
"Floren!" ucap Michael dan Nyonya Berta bersamaan.
"Mami ...."
Floren mengulum senyum lalu berjalan perlahan menghampiri Maminya. Namun saat berjalan melewati Michael, Floren sengaja membenturkan bahunya ke tubuh pria tampan itu. Mencari cara agar dirinya hilang keseimbangan dan pada akhirnya dia berhasil terhempas ingin jatuh.
"Floren!" pekik Nyonya Berta dan yang lain bersamaan.
Namun karena refleks Michael yang sangat bagus, kedua tangannya itu dengan cepat meraih pinggang dan juga salah satu pergelangan tangan Floren. Michael yang cekatan berhasil menahan tubuh Floren agar tidak terjatuh dengan sedikit dekapan lembut.
Kejadian cepat tersebut membuat mereka terdiam sejenak, Michael dan Floren saling menatap satu sama lain. Namun saat Floren tersenyum tipis kepadanya, dengan segera Michael melepaskan dekapannya itu.
Semua yang melihat menghela nafas lega dan bersyukur karena Floren tidak jadi terjatuh ke lantai karena pertolongan cepat dari Michael.
"Terima kasih Mike, jika tidak di tolong oleh mu mungkin aku sudah tersungkur tadi," ucap Floren sambil menepuk dadanya pelan dan menghela nafas.
"Benar Michael terima kasih karena telah menyelamatkan putri kesayangan kami," ucap Nyonya Berta menimpali sambil memandangi seluruh tubuh anaknya takut ada yang terluka.
"Sama-sama Tante, tidak perlu sungkan."
"Ya sudah mari kita lanjutkan kembali makan malam ini, Michael kau juga silahkan duduk kembali," ucap Tuan Wijaksana.
"Baik Om ...."
Michael kembali duduk, begitu juga dengan Floren. Kini mereka duduk saling berhadapan, bersama saling melempar senyuman dengan maksud tersembunyi.
"Ini hanya awal permulaan Mike, kau akan mendapat banyak kejutan setelah ini," gumam Floren.
"Kau sengaja menabrakku dan berpura-pura terjatuh dihadapan semua orang untuk menarik simpatiku. Ku akui kemampuan aktingmu sungguh bagus Flo, aku memang belum tahu apa maksud mu melakukan itu semua. Tapi satu hal yang pasti aku tidak akan menuruti kemauanmu begitu saja," gumam Michael dalam hati.
***
Tak berapa lama kemudian, acara makan malam tersebut dilanjutkan kembali dan tidak lupa Nyonya Berta memperkenalkan putrinya kepada orang tua Michael.
"Nyonya ... Tuan ... Inilah putri cantik yang ku maksud tadi, dia adalah anakku namanya Floren ... Floren sekarang beri salam kepada mereka," ucap Nyonya Berta.
"Om ... Tante ... Aku Floren, teman sekelasnya Michael," ucap Floren sambil tersenyum.
"Kau cantik sekali Floren," ucap Nyonya Caca kepada Floren.
"Benar, putri kalian sungguh cantik." ucap Tuan Nael kepada kedua orang tua Floren.
"Terima kasih Om, Tante." balas Floren tersipu malu lalu melirik Michael yang sedang memperhatikan tingkah laku Floren yang tidak biasa.
"Tuan Wijaksana, kita sudah hampir selesai makan malam. Bisakah kau menjelaskan maksud dan tujuan kalian mengundang keluarga ku? Apakah ini ada kaitannya dengan bisnis?" tanya Tuan Nael.
Tuan Wijaksana mengulum senyum. "Benar Tuan Nael, aku hanya ingin mengajak kerja sama. Kau tahu restoran mewah ku dan juga beberapa hotel milik keluarga kami begitu berjaya. Bagaimana jika kau menginvestasikan kepada salah satu bisnisku, kami akan menjanjikan keuntungan besar untukmu," ucap Tuan Wijaksana.
