
Ditempat Lia, ia tengah duduk di sofa ruang tamu rumahnya, sibuk dengan laptop yang berada di pangkuannya
"istirahat dulu Li..pasti capek kan" ucap Muslim membawa susu kearah Lia
"iya mas sebentar lagi" ucap Lia masih fokus kepada layar laptopnya
Muslim hanya menghembuskan nafasnya panjang "tubuh kamu butuh istirahat,,otaknya juga butuh istirahat Lia" lirihnya mengelus lembut kepala istrinya itu
sesuai omongan Lia, mereka nikah setelah sebulan kepergian sikembar. acara pernikahan CEO wanita ini digelar besar besaran dengan membeli sebuah pulau untuk digunakan sebagai tempat acara. sangat berkesan, namun Ririn tak hadir di acara sahabatnya itu
"tapi kerjaan Lia juga penting loh mas" ucap Lia membantah
"apa aku kalah penting dari pada kerjaan kamu?" ucap Muslim menatap Lia lekat
Lia menoleh kearah suaminya itu "nggak ada kerjaan nggak ada duit, nggak ada duit nggak ada mas disini haha" ucapnya tertawa
Muslim tersenyum manis "yaudah lanjutin aja..Lima menit lagi harus selesai ya.. istirahat" ucapnya
Lia menoleh ke arah muslim lagi "lah kalau lima menit lagi, sebentar dong" rengeknya
"kan kamu bilangnya cuma sebentar..nggak ada bantah bantah lagi, pokoknya lima menit lagi harus udahan kerjaannya" ucap Muslim tak terbantahkan
Lia mendengus kesal "ya udah iyaa!" ucapnya kesal
Muslim terkekeh kemudian mencium pipi Lia singkat "aku keatas dulu ya.." ucapnya beranjak
muslim mendekatkan wajahnya kearah telinga Lia "aku tunggu dikamar" lirihnya sensual
Lia menegang. walaupun mereka sudah menikah, namun tetap ada rasa dag dig dug serr di hati Lia saat mereka akan melakukannya.
Muslim yang paham kondisi Lia hanya terkekeh kecil. dengan cepat Lia menetralkan kembali ekspresi wajahnya itu
"ih dasar! udah nikah pula tetep aja masih disco ni jantung..padahal kan cari pahala" lirih Lia dalam hati merasa kesal dengan dirinya sendiri
*******
"ABAAANGG!! DIA NENDAANGG!!!" teriak Vreya heboh
dengan tergopoh-gopoh Firman lari dari arah dapur "siapa sayang? kenapa?" ucapnya risau
"baby nya nendang nih di dalam..perut Vreya bergetar" ucap Vreya terkekeh kecil menatap perutnya yang masih rata
Firman membuang nafasnya panjang "kandungan kamu masih dua bulan sayang,,mana ada nendang nendang" ucapnya
__ADS_1
"ah iya kah? tapi perut Vreya bergetar loh bang" ucapnya menatap wajah Firman lucu
Firman terkekeh "itu mah kamunya aja yang lapar ahaha..ayo makan dulu, Abang udah siapin makanan kesukaan kamu" ucapnya memegang lengan Vreya supaya bisa mudah untuk bangun dari duduknya
Vreya menatap perut ratanya "jadi dia nggak nendang?" ucapnya lagi
"hahaha masih belum Vre..nanti kalau usia enam atau tujuh bulan sudah mulai bergerak dia" ucap Firman menjelaskan
Vreya mengangguk paham "AARRGHH!!! DIA NINJU PERUT VREYA!! PERUT VREYA BERGETAARRR!!!" teriaknya histeris
Firman geleng geleng kepala melihat tingkah laku istrinya itu "muach" satu kecupan jatuh kepada pipi gembul Vreya
"masih kurang umur, Vre" lirih Firman
"iihhh mesumm!" ucap Vreya memukul lengan Firman tak terima
"kalau aku nggak mesum, kamu nggak bakalan bunting kayak sekarang, sayang..mesum itu kebutuhan haha" ucap Firman tertawa
"dihh apaan sih! Vreya juga bisa hamil tanpa Abang ya!" ucap Vreya tak mau kalah
Firman terkekeh "gimana caranya hahaa" ucapnya tertawa
"sewa om om dong..sugar Daddy gitu loh" ucap Vreya santai
"bodo! yang penting banyak duit" ucap Vreya bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah meja makan
