
Pada sore harinya.
Nyonya Caca pulang dalam keadaan kecewa, hasil rapat tidak membuahkan hasil yang baik. Malah menambah kesedihan dirinya saat mengetahui perusahaan suaminya kini tengah mengalami guncangan hebat akibat isu tidak baik dari foto mesra anak dan juga anak asuhnya telah tersebar luas.
Entah siapa yang telah lancang dan berani menyebarkan kehidupan pribadi keluarganya kepada khalayak ramai, hingga mencoreng nama baik keluarga, perusahaan serta yayasannya.
Yang pasti orang tersebut akan mendapatkan balasan, karena Nyonya Caca telah meminta kepada orang kepercayaan, juga mata-mata intelejen agar menyebar untuk mencari pelaku secepat mungkin dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Nyonya Caca kembali memandangi foto menakjubkan putranya itu dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca. Ada kekecewaan mendalam dari tindakan berani Michael terhadap anak asuh pribadinya.
"Miki, Mamy rasa sudah cukup. Mamy terlalu memanjakanmu, kali ini tidak lagi. Kau harus banyak belajar akan kesalahanmu. Kau harus menerima hukumannya."
Nyonya Caca menghapus air mata, kemudian memanggil Jelita dan juga Michael untuk menghadap dirinya.
"Kedua anak itu akan ku sidang hari ini," gumamnya.
...***...
Michael dan Jelita telah berada di dalam ruangan Nyonya Caca, mereka tidak mengetahui alasan mengapa Nyonya Caca memanggil mereka berdua secara mendadak. Namun satu hal yang pasti, aura dingin dan menyeramkan terasa kental di dalam ruangan tersebut.
"Kalian duduklah," titah Nyonya Caca kepada dua anak muda dihadapannya itu dan mereka berdua mengangguk patuh lalu duduk berhadapan dengan Nyonya Caca.
"Miki ... Jelita, ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua dan aku meminta kepada kalian untuk menjawab setiap pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya," ucap Nyonya Caca.
"Baik Mamy tanya kan saja," jawab Michael.
"Baik Ibu asuh," jawab Jelita.
"Bagus! Sekarang coba jelaskan kepada ku tentang perilaku kalian dalam foto ini. Kenapa kalian berperilaku tidak pantas seperti ini?" ucap Nyonya Caca bertanya, sambil menderetkan beberapa lembar foto diatas meja dan memperlihatkan kepada dua orang pelaku pelanggaran.
Untuk meminta penjelasan akan perilaku tidak pantas mereka berdua.
Jelita pun terbelalak lalu mengambil dan memperhatikan satu persatu foto mesra dirinya bersama dengan Michael.
Dia menelan ludahnya susah payah dan kedua tangannya mendadak bergetar saat melihat foto tersebut bisa berada di tangan Nyonya Caca.
__ADS_1
"I-ibu ... Ibu dapat foto ini darimana?" tanya Jelita bingung.
"Entahlah ada seseorang yang mengirimkan foto-foto tersebut saat rapat tadi. Tapi Jelita, bukan itu yang ingin ku dengar dari mulut kalian. Aku meminta penjelasan akan perilaku kalian dalam foto ini," balas Nyonya Caca.
"Maaf Ibu, itu bukan seperti yang kau pikirkan. Aku akui telah salah dengan menunjukkan perilaku tidak pantas seperti ini, tapi percayalah kepadaku Ibu. Aku tidak melakukan hal tersebut secara sengaja, itu terjadi begitu saja," balas Jelita, sebenarnya dia bingung harus menjawab apa dan menjelaskan dari mana.
"Tidak sengaja dan terjadi begitu saja?" tanya Nyonya Caca sambil menautkan kedua aslisnya.
Jelita pun gugup dan terbata. "M-maaf Ibu ... A-aku ___"
"Jelita tidak salah Mommy, Mike lah yang salah. Mike yang telah memaksa Jelita untuk melakukan pengambilan foto seperti itu. Memaksanya memakai gaun seksi dan juga beberapa gaya kurang pantas. Dia juga sempat marah karena aku telah membodohinya, tapi percayalah Mamy, itu semua murni karena ulahku," serobot Michael sebelum Jelita membalasnya.
Nyonya Caca menghela nafas. "Aku percaya pada anak asuhku Jelita. Tapi Miki, mengapa kamu melakukan hal itu? Bukankah Mamy pernah bilang kepadamu, tidak baik memaksa seorang wanita dan juga semua peraturan yang telah Mamy jelaskan kepadamu. Tetapi, mengapa kamu melanggar semua itu?" Nyonya Caca mulai merasa sedih dan kecewa.
"Maaf Mom, Mike telah membuat Mamy kecewa dan juga sedih, alasan Mike melakukan itu semua karena Mike hanya ingin menyimpan beberapa kenang-kenangan bersama Jelita selama dia masih disini dan foto yang terakhir ini, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan keinginanku untuk menciumnya," balas michael, dia menatap Jelita yang juga menatap dirinya.
"Iya Jelita, maaf aku telah membuat mu marah waktu itu. Aku sebenarnya ingin menjelaskan semuanya kepadamu, dan mengenai foto terakhir kita. Jujur aku melakukannya tidak sengaja karena mengikuti naluriku begitu saja. Maafkan aku," tutur Michael menjelaskan.
