
"hhmm buka nggak ya" ucap Ririn dalam hati dengan menolak balikkan buku tersebut
"kalau kamu merasa bimbang,lebih baik jangan di buka Rin..kasian nanti kamunya merasa bersalah" ucap Aisyah
"tapi kalau kamu ingin tau pemiliknya,,mungkin kita bisa menemukan nama dari pemilik di isi buku tersebut" sambung Aisyah lagi
"udaahh buka aja ngapa sih..ribet banget aku juga kepo nih" ucap Vreya dengan memakan kuaci
"ya udah aku buka aja yah.. bismillah" ucap Ririn dan mulai membuka buku itu.
Lia Vreya dan Aisyah ikut melihat dan menunggu hingga Ririn membuka buku tersebut dan tak ada apa apa di dalamnya..ternyata yang mereka anggap buku itu sebenarnya di dalam bertuliskan banyak angka..lebih tepatnya seperti kode atau sandi. Ririn terus membuka halaman demi halaman dari buku itu hingga akhirnya tepat di halaman terakhir,,Ririn melihat nama Gus Sofyan tertera di situ.
"ustadz Sofyan' ucap Ririn
"hah? Gus Sofyan?" ucap Lia Vreya dan Aisyah kompak
"he em" ucap Ririn menganggukkan kepalanya
"berarti nih buku milik Gus Sofyan dong..ternyata buku ini milik laki ane ya Allah" ucap Vreya
"apaan sih nggak jelas deh' ucap Ririn dan kemudian berdiri
"eh eh mau kemana kamu?" tanya Lia
"mau mengembalikan buku ini lah..kemana lagi" ucap Ririn
"kan bisa besok Rin" ucap Vreya
"aku takutnya ustadz Sofyan mencari buku ini di teras musholla dan kebingungan..jadi lebih baik aku kembalikan buku ini kan. lagi pula nggak baik menyimpan barang yang bukan hak kita" ucap Ririn kemudian bergegas
"assalamualaikum' ucapnya dengan menutup pintu
__ADS_1
"waalaikumsalam" jawab semua yang ada di dalam kamar
"dasar si Ririn mah ngambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Vreya yang tak habis habisnya mengupas kulit kuaci
"sudah lah kita istirahat yuk" ucap Lia
*
*
******
-di rumah Gus Sofyan
semua anggota keluarga bahagia mendengar kabar baik dari Ning Izah dan tak henti hentinya mereka bersyukur atas segala yang telah Allah berikan kepada keluarga mereka hingga Allah mengizinkan mereka untuk memiliki bayi mungil di tengah tengah mereka.
"apa tidak sebaiknya kita menambah cucu lagi ummah?" tanya kyai Hamdan
"yaa kita tambah lagi" ucap kyai Hamdan
"kan Izah masih baru hamil dan mau nambah gimana ceritanya sih bah?" ucap umi Hamidah tak mengerti
"ummah,,kan anak kita bukan cuma Izah saja. masih ada Sofyan juga kan" ucap kyai Hamdan
"ya tapi kan Sofyan masih belum punya istri bah..gimana caranya punya cucu kalau ibunya nggak ada..Abah aneh aneh saja" ucap umi Hamidah dengan tertawa dan di ikuti oleh semuanya
"ya kita Carikan saja ibunya. kan gitu doang gampang ummah" ucap kyai Hamdan
"hmm sebenarnya,,Abah mau memiliki rencana untuk menjodohkan Sofyan" sambung kyai Hamdan
raut wajah keluarga yang awalnya gembira senang sekarang berubah menjadi datar dan terheran heran
__ADS_1
"maksud Abah apa?" tanya umi Hamidah
"iya Abah mau menjodohkan Sofyan dengan Rifah,anak kawan Abah dulu" ucap kyai Hamdan
"ada rencana besar seperti ini kenapa Abah tidak memberi tau ummah terlebih dahulu?" tanya umi Hamidah sedikit kesal
"ini kan Abah sudah memberi tahukan ummah..Abah akan menjodohkan Sofyan dengan putri kawan Abah" ucap kyai Hamdan
saat membicarakan hal tersebut,, ternyata Ririn telah sampai di depan rumah kyai Hamdan "d-dijodohkan?" ucap Ririn tak percaya hingga buku yang ia pegang terjatuh tak sengaja
sontak semua keluarga menoleh ke arah sumber suara dan melihat ada seorang gadis di depan pintu rumah mereka.
"Erina" ucap Gus Sofyan kemudian berjalan menuju pintu
"a-assalamualaikum ustadz" ucap Ririn gugup
"waalaikumsalam. kamu ngapain ke sini ini kan sudah malam' ucap Gus Sofyan
"i-iya saya minta maaf tapi saya kesini ingin mengembalikan buku ini. tadi saya menemukannya di teras musholla dan membawanya ke kamar asrama saya. dan saya juga minta maaf karena telah membuka buku tersebut" ucap Ririn tetap menundukkan kepalanya
"oh iya makasih Erina..tadi saya melupakannya di musholla' ucap Gus Sofyan
"ya sudah kalau begitu saya pamit ya ustadz. assalamualaikum" ucap Ririn
"eh Ririn kenapa tak masuk dulu nak? sini ummah buatkan teh dulu" ucap umi Hamidah
"ah terima kasih ummah. tapi ini sudah terlalu malam untuk seorang santriwati keluar asramanya. saya permisi dulu ya assalamualaikum" ucap Ririn kemudian pergi
di perjalanan menuju kamar asramanya,,Ririn tak bisa berfikir jernih..ia terus saja memikirkan apa yang telah kyai Hamdan ucapkan kepada keluarga itu.
"seperti tak ada harapan lagi untuk masuk ke keluarga itu" batinnya
__ADS_1