Firman terkekeh kecil "ada ada aja kamu Vre..untung sayang" ucapnya kemudian mengikuti Vreya ke arah dapur
*******
Di suatu tempat, ada dua insan yang tengah duduk menikmati malam yang indah di balkon kamarnya. mereka melihat bintang yang seakan cemburu dengan keromantisan rumah tangga mereka
"sayang..pengen liburaann" rengek Rere bergelayut manja dilengan dokter Johan
Dokter Johan tersenyum manis "untuk saat ini masih blom bisa..tunggu aku dapet hari libur dulu ya" ucapnya lembut
Rere melepas pelukannya "kamu kenapa nggak bangun rumah sakit bareng bang Vino aja sih? lagian kamu nggak perlu kerja juga nggak papa kok..uang kita banyak dan nggak habis tujuh turunan kan" kesal Rere
dokter Johan tersenyum tipis kemudian mengelus pipi cantik istrinya itu "seperti kamu takut kehilangan aku, aku pun takut kehilangan kemampuan aku di dalam ruang operasi" ucap dokter Johan lembut
"oleh karena itu aku nggak mau melepaskan jas putih kebanggaan itu..dan karena profesi aku seorang dokter pun, aku bisa kenal sama ibu dari anak anakku ini" sambung dokter Johan kemudian menyentuh hidung Rere sekilas
Rere tersipu kemudian menggenggam tangan besar suaminya erat "gimana kalau kita beli rumah sakit tempat kamu kerja aja yang?" usul Rere yang tak bermanfaat
__ADS_1
dokter Johan terkekeh renyah "segabut itukah istriku ini..sampai sampai mau beli rumah sakit yang harganya bukan maen?" ucap dokter Johan mencium pipi Rere gemas
"kebanyakan uang sih..sampai bingung gimana cara ngabisinnya" lirih Rere murung
Dokter Johan tertawa dan mengecup rambut panjang Rere "aku kabulkan semua keinginan kamu, kecuali yang tadi ya" tawar dokter Johan
Rere tampak berfikir "mau nobar drakor nggak?" tanyanya antusias
"buat kamu apa sih yang nggak?" ucap dokter Johan kemudian menggendong Rere ala bridal style menuju ke atas tempat tidur mereka
dengan cepat Rere langsung mengambil laptopnya yang berada di nakas, guna untuk segera membuka drama Korea favoritnya itu.
"sini sinii..cepaaatttt!!" ucap Rere menepuk bagian kasur yang kosong disebelahnya
dengan senyuman manisnya, dokter Johan segera duduk ditempat yang diinginkan istrinya itu
tak lama kemudian, ternyata dokter tampan itu mulai bosan dengan drama yang ditonton istrinya. ia mulai memainkan rambut istrinya memberi kode bahwa ia ingin berhenti menonton lagi
"kenapa? bosan?" ucap Rere
dokter Johan menampakkan giginya "hehe iya" lirihnya
"tunggu satu episode lagi yaa" ucap Rere menjanjikan
dokter Johan mendengus kesal "ayo lah yaaanngg" rengeknya
"mau kemana sih ah! lagi asik ni! tunggu bentar" ucap Rere kesal
"mau bikin generasi peneruuss" rengek dokter Johan lucu dengan menduselkan kepalanya di bahu Rere
Rere terkekeh gemas. ia menutup dan meletakkan laptopnya diatas nakas. kemudian berbalik menatap bayi besarnya itu
"mau cewek atau cowok?" ucap Rere memegang rahang keras sosok didepannya ini
"mau kembar dua duanya hehe" ucap dokter Johan terkekeh diujung kalimatnya
Rere mencebik kemudian tertawa "yaudah kuyy!" ucapnya santai
dokter Johan berbinar dan mendorong Rere perlahan kemudian mencium keningnya lembut. Rere tersenyum bahagia karena sentuhan hangat dari suaminya itu
"doa dulu ya sayang" ucap Rere yang mendapat anggukan dari dokter Johan
dokter Johan memulai aksinya dengan mencium pipi gembul Rere tak henti henti karena gemas. karena dirasa cukup puas bermain disana, ia berpindah tempat. kemudian merekaa...
__ADS_1