Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu
Bab 18. Ancaman Floren.


__ADS_3

Sore harinya.


Jam kerja Jelita telah berakhir, diapun merapihkan peralatan kebersihan sebelum pulang dan seperti biasa dia menyimpan peralatan tersebut ke dalam gudang penyimpanan barang yang berada di sebelah toilet.


"Semua sudah rapi, tinggal pulang. Bersyukur hari bisa pulang cepat," ucap Jelita sambil menutup pintu gudang kecil tersebut.


"Blam!"


Jelita menutup pintu gudang lalu menggeser kunci slot besar yang berada di depannya dengan cepat.


Saat berbalik badan, Jelita dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Dia menghampiri Jelita dengan raut wajah kesal dan sesampainya mereka bertemu pandang, Floren tanpa basa basi menarik kerah baju Jelita.


Floren terus menatap tajam seperti binatang buas lalu mulai berucap kasar, "Heh gembel, dasar cewek buruk rupa. Trik apa yang kamu pakai untuk menghasut Mike hem? kau pasti telah meracuni pikirannya untuk membenci teman sekelasnya bukan, jawab!" bentak Floren lalu menghempaskan tubuh Jelita hingga menabrak dinding.


"Brug!"


"Auw!"


Jelita meringis, dia sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan Floren.


"A-apa maksudnya Kak?"


"Jangan belagak tidak tahu, kau pasti mengadu yang bukan-bukan kepada Mike tentang kami kan?" Floren kembali menarik baju Jelita.


Jelita menggeleng. "T-tidak, aku tidak mengatakan apapun kepada Tuan."


Floren mendengus kesal dan tidak percaya dengan jawaban dari Jelita, "Huh, masih tidak mau mengaku. Orang miskin sepertimu bisa apa kalau bukannya mengemis dan menjual diri kepada pria kaya."


"Aku bukan pengemis dan aku juga tidak menjual diri kepada siapapun. Aku benar-benar tidak mengatakan apapun kepada Tuan," balas Jelita mencoba melepaskan cengkraman tangan Floren.


Floren masih tidak senang, dia menatap baju Jelita pada bagian bahunya yang sobek, lalu tanpa segan dia mencabiknya dengan kasar. Alhasil baju itu pun mengangga lebar hingga ke bagian dada.

__ADS_1


Jelita seketika menjerit, "Akh tolong jangan! kenapa kau melakukan ini kepadaku, percayalah aku tidak melakukan apapun!" ucap Jelita sambil menutupi bagian dadanya yang terlihat dengan kedua tangan.


"Masih tidak mau mengaku, kau pasti telah memberikan tubuh murah mu itu kepada Mike, agar kau bisa meminta sesuatu sebagai gantinya kepada Mike!" Floren kemudian mengangkat tinggi satu lengannya ingin menampar wajah Jelita.


"Jangan!" pekik Jelita sambil mengangkat kedua bahu dan memejamkan kedua matanya.


Namun sebelum sebuah tamparan itu berhasil mendarat ke wajah Jelita, sesosok tangan dengan cepat menahan pukulan keras tersebut.


Floren lalu dengan cepat menoleh dan dirinya terkejut saat Michael telah menggenggam tangannya dengan erat dan menatap gusar dirinya.


"Apa yang kau lakukan Flo, apa kau sudah gila!" ucap Michael kemudian menarik tangan Floren menjauh dari wajah Jelita.


"Lepas Mike! apa dia yang sudah menghasut dirimu agar semua orang berhenti membencinya, dengan memberikan tubuh kotornya ini kepadamu dan meminta imbalan agar kau tidak jadi mengusirnya dari sini!" bentak Floren.


Michael mengernyitkan dahinya, dia tidak mengerti dengan cara berpikir Floren yang sempit.


"Aku tidak menyangka jika kau punya pikiran kotor seperti itu, apa kau pikir aku dan dia telah melakukan hal menjijikkan hanya karena sebuah video yang tidak benar!"


Jelita menggeleng dengan cepat. "Tidak! kami tidak pernah melakukan hal itu," ucap Jelita lirih lalu berlari cepat meninggalkan Floren dan Michael sambil menutupi tubuhnya yang sedikit terbuka.


"Hei tunggu jangan pergi!" panggil Michael kemudian menangkap pergelangan tangan Jelita dengan cepat dan seketika itu pula Jelita berhenti berlari.


