
Di Kelas.
Floren mendekati Michael dan menatap tubuh bergairah itu sambil terus berusaha meneguk ludahnya yang tercekat, "Michael ...."
"Hem ...." Jawaban singkat Michael dengan suara bass lembutnya membuat bulu kuduk semua wanita berdiri tegang.
"Ya Tuhan, dia bisa membuatku mati lemas disini," gumam Floren.
Floren bertanya sambil mengusap peluh yang tiba-tiba keluar dari dahinya yang mulus, "Kenapa kau bisa sek--- ... Eh maksud ku, b-basah seperti itu?"
Mereka yang merasa penasaran pun memasang telinga lebar-lebar dan dengan sabar menunggu jawaban dari Michael yang cueknya minta ampun.
Michael menoleh kemudian berdiri menghadap Floren dan sontak saja jantung gadis cantik itu berdebar tidak karuan, serasa ingin lepas dari tempatnya.
Diapun terbata-bata saat di tatap oleh Michael. "M-mike, please jangan t-tatap aku seperti itu. A-aku hanya bertanya saja, jika tidak ingin menjawab tidak apa-apa ...." Floren memegang dadanya yang kembang kempis karena sesak.
Kondisi Michael yang basah membuat mereka penasaran dengan apa yang terjadi kepada dirinya pada saat keluar kelas tadi. Namun belum sempat dirinya menjawab, bunyi pesan masuk merebak dimana-mana.
"Ting!"
"Dring!"
"Ning!"
"Te tot!"
Semua pun kompak melihat ponsel mereka masing-masing, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat apa yang dikirimkan oleh nomor tidak diketahui tersebut. Sebuah video dan juga foto-foto Michael bersama Jelita tersebar luas dengan judul berhuruf besar dan tebal memenuhi layar ponsel mereka.
"SEORANG PRIA BERBUAT MESUM DENGAN SEORANG GADIS CLEANING SERVICE DI DALAM TOILET!"
Hal tersebut sontak saja membuat mereka membulatkan mata lebar-lebar karena terkejut dengan apa yang mereka lihat secara tiba-tiba, lalu semua mata itu pun dengan serempak menatap Michael tak menyangka.
Ditambah lagi ada pemberitahuan yang memanggil Michael dan Jelita untuk menemui pihak kampus dengan segera agar menjelaskan dan juga meminta keterangan terkait video dan foto yang membuat heboh satu kampus tersebut.
"Apa ini Mike, kenapa kau bisa bersama dengan si Jelek itu?" tanya Floren.
"Apakah video dan foto itu benar adalah dirimu dan juga si Jelek?" tanya Sandra.
"Terus apa kah kau basah seperti ini, karena habis bercinta dengan nya?" tanya Mika.
"Tapi bagaimana bisa, bukan kah kau sangat membencinya?" tanya Clara.
"Itu tidak mungkin, rekaman dan foto ini pasti rekayasa!" ucap Floren.
Michael menghela nafas, lalu tak menghiraukan semua pertanyaan gadis-gadis cantik tersebut. Michael berjalan keluar kelas dan ingin membereskan kesalahpahaman tersebut kepada pihak kampus.
__ADS_1
"Mike, kau mau kemana? jawab dulu pertanyaan kami!" teriak Floren.
"Apa kau tidak punya telinga? aku harus segera menghadap pihak kampus," balas Michael.
"Lalu bagaimana dengan Video dan foto itu? apa benar?" tanya Floren memastikan.
"Benar," jawab Michael singkat lalu meninggalkan semua siswi yang mengerumuninya.
Para siswi sekelas Michael pun berubah geram, namun bukan kepada Michael, melainkan kepada wanita yang berada dalam kungkungan pria tampan tersebut.
"Beraninya si Jelek itu menyentuh pria ku!" ucap Floren menggenggam ponselnya.
"Benar, lihatlah tangan si Jelek itu dengan sengaja menyentuh dada bidang Michael," ucap Sandra.
"Tatapan mereka sungguh serius," ucap Clara.
"Dan yang menyebalkan lagi lihat lah ini, kedua tangan Michael meremas bahu si Jelek itu," ucap Mika meremas bahunya sendiri.
"Ah sial, kita saja belum pernah menyentuh Michael seujung jaripun, tapi si Jelek itu sungguh berani menyentuhnya. Dia beruntung sekali bisa sedekat itu dengan Michael, bahkan jarak mereka begitu dekat nyaris bersentuhan. Hebat sekali trik cewe murahan itu kepada Michael, hingga Michael sampai sudi menyentuhnya."
"Diam!" bentak Floren kepada semua orang yang membicarakannya lalu terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Si Jelek itu, aku yakin dia yang menjebak Mike. Kalau tidak, mana mungkin Mike mau menyentuhnya," ucap Floren geram.
Mereka mengangguk, lalu mengatur rencana dan membuat perhitungan dengan Jelita. Kali ini bukan hanya mengerjainya saja, tapi juga akan melakukan tindak kekerasan kepada Jelita.
***
"Ya Tuhan, itu semua hanya salah paham," gumam Jelita.
