
Hari ini adalah hari yang telah di tetapkan untuk melakukan tasyakuran baby Bahar, bersamaan dengan hari pernikahan Vreya. hari di mana Vreya dan Firman melepas masa masa kesendiriannya.
"mom..Vre cantik nggak?" ucap Vreya di dalam kamar Ririn
"biasa aja sih nak" ucap Syakira, mommy Vreya
"ih mommy kalau anak sendiri di bilangnya biasa aja. tapi kalau mbak Aisyah sama Ririn kemarin di puji puji banget. nggak adil deh" protes Vreya memonyongkan bibirnya
"kan mereka anak mommy juga" ucap Syakira tak mau kalah
"nggak tau lah terserah mommy..yang penting Vreya cantik di mata Vreya sendiri" ucapnya membalikkan badan mebghadap cermin kembali
"hahaha iya iya kamu cantik kok sayang" ucap Syakira menambahkan beberapa jarum di atas hijab yang di kenakan oleh Vreya
tak lama kemudian, masuklah sahabat sahabat Vreya "assalamualaikum" ucapnya bersamaan
"waalaikumsalam" ucap Vreya dan Syakira bersamaan sembari menoleh ke arah pintu
"Rin..makasih ya, udah ngizinin untuk minjam kamarnya" ucap Syakira tak enak hati
"nggak papa mom..lagian kalau bukan di kamar Ririn, mau pakai kamar siapa lagi? Abah dan ummah? nggak mungkin kan hehe" ucap Ririn terkekeh
"gimana Vre? udah siap?" ucap Aisyah
"kalau siapnya sih udah siap mbak. tapi Vreya gugup banget" ucap Vreya jujur
Lia berjalan menuju Vreya yang duduk di depan cermin "tenang ya, kalau kamu sekarang nggak tenang, gimana nanti malam pas night one? udah..kamu tenang aja,,semua akan baik baik aja kok" ucapnya memeluk Vreya
"acara pernikahannya nggak lama kok kak..kata ayah, acara yang sekarang di lakukan hanyalah ijab Kabul dan terima cincin doang..kalau masalah pestanya bisa di adakan besok bersamaan dengan reuni santri seangkatan kakak" ucap Rere
mendengar ucapan Rere, semua mata beralih menatapnya "kamu kata siapa Re?" ucap Lia
"ayah tadi bilang gitu..ayah bilang, ayah dan Daddy juga papa,,sudah merundingkan masalah reuni yang bertepatan dengan hari pesta pernikahan kak Vreya..dengar dengar sih, tujuannya itu terserah kak Vreya dan kak Firman" ucap polos Rere
"Abah Hamdan?" ucap Aisyah
"kabarnya sih, ayah sudah berbincang masalah itu juga sama Abah Hamdan..dan Abah menyetujui" ucap Rere tersenyum menampakkan gigi kelincinya
"awas ya kalau kamu bohong" ucap Ririn
"ya udah kalau nggak percaya. terserah" ucap Rere kesal sembari membalikkan badannya menuju pintu
saat Rere hendak keluar, dia terkejut karena bersamaan dengan masuknya Vania ke dalam kamar tersebut
"Jeon Jungkook!!" refleks Rere memejamkan matanya
"Vania Calisto" ucap Vania penuh penekanan di telinga Rere
__ADS_1
"Vreya udah siap? ayo kita keluar bersama" ucap Vania menuntun Vreya menuju aula pesantren
"kagetnya lebay deh" ucap Ririn julid melewati Rere
"kagetnya nggak sinkron. manggil suami ana, lagi" ucap Lia memutar bola matanya
"ingat Re,,VANIA bukan JUNGKOOK haha" ucap Aisyah menekan kata Vania dan Jungkook
Rere yang mulanya masih syok karena kedatangan Vania, kini kesal karena kalimat kalimat julid dari kakak kakaknya. ia memilih untuk keluar kamar dan sesegera mungkin menyusul yang lainnya menuju aula pesantren
*******
Setelah akad nikah selesai di laksanakan,,mereka melanjutkan dengan tahlil dan ngaji bersama di pimpin oleh kyai Hamdan. setelah mengaji, mereka melanjutkan acara dengan memakan hidangan yang tersedia
"selamat ya mbak Vreya..semoga Sakinah mawadah warahmah" ucap salah satu santriwati
"iya terima kasih" ucap Vreya tersenyum ramah
"mas Firman,,selamat ya..semoga cepat cerai dan menikah dengan saya" ucap santriwati tersebut
"haha canda kok mbak canda" ucap santriwati itu kepada Vreya
"semoga cepat di beri momongan ya mbak" ucap santriwati yang lainnya
"amin.. terima kasih" ucap Vreya tersenyum
Acara ini memang acara gabungan antara tasyakuran baby Bahar, dan acara pernikahan Vreya dan Firman. namun, semua keperluan untuk acara ini, di tangani oleh Deni, selaku ayah dari Vreya. makanan, dekorasi, dan lain lain, semua di tanggung oleh Deni Febriano. walaupun acara itu tak di laksanakan di gedung, tapi acara ini termasuk acara yang cukup mewah untuk tempat yang tidak semegah gedung pada umumnya.
