_1
Michael mengeram, dia terlihat tidak sabar ingin pergi. "Bibi, aku harus segera pergi dan mencarinya, aku juga harus membawa Jelita kembali pulang. Jika tidak, pria berandal itu pasti akan menyakitinya atau melakukan hal buruk lainnya." Michael melangkah kembali.
"Jangan Tuan, kita tidak tahu jika Jelita benar-benar dibawa oleh pria itu atau tidak Tuan. Anda tidak boleh gegabah, lagi pula anda ingin mencarinya kemana, kita juga tidak tahu kalau pria itu tinggal dimana," ucap suster Desi menenangkan.
"Tidak ... Aku akan ke kantor polisi untuk membuat laporan orang hilang terlebih dahulu baru mencarinya, dan kalian tolong jagalah ibu Maria. Jangan sampai ibu Maria mengetahui hal ini."
"Tuan jangan kemana-mana, kita perintahkan saja mata-mata kita untuk mencari Jelita," ucap suster Desi.
Michael menggeleng. "Tidak ... Aku harus mencarinya dan sebelum aku menemukan Jelita, aku tidak akan pulang ke rumah," ucap Michael menggebu kemudian pergi dengan harapan bisa menemukan Jelita dan membawanya pulang kembali ke rumah.
"Tuan Muda!" seru semua maid disana.
Bi Sari merasa cemas dan khawatir, takut terjadi apa-apa kepada tuan mudanya. Diapun meminta beberapa para pengawal pribadi rumah itu untuk ikut melindungi Michael dalam melakukan pencarian terhadap Jelita.
Tidak lupa Bi Sari juga menghubungi seseorang untuk menemani Michael ke kantor polisi.
"Maaf Nak Jason, Bibi minta tolong ... Tolong kamu temani tuan muda di kantor polisi," pinta Bibi melalui telepon.
Jason yang tidak tahu menahu pun mengira kalau Michael telah melakukan tindak kriminal. "Apa Michael melakukan kejahatan Bi?" tanyanya mulai panik.
"Tidak Nak Jason, dia ingin membuat laporan ke kantor polisi tentang orang hilang," balas Bi Sari.
"Siapa yang hilang Bi?" tanya Jason.
"Non Jelita," jawab Bi Sari.
Jason mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan dari Bi Sari, dengan cepat pria dewasa itu segera menyusul Michael pergi ke kantor polisi dan menjaga anak ibu asuhnya itu agar tidak melakukan hal bodoh karena emosi.
"Apa yang harus kita lakukan Bibi?" tanya suster Desi saat keadaan semakin mengkhawatirkan.
"Kita hanya bisa berdoa supaya Non Jelita bisa ketemu dan dia dalam keadaan baik-baik saja. Semoga mereka bisa membawa pulang Non Jelita dengan selamat. Kita tidak boleh beritahu hal ini kepada ibu Maria, karena takut kesehatan beliau akan menurun," balas Bi Sari dan meminta kepada semuanya untuk merahasiakan tentang hal tersebut kepada ibu maria sebelum mendapat kepastian tentang keberadaan Jelita.
...***...
Michael mengendarai motor besarnya, dia memakai helm dan segera memacu gas di kecepatan tertinggi, berharap bisa segera menemukan Jelita dan berharap tidak terjadi hal buruk kepada cintanya itu.
"Aku akan mencarimu Jelita," gumam Michael lalu melaju kencang membelah padatnya jalanan ibu kota.
.
.
__ADS_1
Bersambung.