Namun sebelum sampai di tempat tujuan, Jelita sedang dihadang oleh segerombolan siswi dan siswa yang tidak menyukainya.
"Gembel tidak tahu diri, berani menyentuh Michael, apa yang kau lakukan hah! kau sengaja menjebaknya bukan!" teriak salah satu dari mereka mendorong tubuh Jelita hingga jatuh terjerembab.
"A-aku tidak melakukan apapun," balas Jelita memegang tubuhnya yang sakit.
"Dasar wanita murahan, tidak tahu malu!" mereka lalu menjambaki rambut Jelita dan melucuti paksa apa yang dikenakan Jelita, hingga pakaian pun mereka robek paksa.
"Tolong jangan lakukan ini kepadaku! ini hanya salah paham ...." Jelita pun akhirnya menangis.
Mereka tidak lantas percaya karena telah dibutakan oleh amarah, lalu kembali menindas Jelita dengan kejam. Beruntunglah, Pak Budi segera memanggil Bu Riana dan juga dosen yang lain untuk menyelamatkan Jelita.
Bu Riana menatap tajam semua pelajar yang berada disana. "Berhenti! apa ini sikap kalian sebagai seorang mahasiswa berpendidikan! Kalian bahkan tega menghajar gadis yang bahkan belum genap berusia 18 tahun? Kalian benar-benar tidak bisa dimaafkan, mengenai video dan foto-foto itu semua belum ada yang tahu kebenarannya! itu bisa jadi hanya kesalahpahaman," bentak Bu Riana.
Bu Riana kemudian membantu membangunkan Jelita yang sedang menangis sesunggukan. "Jelita mari bangun, Ibu akan memapah kamu sampai kantor."
__ADS_1
"Terima kasih Bu," balas Jelita sambil meringis kesakitan.
"Pakai blazer Ibu buat nutupin pakaian kamu yang sobek," ucap Bu Riana memakaikan Blazer miliknya kepada Jelita.
Mereka kemudian meminta petugas keamanan kampus untuk membubarkan kerumunan tersebut dan menyelamatkan Jelita yang dalam kondisi acak-acakan dan memprihatinkan.
***
Sesampainya di kantor, Jelita melihat beberapa orang telah berkumpul termasuk Michael untuk membahas masalah kehebohan kampus.
Jelita kemudian duduk disebelah Michael, dia menunduk karena sedikit takut dengan beberapa pertanyaan yang akan di lontarkan kepadanya nanti.
"Apa mereka akan percaya kepadaku?" tanya Jelita dalam hati.
Michael memperhatikan Jelita yang duduk disampingnya dalam kondisi acak-acakan. Rambut Jelita yang biasanya di cepol kini telah terurai, tidak memakai kacamata bulat berkaca tebal dan juga tidak memakai seragam dan hanya memakai pakaian biasa yang tercabik-cabik membuat mulutnya yang biasanya cuek tanpa sadar bertanya, "Kau kenapa?"
Jelita seketika menengok ke arah Michael, air matanya yang masih belum kering membuat dirinya segera berpaling dan menunduk kembali. "Tidak apa-apa ...."
"Apa mereka telah menghajarmu?" tanya Michael kembali.
"Tidak ...."
Jelita terdiam, namun Bu Riana menjawab pertanyaan Michael dengan tegas. "Benar, Jelita telah dikeroyok oleh mereka para penggemarmu dengan kejam, bahkan para siswa ada yang ingin melakukan pelecehan kepada Jelita."
Michael kemudian terdiam, dia memang tidak menyukai Jelita dan ingin mereka mengusir Jelita dari sini, namun dia juga tidak suka dengan sikap mereka yang menggunakan kekerasan.
"Maaf ..." ucap Michael namun dengan suara yang pelan dan nyaris tidak terdengar oleh siapapun.
***
Beberapa saat kemudian mereka mulai membahas Video tersebut.
"Oke Michael Chandra Putra dan Jelita, apa penjelasan kalian tentang ini semua?" tanya kepala kampus tersebut.
"Ini semua hanya salah paham," balas Michael.
Michael kemudian menjelaskan bagaimana dengan kejadian mereka berdua di dalam toilet bagaimana dan kenapa itu semua bisa terjadi.
Bu Riana kemudian menimpali perkataan Michael. "Benar Pak Rudi, kami semua para dosen disini mengenal Jelita dengan baik, mana mungkin mereka melakukan hal rendah seperti itu. Jelita adalah putri dari Bu Maria yang telah bekerja dan mengabdi di kampus ini selama bertahun-tahun," ucap Bu Riana membela Jelita.
"Benar Pak, kami tidak mungkin melakukan hal kotor tersebut. Harusnya kami yang menuntut perekam dan penyebar Video tersebut karena telah membuat kesalahpahaman dan juga kehebohan di dalam kampus ini. Dan ...." Michael terdiam lalu melihat Jelita yang masih menunduk.
"Karena kesalah pahaman tersebut membuat seseorang menanggung semuanya," ucap Michael menimpali.
.
__ADS_1
.
Bersambung.