__ADS_1
"Berapa yang kau inginkan dan berapa persen keuntungan yang akan ku dapat setelah menginvestasikan modal ku kepada bisnismu?" tanya Tuan Nael.
"500 milyar dan keuntungan 10 persen," jawab Tuan Wijaksana.
"Tidak Tuan Wijaksana itu terlalu kecil, jika kau mau aku bisa menginvestasikan 500 milyar sekarang juga, tapi dengan keuntungan 30 persen sebagai gantinya. Jika tidak bisa, maka akan ku tolak." balas Tuan Nael.
"Kau sungguh pintar Tuan Nael, baiklah aku menyetujuinya. Tapi Tuan, aku punya satu syarat untuk menyetujui itu semua," ucap Tuan Wijaksana.
"Apa itu Tuan Wijaksana?"
"Bagaimana jika Michael menjadi menantuku? Putra mu begitu tampan dan putriku juga cantik, mereka terlihat serasi bukan. Bagaimana jika kita menyatukan mereka berdua, pasti mereka akan menjadi pasangan yang paling di idam-idamkan oleh semua pasangan," jawab Tuan Wijaksana.
"Benar Tuan dan Nyonya besar, apa salahnya jika kita menyatukan mereka. Kita sama-sama dari keluarga ternama dan terpandang, jika keluarga kita bergabung. Bukankah itu sangat bagus Nyonya Caca," ucap Nyonya Berta menimpali.
Michael pun terkejut, dia seketika menghentikan makan malamnya lalu menatap Floren yang masih duduk tenang seperti tidak terjadi sesuatu.
"Trik licik untuk mengikat hubungan," gumam Michael dalam hati.
Nyonya dan Tuan besar lalu melihat putranya yang nampak tidak senang.
"Maaf Tuan Wijaksana, aku tidak bisa memutuskannya. Untuk urusan pribadi ini, kalian bisa menanyakan langsung kepada Michael," jawab Tuan besar.
"Benar Tuan dan Nyonya Berta maaf jika membuatmu tersinggung, tapi kami telah berjanji kepada Michael sebelumnya untuk tidak banyak ikut campur mengenai masalah asmara dan juga kehidupan pribadinya. Kami juga membebaskan dia untuk mencari sendiri wanita pilihannya," ucap Nyonya Besar menimpali perkataan suaminya.
Raut wajah keluarga Floren seketika berubah kesal, namun mereka masih tidak menyerah begitu saja.
"Oh begitu ya, baik aku akan menanyakannya kepada Michael," balas Nyonya Berta.
"Michael, ku dengar kau ada masalah kemarin di kampus, seorang petugas kebersihan mencoba merayumu hingga membuatmu terjebak dalam situasi rumit. Floren bilang kalau gadis itu seperti memerasmu dan meminta kepadamu untuk melunasi hutangnya yang berjumlah tidak sedikit," ucap Nyonya Berta lalu tersenyum kepada Michael.
Orang tua Michael pun terkejut. "Kau tidak bercerita kepada kami sayang. Apa itu benar?" tanya Nyonya Caca.
Michael mengepal erat tangannya. "Tidak Mami, ku rasa Floren salah dengar."
"Mike, kau jangan melindungi gadis itu terus, dia itu sangat licik dan bersifat seperti parasit. Aku tahu kau pasti malu dengan kejadian kemarin, dimana video tidak pantas itu tersebar di seluruh kampus. Tapi aku mempercayaimu Mike, kau tidak mungkin melakukan hal kotor tersebut karena sudah pasti wanita rendahan itu lah yang telah menjebakmu," ucap Floren mencoba memancing emosi Michael.
Orang tua Michael yang mendengarkan sedikit bingung dengan pembicaraan tersebut. "Video kotor, apa maksudnya Michael dan siapa gadis rendahan yang dimaksud Floren?" tanya Nyonya Caca sedikit cemas.