"Vreya harus panggil Firman apa?" ucap Vreya menatap Firman yang kini telah menjadi suaminya
"baby? alay ah..sayang? Bosen selalu di panggil itu sama mommy Daddy..gimana kalau Abang?" ucap Vreya meminta pendapat Firman
"terserah kamu aja Vre..yang penting kamu Senang" ucap Firman tersenyum manis
"ya udah Vre panggil Abang aja hehe..lucu juga, kayak manggil bang vino haha" ucap Vreya tertawa renyah
"Vreya ke sana dulu ya.. ngumpul bareng yang lainnya" ucap Vreya menunjuk Ririn dan yang lain sedang berkumpul
"ya udah biar aku antar" ucap Firman beranjak dari duduknya
"lah kan cuman di situ..beberapa meter doang bang" ucap Vreya
"ya nggak papa" ucap Firman
"ya udah cepet" ucap Vreya berjalan terlebih dahulu
"wah wah..mau kemana pengantin kita ini" ucap Lia menggoda
__ADS_1
"mau ke kalian lah" ucap Vreya santai
"gimana Fir? yakin mau hadapi gadis kayak Vreya? kalau aku sih nggak yakin..makannya banyak" ucap Ririn kepada Firman
"apaan sih..emangnya aku kenapa?" ucap Vreya memonyongkan bibirnya
"lagian kan itu kamu..kalau bang Firman ya yakin yakin aja lah..ya kan bang?" ucap Vreya menatap Firman yang hanya mendapat senyum manis serta anggukan kecil
"wah sudah punya panggilan sayang nih..bisa lah lancar nanti malam" ucap Lia menggoda
terlihat wajah Vreya dan Firman yang menahan malu serta rasa gugup yang teramat.
"haha sudah sudah..jangan di ganggu terus..kasihan loh mereka kayak kepiting rebus" ucap Aisyah menengahi
"ya udah Vre..aku ke sana dulu ya" ucap Firman menunjuk segerombolan Gus Sofyan dan yang lainnya
"oke" ucap Vreya santai membentuk huruf O dengan jarinya
tak lama setelah mereka berbincang dan bercanda sembari memakan hidangan, handphone Ririn berdering.
"maaf, aku ke sana dulu ya..di sini terlalu ramai, jadi nggak memungkinkan untuk angkat telfon" ucap Ririn kemudian pergi menuju tempat yang sedikit sepi
"hallo assalamualaikum" ucap Ririn memulai
"waalaikumsalam..gimana keadaannya ponakan Abang?" ucap vino di seberang
"Alhamdulillah baik kok bang..Abang sebentar lagi akan punya ponakan dua loh dari Ririn" ucap Ririn gembira
"anak kamu kembar Rin? wah senangnya" ucap vino yang tak kalah senang
"tunggu Abang pulang yah,,sekitar dua Minggu lagi Abang sampai Surabaya" ucap vino tak sabar
"iya bang. Abang di sana hati hati ya" ucap Ririn mengingatkan
"iya. eh gimana acara di sana? Vreya sudah jadi istri kah?" ucap vino penasaran
"iya bang. acara baru saja selesai. ini kami masih melanjutkan acara makan makanan yang tersedia" ucap Ririn tersenyum
"ya udah kalau gitu Alhamdulillah..Abang tutup telfonnya dulu ya, Abang masih ada urusan..sampaikan salam Abang ke keluarga" ucap vino terkekeh
"iya bang.. hati hati loh di negeri orang" ucap Ririn
"iya assalamualaikum" ucap vino
"waalaikum-" ucap Ririn terputus
"aarrgghh" teriak Ririn
__ADS_1
sambungan telfon yang belum terputus pun, mampu membuat vino khawatir karena teriakan itu. semua orang yang berada di dalam, juga segera keluar setelah mendengar suara teriakan.