"Cih, sudah ku duga, wanita ini pasti punya trik khusus untuk menarik perhatian pria," ucap Floren berdecak kesal.


Jelita menghela nafas, tanpa berbalik badan dan dengan tangan yang masih menutupi dadanya dia berkata, "Maaf Tuan, tolong lepaskan tangan ku yang kotor ini. Lebih baik kalian membiarkan aku pergi, aku tidak ingin mengganggu hubungan kalian berdua. Tolong jangan libatkan aku, aku disini hanya ingin bekerja dengan tenang."


Michael mengulurkan tangan kanannya dan memberikan sesuatu untuk Jelita kenakan. "Aku tidak ada hubungan apapun dengannya, dia juga bukan kekasihku. Apa kau ingin berjalan seperti itu dan membiarkan orang lain melihatnya? jangan takut, aku hanya ingin memberikan ini kepadamu sebelum kau pergi jadi tolong pakailah untuk menutupi tubuhmu!" ucap Michael memberikan almamaternya kepada Jelita dan memalingkan muka.


"Ah dia benar, bagaimana bisa aku pulang dengan pakaian seperti ini, apa kata orang nanti dan bagaimana perasaan ibu. Pasti dia sangat sedih melihat kondisiku yang seperti ini," gumam Jelita.


Jelita menatap almamater tersebut lalu melihat Floren yang sudah menatap bengis dirinya. "Tidak perlu Tuan, aku tidak membutuhkannya. Jas kuliah punya mu ini berharga mahal, jika kotor atau rusak maka aku tidak akan sanggup menggantinya," balas Jelita menggelengkan kepalanya berkali-kali dengan cepat dan menolak pemberian Michael.

__ADS_1


Michael menghela nafas dia mengerti dengan keadaan Jelita yang tertekan. "Kau tidak perlu cemas, ini hanyalah sebuah benda. Jika rusak aku bisa membelinya lagi dengan yang baru, tapi aku tidak bisa membiarkan seorang wanita berjalan dengan kondisi berantakan seperti itu."


Michael dengan segera menyelimuti tubuh Jelita dengan almamater miliknya, hal tersebut sontak saja membuat dirinya diam membeku saat menerima perlakuan hangat dari Michael.


"T-terima kasih Tuan, secepatnya akan aku kembalikan," ucap Jelita lalu bergegas pergi meninggalkan Michael dan Floren berdua.


"Prok!"


"Prok!"


"Prok!"


Floren bertepuk tangan dan tersenyum sinis ketika melihat adegan tersebut. "Wah ... kau romantis sekali Michael, tidak disangka selera mu sungguh rendah."


Michael tak bergeming, dia lebih memilih pergi meninggalkan Floren.


"Mike, apa kau mulai menyukai si gembel itu? apa dia sangat hebat saat melakukan hal itu kepadamu?" tanya Floren menyindir Michael.


Michael berbalik kemudian menatap Floren dengan penuh keheranan. "Kenapa kau selalu mengucapkan kata yang sama berulang kali, dan berapa kali harus aku katakan jika aku dan dia tidak melakukan hal kotor."


Michael menghampiri Floren lalu menatapnya dengan tajam. "Ingatlah Flo kau tidak berhak mengurusi diriku atau ikut campur dengan urusan pribadiku. Kita sama sekali tidak mempunyai hubungan khusus atau hubungan istimewa lainnya, jadi aku sarankan agar kau tidak ikut campur dengan apapun yang berkaitan denganku. Aku mau peduli dengan siapapun itu bukan lah urusanmu!" ucap Michael kemudian pergi meninggalkan Floren.


Floren berdecak kesal. "Aku memang tidak ada hubungan apapun dengan mu Mike, tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu dan tidak akan membiarkan kau dimiliki oleh siapapun selain diriku. Aku juga akan membuat perhitungan kepada si Jelek itu dan tidak akan membiarkan dia bekerja disini dengan tenang!" teriak Floren agar ucapannya terdengar oleh Michael.


Michael terus berjalan dan menghadapi ancaman Floren dengan tenang, "Terima kasih karena sudah memperlihatkan wajah aslimu di depanku!" balas Michael lalu terus berjalan hingga menghilang dari pandangan Floren.


"Lihat saja Mike, cepat atau lambat aku akan membuat kau bertekut lutut dihadapanku," gumam Floren lalu pergi dari tempat tersebut.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2