"Michael ..." ucap Jelita lirih.
Nyonya Caca memejamkan kedua matanya dan menyesalkan semua perbuatan Michael. "Miki ... Anggaplah alasan dan penjelasanmu benar tentang ini semua. Tapi sayang, disini kita berbicara tentang bukti. Sikap dan perilaku salah ini telah tersebar luas, bagaimana Mamy bisa menghapus nama baik keluarga dan juga Yayasan yang telah tercemar."
"Benar, bukan saja yayasan dan keluarga kita saja yang tercemar. Tetapi perusahaan juga terkena imbasnya, disana sedang terjadi kegaduhan. Dan yang harus bertanggung jawab atas semua ini adalah si penyebar foto-foto ini."
"Jika orang itu tertangkap, maka sumpah demi apapun. Aku akan memberinya hukuman yang setimpal," ucap Nyonya Caca meremas kuat foto ditangannya.
Michael mendadak gugup saat mendengar perkataan Ibunya sendiri dan itu mengundang perhatian Nyonya Caca.
"Miki, apa yang terjadi padamu. Katakan kepada Mamy, apa yang kamu tahu, apa kamu terlibat dengan semua ini?" tanya Nyonya Caca mengingat foto itu hanya Michael lah yang memilikinya seorang.
Michael menunduk. "Maaf Mom, tapi foto ini. Mike juga yang mengirimnya ke yayasan," balas Michael dia terlihat lesu dan lemas tidak berdaya.
"Apa!" pekik Nyonya Caca, dia menggebrak meja dan berdiri seketika.
Dia menatap putranya tidak menyangka akan aksi Michael yang terlalu gegabah.
__ADS_1
"Kenapa ... kenapa kamu melakukan itu semua Michael Chandra Putra ... Kenapa!" bentak Nyonya Caca, kali ini dia melihatkan raut wajah menakutkan.
"Jelita ... Keluarlah dulu, ada yang ingin ku tanyakan secara pribadi dengan anak ini," pinta Nyonya Caca dan Jelita mengangguk. "B-baik Ibu."
Michael meneguk ludahnya kasar, ini kali pertamanya dia melihat sisi lain dari Ibunya.
"Mom ...."
"Jangan panggil aku Mamy atau Ibu, karena sekarang ini aku berbicara sebagai ketua yayasan tertinggi. Sekarang jelaskan kepadaku alasanmu melakukan semua ini?" tanya Nyonya Caca.
"Mom ... Sebenarnya saat Jelita menolakku, karena peraturan yayasan. Aku menjadi sakit hati dan muncul ide untuk menyebarkan foto kami berdua agar dia di pecat menjadi anak asuh pribadimu. Karena dengan begitu aku bisa mendekati dan juga bisa menjadi kekasihnya setelah dia tidak menjadi anak asuhmu lagi," jawab Michael apa adanya.
"Heh! Apa kau tahu aku hari ini kemana?" tanya Nyonya Caca.
Michael menggeleng. "Tidak Mom."
"Aku datang ke yayasan mengadakan rapat untuk merevisi peraturan yang kau bilang konyol itu Michael Chandra Putra. Karena aku tahu jika kau menderita akibat cintamu yang terhalang, aku berusaha memberikan alasan terbaik dimeja rapat agar peraturan tersebut di ubah. Tapi saat foto memalukan tersebut beredar, semua menyalahkan keluarga kita yang gagal mendidik anak asuh maupun putranya."
Nyonya Caca menghela nafas, terlihat kedua matanya telah mengalir air bening. Rasa kekecewaan dan kesedihan ada pada buliran air mata tersebut.
"Untuk itu, mereka tidak mengijinkan dan menolak aku merevisi peraturan tersebut, Michael tadinya aku pikir akan mudah mengubah peraturan itu dengan isi peraturan yang berubah menjadi anak asuh bisa menjalin hubungan dengan anak yayasan dengan syarat umur yang cukup atau jika dirinya sudah lulus sekolah."
"Tapi Michael, ku rasa perjuanganku cukup sampai disini. Ketika aku berjuang tapi kau malah menghancurkannya. Sekarang terimalah akibatnya, aku akan menghukummu. Kau tidak boleh bertemu dengan Jelita tanpa seijin dariku dan tidak boleh menjalani hubungan khusus atau mendengar kisah percintaan lain dengannya. Aku harap kau menerima keputusanku!" ucap Nyonya Caca.
"Tapi Mom, aku tidak tahu jika ini akan berdampak begitu besar. Aku salah, ijinkan aku untuk tetap menemui Jelita Mom," pinta Michael memohon.
"Tidak! Jika kau melanggarnya, maka aku tidak akan segan-segan memisahkan kalian lebih jauh lagi. Seperti mengirimmu keluar negeri dan belajar disana."
"Mom!"
"Cepat keluar dari ruanganku! Setelah ini aku akan memberi hukuman untuk Jelita juga!" titah Nyonya Caca.
Michael keluar dari ruangan Nyonya Caca dengan langkahnya yang gontai. Dia tidak menyangka jika kesalahan kecilnya itu berimbas besar kepada semuanya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.