Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 81


__ADS_3

sampainya Aisyah dan Ririn di ruangan Rere,, bertepatan dengan hadirnya Vino dan dokter Johan di ruangan tersebut. hal tersebut membuat Aisyah makin canggung untuk memasuki ruangan.


"assalamualaikum" ucap Rere membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan bersama Aisyah


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut


"oh ada tamu rupanya. apakah ini Aisyah? sudah lama sekali nggak bertemu,, bagaimana kabarmu nak?" ucap Reno menuntun Aisyah menuju sofa


"Alhamdulillah kabar Aisyah baik kok yah. maaf tak pernah mengunjungi ayah. lalu bagaimana kabar Ayah sendiri?" ucap Aisyah tersenyum manis


"kabar kami semua di sini sehat kok nak. dengar-dengar katanya Aisyah sudah menjadi dokter ya" ucap Reno tersenyum lembut menatap Aisyah


"Alhamdulillah iya. Aisyah sudah menjadi salah satu dokter kandungan" ucap Aisyah menebar senyum


"duh ya Allah manis sekali ciptaanmu. kenapa engkau malah menjodohkan dia dengan lelaki lain ya Allah' ucap Vino dalam hati


mereka berbincang santai untuk mengurangi kecanggungan di antara mereka. tak lama kemudian Gus Sofyan datang membawa kantong kresek berisi nasi Padang dan satu bubur ayam pesanan Ririn


"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan membuka pintu kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut.


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang berada di dalam ruangan


"ini semua pesanannya sudah siap mari makan" ucap Gus Sofyan meletakkan kantong kresek tersebut di atas meja


"sudah terlalu lama Aisyah berada di sini. Aisyah pulang pamit dulu ya" ucap Aisyah hendak berdiri


"eh Aisyah ayo kita makan bersama,, mau ke mana sih kok terburu-buru banget" ucap Reno menahan Aisyah untuk pergi


"Aisyah mau pamit dulu, sudah terlalu lama sepertinya Aisyah disini" ucap Aisyah tersenyum manis


"nggak kok nggak lama. udahlah sini makan bersama.. lagian Sofyan tadi beli nasi terlalu banyak dan mubadzir kalau dibuang" ucap Reno


Aisyah tak dapat menolaknya lagi. mereka semua makan dengan khidmat dan penuh rasa syukur

__ADS_1


setelah mereka semua selesai makan, Aisyah bertanya kepada dokter yang berada di ruangan itu, terkait kondisi Rere


"bagaimana keadaan pasien dok?" ucap Aisyah beralih menatap Vino dan dokter Johan secara bergantian


dokter Johan memberi kode untuk membiarkan Vino yang menjawab dengan cara menyenggol lengan vino. Vino yang mengerti kode tersebut pun tampak gugup untuk menjawab pertanyaan Aisyah


"dok?" ucap Aisyah lagi karena tak ada yang meresponnya


"oh iya maaf, kondisi pasien sudah melewati masa kritis. namun pasien harus tetap melakukan proses pemulihan untuk kestabilan jantungnya" ucap Vino tersenyum tipis


"oh begitu, apa pasien tak bisa di rawat jalan di rumah saja dok?" ucap Aisyah


"untuk saat ini kondisi pasien masih tak layak untuk melakukan rawat jalan di rumah karena masih sangat mengkhawatirkan, terlebih lagi peralatan kesehatan yang ada di rumah kurang mendominasi" ucap Vino yang hanya mendapat anggukan kecil dari Aisyah


"oh iya Aisyah, Abah Hamdan pernah cerita ke Daddy, katanya Aisyah sudah dilamar ya sama Rehan?" ucap Deni


mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Deni, sontak membuat Ririn menoleh kepada abangnya. Iya berjalan menuju posisi Vino


Aisyah sedikit tersipu "Alhamdulillah iya" ucapnya tersenyum manis


"wah Mbak Aisyah selamat ya" ucap Vreya, Lia, dan Rere bersamaan dan hanya di respon senyum manis oleh Aisyah


"selamat ya Mbak Aisyah. btw kapan nikahnya ni mbak?" ucap Ririn tersenyum


"insyaAllah secepatnya kok Rin.. sedang menunggu perintah Allah aja hehehe" ucap Aisyah terkekeh di ujung


"Alhamdulillah jangan lupa undang kita semua ya Mbak" ucap Rere tersenyum manis


"Iya Mbak benar, undang Bang Vino juga ya" ucap Ririn terkekeh kemudian beralih menatap abangnya


"iya iya pasti kok semua yang ada di sini harus hadir di acara pernikahan Aisyah nanti" ucap Aisyah tersenyum manis


"kalau begitu Aisyah pamit dulu ya,,taksi yang Aisyah pesan sudah ada di bawah" ucap Aisyah kemudian mengambil tasnya dan berdiri dari duduknya

__ADS_1


"assalamualaikum" ucap Aisyah kemudian berjalan menuju pintu


"waalaikumsalam hati-hati Syah" ucap Gus Sofyan


"iya Gus" ucap Aisyah tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan


*******


-di taman rumah sakit


malam hari pun tiba,,semua orang yang tadinya berkumpul, sekarang sudah kembali ke rumah masing masing dan tinggallah Ririn dan Rere berdua di ruangan tersebut. Ririn melihat dari kaca jendela ruangan Rere, abangnya yang berada di taman seperti sedang memikirkan sesuatu


"kakak ke bawah dulu ya Re" ucap Ririn yang hanya mendapat anggukan dari Rere


"ngelamun aja mikirin apa sih Bang?" ucap Ririn yang sudah berada di belakang abangnya


"astagfirullah kaget tauu" ucap Vino memegang dadanya


"ih lebay deh" ucap Ririn memonyongkan bibirnya kemudian duduk di samping abangnya


"dosa nggak sih Rin kalau abang mikirin yang sudah milik orang?" ucap Vino bertanya dengan lugunya


"ya dosa lah..lagian milik orang juga dipikirin, dasar!" ucap Ririn membuang pandangannya


"kenapa Abang segitu galaunya sih. Abang tuh ganteng, yang mau sama Abang juga banyak, tapi kenapa harus mikirin tunangan orang" sambung Ririn meyakinkan abangnya


"tapi kalau abang maunya dia gimana?" ucap Vino tetap tak mau kalah


"ya Allah bang, ingat wanita itu bukan cuman satu..lihatlah sekeliling abang tu, banyak lah wanita di sana yang sedang merhatiin kita dari jauh" ucap Ririn menunjuk beberapa wanita yang sedang bersembunyi untuk memperhatikan Vino dari kejauhan


"eh iya juga ya. Abang kan ganteng. masa iya cuman perihal Aisyah tunangan Abang jadi potek-potek seperti ini. Gimana menurut Ririn kalau abang cari yang baru?" ucap Vino meminta pendapat Ririn


"nah itu yang Ririn mau.. ayo semangat! move on Bang move on,, cari yang baru aja.. banyak kok" ucap Ririn menyemangati Vino

__ADS_1


"hahahaha dasar kamu! ayo masuk..angin malam tak baik untuk kesehatan" ajak vino kemudian merangkul adik kesayangannya untuk masuk ke dalam rumah sakit lagi


__ADS_2