Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 10


__ADS_3

Brukkk..


Ririn terjatuh dari tempat tidur karena mimpi yang mengusiknya tidak terlalu nyaman hingga membuatnya terjatuh


"aduuhh" lirih Ririn dengan memegang bagian pinggangnya yang terasa sakit kemudian dia bangun dari jatuhnya dan duduk di tepi ranjang


"sialan banget sih tu kambing udah enak enak ketemu pangeran ganteng eh malah ditabrak padahal kan kurang sedikit lagi pangerannya ngelamar aku,, ihh ngapain sih tu kambing ganggu acara kasmaranku dengan pangeran" ucap Ririn dengan memasang wajah kesalnya


"eh eh tunggu deh yang lainnya pada kemana ya,, kok tumben nih kamar sepi biasanya rame dengan suara cemprengnya Vreya dan kemana mereka sih" ucap Ririn clingak clinguk mencari keberadaan ketiga temannya.


"Vre,,Li,,mbak Aisyah,,kalian dimanaa" Ririn kembali bersuara agak keras supaya dapat di dengar oleh mereka yang mempunyai nama..akan tetapi hasilnya nihil tak ada satupun dari mereka yang menjawab


"Ihh kemana sih mereka kok pergi nggak bilang ke aku sih..atau bangunin aku dulu kek...ini mah langsung pergi nggak jelas gitu..awas aja nanti jika aku ketemu mereka" umpat Ririn kesal


kemudian dia beranjak hendak untuk pergi ke kamar mandi namun tak sengaja melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.10,,Ririn kaget mengingat kalau hari ini dia sudah mulai melanjutkan sekolahnya di pesantren itu.Dia bergegas pergi ke kamar mandi dan dengan cepat dia mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah.


*


*


*****

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap seorang lelaki tampan dengan melangkahkan kakinya masuk kedalam suatu ruang kelas


"waalaikumsalam" ucap seluruh santri dan santriwati serempak


"wahh aku nggak nyangka kelas kita akan kedatangan Gus Sofyan" ucap salah satu santriwati


"iya ya aku kira Gus Sofyan sudah tidak akan keluar rumah lagi setelah pulang dari Kairo..ternyata dugaan ku salah" ucap santriwati yang lainnya


"ya ampuunn Gus Sofyan ganteng bangeett uwuwuw" ucap santriwati yang lainnya dengan heboh


"What!! omaygat omaygat omaygat ini beneran ada cogan masuk kelas kita?! wah ini aku nggak mimpi kan Li" ucap Vreya yang tak kalah hebohnya dengan santriwati lain


"Iya Vre,,dia pangeran yang Allah kirim buat aku..what aku nggak percaya kalau dia harus satu ruangan sama aku" ucap Lia yang ikut ikutan memandangi wajah tampan Gus Sofyan.Aisyah yang melihat kelakuan Lia,, Vreya,, dan semua santriwati hanya bisa geleng geleng kepala saja,,kemudian langsung menundukkan pandangannya


"tidak" ucap seluruh santri dan santriwati serempak


"Baiklah jika tidak mari kita mu--" kalimat Gus Sofyan terpotong karena mendengar salam dari arah pintu


"hufh hufh hufh assalamualaikum ustadz..maaf saya telat" ucap gadis cantik yang tak lain adalah Ririn,, kemudian dengan nafas tersengal sengal,,dia masuk dan duduk dikursi samping Vreya


dengan tatapan tajam,,Gus Sofyan menghampiri Ririn yang sedang mengatur nafasnya dengan santai supaya nafasnya kembali normal seperti biasa

__ADS_1


"kamu ikut saya sekarang" ucap Gus Sofyan dengan nada dingin kemudian berjalan dan diikuti oleh Ririn


"eh eh maaf ustadz memangnya kita mau ngapain kesini? kita tidak akan melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas? kenapa ustadz membawa saya ke tengah lapangan seperti ini? panas tau ustadz..ih ustadz mah nggak ada hati yah berani membuat anak orang sudah aja nih ustadz" ucap Ririn panjang lebar setelah Gus Sofyan berhenti melangkah tepat di tengah lapangan


"eh tunggu deh,,kayaknya wajah ustadz familiar banget..emangnya kita pernah ketemu ya? oohh iya saya ingat ustadz yang waktu itu nabrak saya kan.. ustadz ini laki laki yang waktu itu numpahin minuman ke baju saya kan..nah iya tu ayo ngaku mana belum minta maaf lagi ihh bete banget deh.. ustadz ngapain sih bawa saya kesini? nggak pelajaran aja didalam kelas gitu" ucap Ririn dengan lancarnya sehingga mampu buat gus Sofyan semakin kesal dengan omongannya


"mulut kamu itu terbuat dari apa sih..kamu nggak capek ngomong terus dari tadi? izinin saya ngomong dulu lah baru kamu tau apa tujuan saya membawa kamu kesini" ucap Gus Sofyan dengan memutar bola matanya jengah


"eh iya hehe maaf ustadz silahkan ngomong biar saya tidak terlalu lama terpapar sinar matahari gini" ucap Ririn


"baiklah,,saya membawa kamu kesini untuk membiarkan kamu bersemedi di bawah bendera itu,kamu hormat bendera sampai jam istirahat sebagai catatan karena kamu terlambat masuk kelas" ucap Gus Sofyan


"tapi kan sa--" ucap Ririn terpotong dengan ucapan Gus Sofyan


"nggak ada tapi tapian kamu harus nurut apa yang saya perintahkan dan satu lagi,,tentang kejadian tempo hari saya sudah minta maaf tetapi kamu yang tidak mau memaafkan..heran juga saya kok bisa ada gadis pesantren yang tak mau saling memaafkan,,padahal sang pencipta maha pemaaf" ucap Gus Sofyan yang mendapati wajah kesal dari Ririn


"saya kira kamu mengerti apa yang saya perintahkan untuk kamu hari ini..baiklah kalau begitu hormat sekarang dan saya harus pergi dulu assalamualaikum" ucap Gus Sofyan kemudian berlalu pergi meninggalkan Ririn di tengah lapangan


Gus Sofyan kembali masuk kedalam kelas untuk memulai pelajaran.Setelah Gus Sofyan memberi penjelasan tentang materi pelajaran hari itu,,Gus Sofyan mberikan tugas kepada seluruh santri dan santriwati yang ada di dalam kelas itu.Dengan semangat,,santri dan santriwati segera mengerjakan tugas dari Gus Sofyan,,Gus Sofyan menyeret sebuah kursi untuk diletakkan di dekat pintu masuk supaya bisa memperhatikan seluruh santri dan santriwati didalam kelas,,dan juga dapat memperhatikan Ririn yang sedang dihukum dilapangan.


Gus Sofyan memperhatikan Ririn yang sedang ngedumel dibawah matahari. Beliau hanya melirik sebentar ke arah Ririn dan langsung menatap santri dan santriwatinya yang berada di dalam kelas

__ADS_1


"ihh tu ustadz maksudnya apaan cobak..bukannya minta maaf malah suruh aku berjemur dibawah sinar matahari panas panas gini..ihh bikin bete banget sih..awas aja kalau dia ngelakuin hal serupa dilain waktu..aku nggak akan tinggal diam liat aja nanti" ucap Ririn dalam hati sambil melirik Gus Sofyan yang sedang melihatnya.


Gus Sofyan yang mendengar batinan Ririn hanya tersenyum tipis dengan tingkah aneh yang dibuat oleh salah satu santriwatinya itu


__ADS_2