Michael tak menjawab dia hanya menghela nafas panjang, kemudian Michael bangun dari kursinya dan segera menarik lengan Floren untuk menjauh dari kedua orang tuanya sementara waktu.
"Flo, jika kau ingin membicarakan hal ini. Tolong jangan di depan keluargaku!" ucap Michael.
"Kau ingin mengajakku kemana?" tanya Floren.
"Ikut saja!"
***
__ADS_1
Setibanya di sebuah taman restoran, Michael melepaskan genggaman tangan Floren dengan kasar hingga Floren pun jatuh terduduk dibangku taman dengan keras.
"Aw, Mike kenapa kau begitu kasar!" teriak Floren.
Michael mengertakkan gigi, lalu mendekat sambil membungkukkan badannya seperti mengungkung Floren yang terduduk dibangku taman.
"Kau ... apa yang kau inginkan?" tanya Michael.
Floren mengulum senyum, lalu tanpa malu mengalungkan kedua tangannya itu ke leher Michael. Floren sedikit menarik Michael agar mendekat ke arah wajahnya, hingga jarak keduanya kini hanya beberapa cm saja.
"Aku menginginkanmu Mike," jawab Floren lalu mencoba mencium Michael.
Michael dengan segera menarik dirinya dan berdiri dihadapan Floren sambil menatap geram wanita kurang ajar di depannya itu. Sedangkan Floren hanya terkekeh melihat ekspresi Michael yang kesal.
"Mike, kau sangat tampan. Begini saja Mike, aku tidak akan menyusahkanmu. Kau harus melamarku dan menjadikan ku sebagai tunanganku di depan orang tua kita, maka aku tidak akan mengatakan apapun kepada keluargamu."
Michael bertambah geram. "Kau pikir aku akan menyetujuinya hah!" kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu itu?"
Floren menggeleng. "Kau masih keras kepala."
Floren lalu mengambil ponsel dan memperlihatkan ponselnya yang berisi sebuah foto dan juga video kepada Michael. Michaelpun dibuat terkejut oleh Floren.
"Siall!"
Michael kemudian meraih ponsel Floren lalu menghapus semua itu dengan cepat, namun Floren hanya tertawa melihat itu semua.
"Mike, kau begitu takut atau bodoh? kau pikir dengan menghapus semua itu maka aku akan kehilangan yang lain?" ucap Floren hingga membuat Michael mati kutu.
"Apa maksudmu?" tanya Michael.
"Mike sayang, aku telah meminta bantuan seseorang. Dia juga memegang video dan foto memalukan ini, aku hanya tinggal menghubungi orang tersebut maka semua akan terunggah di internet."
Michael mencengkram bahu Floren. "Kau begitu licik, menggunakan cara seperti ini."
Floren tersenyum, kemudian menarik pinggang Michael dengan kedua tangannya hingga mereka kini tengah berdekatan nyaris bersentuhan.
"Aku tidak peduli Mike, yang aku pedulikan sekarang adalah kau harus menerima hubungan baru kita."
"Tidak akan! kau begitu menjijikan," ucap Michael.
Floren kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Michael dan berkata, "Mike ingat ini sayang ... Hanya dengan mengerakkan satu jari maka semua foto dan juga video mu kemarin akan terunggah dan tersebar luas di internet. Coba kau bayangkan bagaimana jika semua itu terjadi, nama baik keluargamu pasti akan tercemar. Bukan hanya itu saja Mike, bagaimana dengan nasib keluargamu yang terhormat itu akan di permalukan oleh banyak orang."
Michael terdiam sejenak memikirkan semua itu, dia sangat kesal dengan tindakan Floren yang begitu rendah. Namun kehormatan dan kebahagiaan keluarganya adalah yang paling penting untuk Michael.
"Baiklah, aku akan melamarmu di depan keluarga kita."
.
__ADS_1
.
Bersambung.